Published June 12th, 2008
Iklan TV Sarana Kembali ke Indonesia Raya
Ada seorang mahasiswa dibawa ke rumah-sakit. Katanya habis demo tertimpuk batu dari aparat. Saat menyadari kepalanya dibebat, ia tersenyum bangga “aku telah berbuat heroik untuk membela kepentingan rakyat miskin”, batinnya.
Tapi saat melihat lututnya pecah, ia meraung-raung menggemparkan seisi ruang. Tak luput suster penjaga kalang kabut bergegas menghampiri. “lututku telah hancur, dimana lagi akan kutaruh otakku” jeritnya pilu. Suster penjaga hanya tersenyum tak berani bersuara “pantas saja demo kalian selalu anarkis, mengundang kemacetan. Ternyata otak kalian di dengkul toch”.

