Archive for June, 2008


Published June 29th, 2008

Konsistensi

Berawal dari sebuah tujuan.

Saat sebuah tujuan terlintas dalam benak, dengan semangat empat lima kita akan berusaha menggapainya saat itu juga. Namun seiring berjalannya waktu, api semangat akan luntur lantaran menghadapi hujan cobaan yang demikian derasnya. Satu kata tanya, kenapa?

(more…)

Published June 28th, 2008

Ibu.. Ibu.. Aku Minta Buku!

P.S. : Hati-hati, jangan dicoba di rumah.. Nanti bisa kena jitak kayak aku nanti.. (based on true story). Cerpen pendek ini tergolong dalam kategori, cerpen 100 kata.

Renata berlari ke dapur sesaat setelah menonton televisi di ruang keluarga. “Ibu.. Ibu.. Aku minta buku!”

(more…)

Published June 25th, 2008

Memperkosakata Ketulusan Jiwa

Terkadang kita merasa begitu kewalahan dengan rekan kerja yang tidak sepaham dengan pemikiran dan prinsip yang telah menjadi pedoman hidup kita selama bertahun-tahun. Keyakinan, adalah sebuah hal yang sulit dirubah dan fakta logika tidak mampu berbuat banyak. Bagi panitia Perkosakata 2008, perbedaan keyakinan terbukti tidak mempengaruhi kinerja mereka. Masing-masing menyampingkan keyakinan pribadi, digantikan dengan keyakinan bersama sebagai sebuah kesatuan: satu tujuan, satu keyakinan.

(more…)

Published June 25th, 2008

Perkosakata 2008

Setelah didahului oleh sejumlah kegiatan online berupa resensi, lomba cerpen 100 kata, dan lomba puisi, puncak acara diisi dengan kegiatan offline hampir satu hari penuh. Puncak acara mengambil tempat di Perpumda DKI Jakarta pada tanggal 6 April 2008 dan dimulai tepat pukul 09.30 WIB. Setelah kerap bertemu di dunia virtual, para anggota komunitas Kemudian akhirnya dapat saling bertemu dalam ajang kopi darat yang dibungkus dalam kegiatan-kegiatan membangun seperti workshop puisi, pembacaan puisi, diskusi penerbitan novel, pembacaan cerita mini, musikalisasi puisi, serta bincang kemudian. Nama yang diambil cukup unik, Perkosakata, berasal dari frase perkosa dan kata dan diartikan sebagai upaya penulis bermain dengan kata-kata untuk membentuk makna. Melalui acara Perkosakata diharapkan penulis semakin berani mengeksplorasi tulisan, juga memotivasi diri untuk beraksi dengan karya-karyanya.

(more…)

Published June 25th, 2008

.. di asep, Mbak!

“.. di asep, Mbak!” perintah teknisi itu mengakhiri serangkaian petunjuk yang dia berikan sebelumnya.

Dua kepala bergerak bersamaan kemudian berpandangan. Saya hanya bisa mengangkat bahu ketika teman saya menggerakkan alis tanda bertanya.

“Itu loh.. yang ada di sebelah kanan di klik!” (more…)

Published June 23rd, 2008

Nge-DJ dan nge-BK di Lembang

Dahulu Bandung dijuluki Paris van Java. Sekarang mungkin lebih tepat dijuluki kota FO. Teman saya yang tinggal di Bandung bercerita, di akhir pekan atau saat liburan sekolah tiba, dia lebih suka kemana-mana naik angkot. Kalau naik kendaraan pribadi rasanya jadi tambah lama sampainya, begitu alasannya. (more…)

Published June 23rd, 2008

KOPDAR PENULISLEPAS.COM

Dipelopori oleh Jonru, founder’s penulislepas.Com dan owner Sekolah-Menulis Online, pada hari Jum’at tanggal 20 Juni 2008  para penulis yang bergabung dengan milis tersebut menghadiri acara Kopdar (Kopi darat) di Cippes Resto and Sea Food, Tebet Jakarta Selatan. Acara yang digelar selama hampir tiga jam dimulai dari jam 19.00 s/d 21.45 WIB menjadi ajang diskusi yang menarik seputar dunia kepenulisan. Acara ini disambut hangat oleh kalangan anggota milis penulislepas.com. Mereka sangat antusias untuk bertemu langsung dengan Jonru yang selama ini dikenal hanya dari dunia maya. Kesempatan yang langka ini tentu tidak disia-siakan. Terlebih dalam acara kopdar ini hadir pula Ariyanto MB, penulis produktif yang karyanya  sudah banyak menghiasi rak toko-toko buku. Kehadiran Ariyanto MB untuk berbagi kiat menjadi full time writer. (more…)

Published June 19th, 2008

bendera setengah tiang

Bendera setengah tiang

Bendera tanda kematian di kampung-kampung berwarna kuning dari kertas minyak, tidak ada warna lain kecuali harus kuning, seperti bendera partai politik saja ya. Anak kecil-kecil SD biasanya mendapat tugas mengikat bendera di tiang sudut atau di ujung jalan.

