Archive for August, 2007


Published August 22nd, 2007

Undangan

Selasa sore ini hari  masih terang saat musim panas,  saya tidur siang sejak jam 3 sore bersama kedua anak balita kami.  Tiba-tiba ada dering telepon   nyaring membangunkan saya,  terdengar Aisyah anak perempuan satu-satunya yang berusia 9 tahun berbicara dengan si penelepon.  Masih ada rasa kantuk menyerang,  saya ingat belum menunaikan solat asar dan turun dari pembaringan menuju lantai bawah.

“Aisyah siapa yang telepon sayang?”  tanya saya, ” oh tadi yang telepon Baba ( panggilan ayah bahasa Yunani) bilang kita semua diundang Thia Aspasia kerumahnya makan malam, jadi  harus siap-siap jam 7.30 pm kita berangkat kata Baba” demikian Aisyah memberi laporan lengkap hasil pembicaraan di telepon dengan suami saya yang sedang bekerja memasang stiker untuk mobil sebagai pekerjaan  keduanya untuk menambah penghasilan.

Suami saya memang bukan sarjana, ia hanya seorang teknisi tamatan sekolah teknik dan bekerja di kilang minyak.  Kami berkenalan melalui internet saat ia bekerja di Doha-Qatar,  disanalah ia mengenal Islam secara keseluruhan dan ia banyak bertanya tentang agama pada teman-teman kerjanya di Doha.  Suami terkesan saat melihat  orang Arab sangat kuat bekerja di kilang minyak walaupun puasa di bulan ramadhan.

Beralih soal undangan Thia (tante bahasa Yunani) Aspasia kakak  mertua perempuan saya,   maka bersegera saya jagakan Dullah dan Hadi dari tidur siangnya agar bisa solat Asar bersama.  

Jam 6.30 pm suami pulang membawa 2 pak telur dan  buah anggur,  belum sempat saya bertanya, suami sudah memberi penjelasan lebih dahulu ” ini telur dan buah anggur dari Pak Riga,  stiker yang saya tempel di truknya kecil hanya keterangan kapasitas angkutan -   truk angkutan telurnya akan dikenakan denda 600 euro jika ketangkap polisi tanpa stiker,   hari ini saya dibayar dengan telur dan buah anggur” tampak wajah suami lelah setelah seharian bekerja di kilang dan langsung bekerja design,  memotong dan memasang stiker.

Megara kota tempat kami tinggal memang kota kecil yang terkenal dengan produksi telur dan hasil pertaniannya,  rumah yang kami bangun diatas tanah pertanian sepi sekali,  rumah dikelilingi oleh pohon zaitun dan rumah tetangga jaraknya berjauhan.  Pernah teman asal Indonesia yang bertempat tinggal di Athena heran dan bertanya ” kok bisa sih Tati betah tinggal disini, sepi dan mirip hutan?” saya hanya senyum menjawabnya sebab teman dari KBRI tersebut tahu bahwa saya berasal dari Jakarta kota ramai dan hiruk pikuk.

Melihat buah anggur yang ranum segera saya cuci dan cicipi dan hmm memang rasanya manis sekali apalagi tanpa biji, telur yang berjumlah 60 buah seketika membuat hati riang sebab besok saya bisa membuat bolu kukus memakai bahan telur.

Sebelum berangkat anak-anak sudah rapi berpakaian, Aisyah memilih memakai baju warna pink kesukaannya,  Abdullah yang usianya 40 bulan dan  biasa dipanggil Dullah memakai baju kaos warna biru muda serta bawahan celana 3/4 warna krem,  sedangkan si bungsu Hadi memakai baju kaos biru dan celana biru.

Jam 7.30 pm  kami sudah tiba di rumah peninggalan suami thia Aspasia yang jaraknya hanya 2 km dari rumah kami.   Ditengah jalan  kami sempatkan membeli buah tangan berupa biskuit buatan penduduk setempat pemilik toko roti.  Kami disambut dari belakang beranda rumah dengan senyuman oleh thia dan anak laki-lakinya Bill yang baru datang dari US untuk liburan musim panas di Megara.  Thia Aspasia memang menetap di US dan datang ke Megara hanya sekedar berekreasi  dan melihat kondisi rumah mereka di Megara.

Thia Aspasia memakai pakaian serba hitam-hitam sesuai adat istiadat orang Yunani yang ditinggal mati oleh suaminya,  ia berusia 72 tahun namun masih nampak sehat dan kuat.  Thia Aspasia anak nomor dua dari 6 bersaudara,  4 laki-laki dan 2 orang perempuan.  Perawakannya sedang,  berambut pendek warna pirang,  agak gemuk dan tampak gelambir di lehernya,  matanya berwarna coklat  masih menampakkan kesedihan sejak suaminya meninggal akibat penyakit diabetes.

 Bill nama aslinya Vassilis,  badannya tinggi kira-kira 190 cm,  rambutnya lurus hitam legam,  berkumis model petenis Andre Agassi,  kurus sebab ia suka jalan kaki,  ia tidak merokok.

Hidangan  telah menanti diletakkan diatas meja plastik dengan taplak meja krem kembang-kembang.  Kami makan  diberanda belakang rumah.  Menu yang disajikan   berupa roti,  sayur buncis dan kentang, salad tomat dicampur ketimun dan bawang,  keju feta ( keju dari susu kambing),  dan ikan bakar membuat saya nafsu makan.  Minuman ringan ada orange jus tetapi kami semua memilih meminum air putih dingin. 

