Published August 19th, 2007
Saya benci pesta
Pesta apapun itu, saya benci. Karena kesepian adalah tamu yang tak diundang yang selalu menyertai ketika saya menghadiri pesta. Saya benci rasa sepi. Saya benci pesta.
Pesta apapun itu, saya benci. Karena kesepian adalah tamu yang tak diundang yang selalu menyertai ketika saya menghadiri pesta. Saya benci rasa sepi. Saya benci pesta.
Dari materi perdana pelajaran sekolah menulis rasanya saya perlu mengelola ide, yaitu gagasan-gagasan yang setiap kali muncul sebagai topik untuk ditulis. Dan karena dalam materi ini tidak ada penugasan apapun, maka saya coba beranikan diri untuk memulai aktifitas saya menulis dengan mengelola ide.
Tanpa harus bolak-balik lihat cermin, aku sudah sangat hafal bagaimana bentuk wajahku, hm.. sangat-sangat Indonesia. Wajahku bulat dengan mata yang besar, hidung gak begitu mancung (itu juga karena aku gak tega bilang pesek), bibir juga gak bisa dibilang tipis, rambut ikal (yah agak lumayan keren karena sekarang lagi trend) tapi sayangnya dengan warna yang gak hitam, dan rasanya nanggung kalau dibilang coklat. Dan semuanya jadi semakin lengkap karena kulitku yang sawo matang. Jadi dengan penuh percaya diri aku menyebut diriku wanita yang eksotis, (walaupun pendapat penuh percaya diri ini gak di dukung oleh Mas Har, suamiku yang bersikeras bilang wajahku “ndeso”… tapi toh dulu dia juga yang mati-matian ngejar aku untuk mau jadi istrinya.) (more…)
Detik ini saya ingin menulis. Entah menulis apa, yang jelas ingin menulis saja. Sepertinya tidak ada yang menarik di sekitar saya, kamar ini ya tetap seperti ini; dengan cat dinding berwarna ungu yang semakin pudar. Rak buku itupun masih berdiam di pojokan, menanti uluran tangan pemiliknya untuk dibaca atau hanya sekedar dibereskan. Tapi…wow itu dia! Apa yang berjajar di pinggir sana?!! (more…)
Sejak menetap di Yunani sulit mendapatkan buku bacaan yang bisa dibaca, baik itu buku berbahasa Inggris apalagi buku berbahasa Indonesia yang tidak mungkin didapatkan di negeri asal suami ini. Buku berbahasa Inggris harus dipesan dulu ke toko buku dan toko buku inipun adanya di Athena yang berjarak 40 km dari Megara; lokasi tempat kami tinggal. (more…)