Entah dari mana kok warna kuning menjadi keharusan di jadikana penanda bila teman, tetangga, saudara, sedulur- sedulur meninggal dunia.Siapapun yang meninggal karena sakit, kecelakaan tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL), pembunuhan , keracunan over dosis narkoba, bunuh diri malu ditaguh utang tetangga, kerusuhan konflik horizontal. Pasti ada penanda bendera kuning

Asal usul bendera kematian warna kuning jika ditelusuri itu sudah menjadi adat masyarakat, menjadi kesepakatan dari sebuah komunitas. Kalau dipikir mengapa tidak memakai bendera warna putih, agar jenazah teman kantor atau sedulur yang meninggal itu masuk surga , jalannya luruh. Putih melambangkan kejujuran, kebaikan selama bergaul di lingkungan Rt , pergaulan kantor , dijalanan ataupun di pasar. Atau dipilih bendera warna merah, yang dianggap sebagai penanda keberanian dan kemarahan sebagai temannya setan dan gendruwo.

Warna-warna itu dipilih tampaknya yang cocok adalah simbol warna kuning, sebagai ungkapan kematian. Ada juga tanda ungkapan kematian dengan simbol warna hitam yaitu rasa duka diwujudkan memakai baju ,celana panjang dan peci / kopiah hitam. Serba hitam.

Kalau dipikir warna putih itu lebih bisa menangkal sengatan terik sinar matahari di saat sedang proses penguburan jenazah, warna baju hitam malahan menyerap panas matahari. Tapi itu masyarakat sudah terlanjur menyepakati baju serba hitam sebagai simbol kedukaan, meskipun terik matahari menyengat tubuh. Wah, sudah terkena kelirumologi niih. Pokoknya hitam.

Sepuluhtahun silam, ketika mahasiswa Trisakti tertembak , merebaklah unjuk rasa dikalangan mahasiswa. Sebagai ungkapan ikut berduka atas kematian itu, sebagian masyarakat ada yang memakai tanda pita hitam dilengan kanan maupun diikatkan dikepala. Penanda pita hitam dipilih sebagai lambang kedukaan

Bendera merah putih

Itu semua simbol-simbol atau lambang tanda kematian. Simbol bendera merah putih sudah tidak sekedar sebagai penanda sebuah cara ungkapan rasa kebangsaan di negara bernama Indonesia. Perhatikan di Gunung Kidul dan di desa Jawa Timur, jika penduduk membikin rumah, sebelum atap genting dipasang, seorang yang dipercaya sebagai spiritual desa (dukun) menganjurkan memasang batang tebu dan bedera putih di wuwungan. Kenduri desa pun memajang sesaji bunga dan bendera merah putih. Kalau adat kebiasaan ini tidak dilakukan akan terjadi bencana kekeringan, banjir bandang yang melanda desa-desa

Simbol-simbol upacara desa – desa masih berlaku hingga sekarang yang dari semula diwariskan sejak jaman kerajaan Mojopahit, bahwa gulo abang sebagai penanda abang, merah berarti lambing darah, berani, sedangkan putih dari sari daging kelapa. melambangkan, kejujuran, dan kesucian. Paduan dari keduanya menunjukkan tanggung jawab di masyarakat. Kelapangan hati sebagian besar masyarakat dalam beradabtasi dengan kemodernan merambah bersinggungan dengan simbol atau lambang bendera hingga sekarang

Ketika bendera dikibarkan penuh diatas ujung di tiang bendera dan berkibar ditiang bendera resmi maupun tiang dari bambu bekas jemuran atau kalau sebuah kantor atau sekolah memakai tiang cor besi yang disemen. Maka setiap siswa sekolah wajib menghafal lagu : “Bendera merah putih bendera tanah airku, Gagah perwira tampak warnamumu, berkibarlah dilangit yang biru……………Lambang suci gagah perwira”.

Syair lagu itu ketika teman sejawat meninggal disimbolkan dengan bekibarnya bendera merah putih setengah tiang berarti sang merah putih telah tidak gagah lagi, digambarkan sebagai ajal , game over, kembali ke yang khalik, ungkapan rasa duka cita,, Kejadian ini terkait dengan teman sejawat lainnya yang juga game over, maka cukup disimbolkan dengan memasang bendera kuning disudut ujung jalan Telah lahir ada nuansa pengalaman, kebiasaan lama, serta keputusan berbeda. Setidaknya sudah tercipta di lingkungan terdekat sebuah pandangan tentang “Kami dan the other”

17 Juni 2008

Published June 19th, 2008

Masih ada bintang di langit

Awalnya saya tak menyadari hanya merasa sedikit heran mengapa hampir setiap hari secara bergantian teman-teman se-genk saya meminta tolong ini dan itu. Mulai dari minta diajarkan program komputer, datang ke rumah minta tanaman hias sampai minta ditemani makan bakso. Di akhir minggu itu saya baru menyadari maksud mereka yang sebenarnya. Setelah saya ingat-ingat, keseluruhan pembicaraan kami berbelok ke satu topik : kenapa saya seolah menjauh dari mereka. (more…)

Published June 18th, 2008

MENGEJAR ANGIN

Semua orang pasti akrab dengan angin. Walau sulit untuk menggambarkan wujudnya telah lekat dalam kehidupan kita. Berbagai produk diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan memanfaatkan angin. Udara panas dan pengap dapat diatasi dengan menggunakan kipas angin. Langkah irit bahan bakar dengan mengendarai kereta angin. Belanda, negeri bunga tulip dikenal dengan kincir anginnya untuk menggerakkan tenaga listrik.Sakit perut sedikit lega kalau sudah buang angin. Namun kalau berlebihan angin juga bikin kita sengsara. Terlalu banyak angin yang menerpa tubuh kita bisa menyebabkan masuk angin. Angin yang bertiup sangat kencang bisa menjadi malapetaka seperti badai Katrina, angin Tornado atau angin Puting Beliung.  Angin…keberadaanmu dirindukan dan dibenci. (more…)