Hanya duduk sekitar 40 menit kami langsung pulang sebab waktu mahgrib segera tiba,  yaitu jam 8.13 pm.  Ya thia dan Bill mengerti ketika kami pamit pulang cepat-cepat. Sebelum pulang anak-anak dikasih hadiah permen oleh thia Aspasia.

Megara, 21 Agustus 2007 

   

Published August 21st, 2007

Virus Blogging

Hari ini penularan virus blogging ku mendapat mangsa lagi. Perlahan tapi pasti mangsanya terus bertambah,  :) setelah kusebar via email, milis, chatting atau saat sedang ngobrol di kantor. Hampir 90% mangsanya terjebak untuk ikut2an ngeblog dan minta bantuan untuk diajari cara membuat blog gratisan. Tidak terlalu susah mengajari cara membuat blog, karena hampir semua penyedia blog gratisan user friendly.

Meski ada beberapa teman bilang kalau buat blog hanya buang-buang waktu. Untukku banyak hal yang bermanfaat yang bisa diambil dari hobi blogging.

Published August 21st, 2007

Transisi PTN-PTS

Saat berbincang dengan seorang dosen sebuah PTN ternama di Jakarta, saya tidak percaya, ketika beliau bilang bahwa salah satu PTN ternama di Bandung hanya menerima mahasiswa baru sejumlah 18% lewat jalur SPMB, sisanya mahasiswa diterima lewat jalur khusus yang biayanya jauh lebih mahal. Beliau mencari tau karena salah satu puteranya akan memasuki bangku kuliah dan ingin kuliah di Bandung. (more…)

Published August 21st, 2007

CERPEN : BERANTEM (1)

Pernah berantem sama pasangan? Entah itu masih dalam status teman, teman dekat, teman tapi mesra, pacar, apalagi suami… yang namanya beda pendapat, rasanya sangat wajar terjadi. Kata Ibu saya sih “Yah namanya saja dua orang yang berbeda, latar belakang keluarga beda, jalan pikiran beda… jadi yo wajar toh Nduk kalau sekali-sekali bertengkar…“ (more…)

Published August 20th, 2007

Pertanyaan Malam

Ketika mendapatkan kenikmatan duniawi,aku merasa bahagia karena memiliki keleluasaan,tenang karena hilang kekhawatiran,

senang karena bisa berfoya-foya.

dan beruntung karena temanku tidak mendapatkan kegembiraan yang sama. (more…)

Published August 20th, 2007

Adakah yang salah?

        Tidak..tidak ada yang salah pada diriku. Bajuku bersih tak bernoda, wajahku juga bersih. Ah, mungkin rambutku. Rambutku pun tidak..dia rapi tersisir ke belakang. Kukuku? Aih, kukupun pendek dan bersih. Tapi mengapa tatapan mereka aneh terhadapku? Ada yang salahkah? Kembali kutanyakan pada diriku mengapa mata mereka tak juga lepas dariku. Sambil tetap berjalan aku menyusuri koridor. Kiri dan kanan mereka tetap menatapku. Jangan…jangan lihat lagi ke diriku seperti itu! Aku bukan pesakitan, aku bukan korban perang, dan aku juga bukan orang asing. Tundukkan mata-matamu..lihatlah ke arah lain. Aku sungguh tak nyaman dengan pandanganmu itu. (more…)

Published August 20th, 2007

CERPEN : KETIKA CINTA DATANG

 Umurku 27. Rasanya angka yang masih jauh dari kata perawan tua yang terlambat menikah. Toh Bu Diah, Bosku, masih sering kulihat gonta-ganti pasangan di usianya yang hampir 40. Sayangnya tidak demikian menurut Ibuku. (more…)

Published August 20th, 2007

Life Isn’t Only For A Bread

Pagi itu saya begitu terburu-buru berangkat kerja. Saya baru menyadari kalau dompet beserta seluruh isinya tertinggal di rumah ketika saya sudah sampai di stasiun Depok Lama. Untung tadi masih ada uang tiga ribu rupiah yang tertinggal di dalam tas, sehingga saya bisa membayar ongkos angkotnya.

Setiba di depan loket stasiun, saya hanya termenung. Tak tahu musti berbuat apa. Tak ada satu rupiahpun di dalam tas. Mau beli tiket kereta tidak bisa, mau pulangpun tidak ada ongkosnya. (more…)

Published August 20th, 2007

Wanita Tua Yang Selalu Mendatangiku

    Hampir setiap bulan wanita tua itu selalu datang ke rumahku. Awalnya, dia datang untuk mencari pekerjaan. Tetapi karena di rumahku sudah ada asisten, maka aku menolaknya. Dia adalah seorang wanita tua berumur kurang lebih 60 tahun, sudah Janda sejak beberapa tahun yang lalu. Dia seumuran dengan Ibuku. Perawakannya pun hampir mirip dengan Ibuku. Apalagi caranya berjalan yang kadang terlihat agak terpincang-pincang, mengingatkanku kepada Ibu jika penyakit asam uratnya sedang kambuh. (more…)

Published August 20th, 2007

Oh God, banyak Yang Bisa Saya Tulis Rupanya…!!!

Kali ini saya ingin bercerita! Bukan tentang cucian saya lagi tentunya:D Tapi tentang malam-malam disini yang begitu berbeda dengan di Indonesia. Berbeda bagaimana? Bukankah malam dimana-mana sama saja?! (more…)