Archive for July 7th, 2008


Published July 7th, 2008

Episode duka

“Ampuunn Mas… Ampuunn…” rintihnya. Berikutnya kudengar teriakan kesakitan dan bunyi benturan.

 Suara perempuan dari balik tembok pemisah rumah tertangkap jelas di telingaku. Membuat hatiku basah oleh gerimis iba. Kulirik jam dinding. Jam sepuluh malam. Seharusnya aku sudah bisa membaringkan raga yang lelah ini. Menikmati keheningan dan kesunyian, berdialog dengan diri sendiri sampai akhirnya mataku tak lagi bisa menolak undangan kantuk. Untuk kesekian kalinya aku dipaksa oleh keadaan mendengarkan satu babak drama kehidupan. (more…)