Published July 29th, 2008
seneng mata, senep ati
Asamu kian terlena
Saat kau tatap bulan penuh cahaya
Kau lupakan pasir di jemari kaki
Tak ingatkah saat kera
Pecahkan cermin saat berkaca
Atau juga
Seorang penari segera berganti sepatu
Mana kala gerakan tak kunjung sempurna
Secantik, seanggun apapun sinar bulan
Hanya dapat kau nikmati lewat pandangan
Sesederhana apapun penghuni rumahmu
Ia tak pernah bosan memberimu kenikmatan
Siap kau reguk kapapun ada kesempatan
~~~~~@&@~~~~
kembalilah menjelma
jangan kelamaan menjadi kera
atau pun penari yang tak pernah percaya diri
tutup mata terkadang perlu
walau sesekali
demi mengasah ketajaman hati

