Published March 7th, 2008
Kau Pilih Aku Untuk Mendinginkanmu
Ah, akhirnya aku sampai rumah baru. Rumahnya bagus, lebih menyegarkan dibandingkan ruang tempatku diam sebelumnya. Pilihan furniturenya sederhana dan tak banyak. Sepertinya pemilik rumah ini bukan orang yang suka mengoleksi banyak barang. Berbeda dengan cerita teman-temanku yang lain. Katanya rumah baru mereka selalu penuh sesak dengan barang yang aneh-aneh.
Sebelumnya aku tinggal di gudang sebuah toko. Setelah itu aku mulai dipajang. Lama sekali. Lebih dari tiga bulan aku diam menunggu pembeli yang datang memilihku. Banyak barang yang lain selalu mengejek kalau aku tak mungkin pindah dari toko ini. Kalaupun bisa menjadi milik seseorang, aku takkan terpakai dalam waktu yang lama. (more…)

