Published September 18th, 2007
Kung Pao Chicken Love – Novel rasa Kung Pao
Behind The Scene: pengalaman pertama menulis chicklit
Ternyata saya bisa juga menulis cerita lebih dari 3 halaman!
Behind The Scene: pengalaman pertama menulis chicklit
Ternyata saya bisa juga menulis cerita lebih dari 3 halaman!
Apakah benar Ai yang telah membangunkan Lala pagi itu? Siapa pula sesungguhnya petugas laundry si wanita setengah baya bertahilalat di bawah mata? Simak kelanjutan kisahnya… (more…)
Lanjutan cerita lalu…
“Yes, she came here at about five minutes ago. Your friend with birthmark here”jawabku sambil menunjukan jari tanganku ke arah bawah mata kiriku untuk menunjukan ciri ibu yang sudah datang ke tempatku.
Ibu di depanku masih berdiri mematung. Matanya melirik ke arah pintu kamarku. (more…)
Ai, lima tahun lebih tua dariku. Ia kakak perempuanku satu-satunya sedangkan aku adalah adik satu-satunya. Jadi, kami tidak mempunyai pilihan untuk tidak menerima satu sama lain karena kami memang tidak punya saudara kandung lain. Ai adalah kakak sekaligus panutanku dan idolaku. (more…)
WOOOIII!!!BANGKE, BANGUN!!!!!” terdengar ‘raungan’ Ai, kakakku. Tapi rasanya, otakku tak mau diajak kerjasama untuk mematuhi kata-katanya. Aku masih terbaring. Mataku berat sekali untuk membuka. (more…)
Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, untuk semua teman di kelas belajar menulis online ini, juga untuk bang Jonru dan Bang Hasyim. Smoga semua amal kita diterima disisiNya. Amien
Sepertinya semua pada sibuk dibulan Ramadhan ini. Sudah empat hari Ramadhan berlalu, belum ada tulisan baru di blog ini, sepi sekali ya. :)
Di tahun 2000-an, perkembangan kultur Jepang sudah tidak bisa dibendung lagi. Salah satu “jejak” dari budaya Jepang yang nyata dan bisa disaksikan saat ini adalah Harajuku Style. (more…)
Membaca, aku suka sejak dulu, sejak kecil. Awalnya mungkin karena iseng, tidak ada pekerjaan lain
. Saat kecil dulu belum banyak sinetron, siaran televisi hanya ada satu TVRI, mall bisa dihitung jari. Disela waktu luang, iseng baca majalah yang ada. Di rumah banyak majalah Tempo, saat itu masih sekolah di SD, eh..asyik juga baca majalah itu, tidak membosankan dan tidak serem seperti tampak luarnya. (more…)
Aku bersama dua rekan kantor ditugaskan menyertai direktur kami ke Yogyakarta dalam rangka menghadiri acara Forum Komunikasi Ketransmigrasian yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi tersebut. Acara dua hari tersebut diadakan di Hotel Novotel, sehingga kami pun menginap di hotel tersebut. (more…)
Termotivasi oleh tulisan dan materi Bang Jonru untuk membaca, membaca, membaca, menulis, menulis, menulis, bila ingin menjadi penulis saya berupaya untuk meningkatkan minat baca saya kepada karya-karya sastra atau topik apa saja yang belakangan ini mulai menurun, tidak seperti dulu lagi aku bisa baca Dedes Arok-nya Pramoedya Ananta Toer yang tebal itu mulai habis Isyak sampai menjelang fajar. Ah..memang gila kedengarannya. Atau tetralogi pulau buru khususnya Bumi Manusia yang telah aku nikmati lebih dari lima kali. Karya-karya Pram benar-benar Addicted bagi saya. (more…)