Published April 8th, 2008
Laju Kapal Kecilku
Hujan gerimis. Namun tak seperti biasanya, matahari masih bersinar mengalahkan mendung yang samar bergelayut di antara awan. Di balik jendela ruang tamu, kulihat teman-teman sekampungku bermain hujan dengan riang. Tawa mereka sesekali terdengar di antara derap kaki mereka saat saling berkejaran di lapangan persis depan rumahku. Hmm… ingin rasanya aku seperti mereka; menikmati dinginnya hujan sebelum akhirnya mendapatkan secangkir teh hangat di rumah. Ibu selalu melarangku bermain di saat hujan. Kondisi tubuhku yang mudah sakit semakin memperkuat larangan ibu. Seberapa pun seringnya aku merajuk, ibu selalu teguh dengan keputusannya. Hari-hari di bulan Agustus selalu menyiksaku. Aku jarang bermain karena hujan nyaris datang setiap hari. Di saat seperti itu, biasanya aku hanya diam di rumah sambil memandang ke luar. Tiba-tiba kulihat teman-teman yang tadinya berkejaran di bawah hujan berjongkok, seperti mengelilingi sesuatu. Lamunanku tadi membuatku tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekelilingku, bahkan aku tak sadar gerimis telah berhenti. (more…)

