Published July 21st, 2008
kembar sial
meskipun kejadian ini nyata sal alami, saat pulang kantor naik kereta. bolehlah sal tuliskan disini. just ice breaking, biar suntuk hilang sejenak setelah seharian kerja. (more…)
meskipun kejadian ini nyata sal alami, saat pulang kantor naik kereta. bolehlah sal tuliskan disini. just ice breaking, biar suntuk hilang sejenak setelah seharian kerja. (more…)
Saudaraku, siswa SMO.
ini, adalah cerpen pertamaku setelah bergabung dengan SMO. Sal postingkan sebagai bedah karya I, untuk dua judul lagi masih menunggu ending. sebenarnya, telah Sal buat tiga chicken soup. untuk dikirim ke antologi SMO. hanya saja, belum kelar juga. doain,ya…
sangat ditunggu koreksi dan bedah karya dari rekan-rekan semua. selamat membaca…
“Ngapain sih lu di sini? Gangguin gue aja! Emangnya lu gak bisa liat kalo gue lagi berjemur? Minggir dong! Mataharinya nanti ketutupan!” (more…)
Hari Minggu. Waktunya bermalas-malasan. Duduk santai di teras sambil mengangkat kaki. Ditemani secangkir teh hangat dan sebuah harian pagi. Wuaahhh… uenaaakk tenaan! (more…)
Bila anda melaju di jalan bebas hambatan Jagorawi dari arah Cawang menuju Ciawi, di sekitar daerah Taman Mini anda akan melihat beberapa baliho (saya tidak tahu pakah sekarang masih ada atau tidak). Salah satunya tentang Visit Musi 2008. Rupanya pemerintahan propinsi Sumatera Selatan benar-benar ingin mempromosikan daerahnya. Hmmm… Seperti apa ya Palembang sekarang? (more…)
Judul : Modal Dengkul Untung Sebakul (Cara Sederhana Berwirausaha Dengan Hasil Luar Biasa)
Pengarang : Ariyanto MB
Penerbit : Trans Media
Halaman : XI + 146, (2008)
Menjadi kaya dambaan dari setiap orang. Dengan harta berlimpah membuat hidup lebih nyaman dan ruang kebebasan finansial lebih lapang. Hanya permasalahannya untuk bisa kaya tidaklah mudah. Bukan seperti pekerjaan membalik telapak tangan. Tujuan tersebut akan tercapai selain kerja keras yang didukung doa dan keberuntungan. Berbagai lahan dapat digarap untuk menjadi kaya. Namun ternyata peluang terbesar untuk menjadi kaya adalah berbisnis. Terbukti bahwa orang-orang kaya papan atas di dunia adalah kelompok para pebisnis. Untuk itu Ariyanto MB menawarkan solusi bisnis sebagai mesin pengumpul kekayaan. Menariknya dalam buku ini adalah bisnis dapat dilakukan dengan modal dengkul. Artinya tanpa modal uang sepeserpun bisnis masih bisa dijalankan. Bahkan bukan tidak mungkin para pebisnis yang memulai usaha dengan modal dengkul ini suatu saat termasuk dalam jajaran orang-orang kaya.
P.S.: Sekaligus bertanya, termasuk jenis apakah tulisan seperti ini? Terima kasih.
Jika saja dirimu tahu, di sini aku bernyawa.
Sebentar lagi subuh tiba, tinggal tiga puluh menit menuju pukul lima. Aku masih menatap layar monitor ini. Menegakkan pinggang seraya berkata kepadanya, “wahai pinggangku yang terkasih, gagahlah selalu, jangan biarkan ngilu itu menghantam setiap sendimu.”
P.S: Karya ini termasuk karya fiksi, dengan tema lokalitas, bertempat pada Jakarta, Mei 1998. Mohon tanggapannya. Terima kasih.
10 tahun yang lalu, sekitar pertengahan Mei 1998..
Mungkin mereka benar, saya tidak dapat memperkirakan segalanya, tidak dapat menentukan, apalagi merubah. Biar bagaimana pun, jalur takdir tidak berada dalam genggamanku. Siapa sangka, pemerintahan Soeharto dapat menyulut kerusuhan massal? Dendam berkecamuk dalam hati banyak orang, saling berkomplot dan memfitnah. Aah, politik! Lagu lama, basi!
Suasana hatiku bergemuruh kini. Seakan sesak dada ini dengan sejuta tanya yang tak bisa terungkapkan. Namun lelah menghantuiku sepanjang hari hingga rasa jenuh pun tak lupa selalu menghiasi hari-hariku. Aku tak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Yang aku rasa hanya sebuah kesalahpahaman yang tak bisa di mengerti lantaran tak pernah ada kata terucap sepatah katapun dari hati ke hati sebagai penyelesaiannya yang terjadi. Hanyalah kesalahpahaman yang berujung pada sebuah kesalahan yang tak bisa kumengerti.
Aku tak ingin selamanya seperti ini, aku ingin segera mengakhirinya tapi aku tak tahu harus memulainya dari mana lantaran aku tak tahu harus bagaimana dan rasa trauma selalu saja menghantui, seakan-akan kejadian-kejadian yang sudah terjadi nantinya akan terjadi juga padaku.
Jujur dalam keluarga kita tak pernah bicara dari hati ke hati yang ada hanyalah perenungan sendiri-sendiri yang terkadang berujung pada kesalahpahaman hanya karena kita saling terdiam dan terlarut dalam masalah yang kalut.
Aku takut untuk memulainya karena dalam hubungan seperti ini tak pernah kita saling berbagi batin yang ada saling memberi dalam batasan materi dengan mengatasnamakan cinta.
Cinta bagiku bukanlah berupa materi semata melainkan sebentuk hati yang utuh dan tulus dengan penuh kasih sayang yang abadi yang tak kan pernah pudar oleh pihak ketiga yang terlalu sering datang dan pergi dan keabadian itu harusnya tak kan pernah usang di makan oleh sang waktu yang terus berputar. Tapi yang kurasakan kini berbeda. Hanya karena terlalu sering datang dan perginya orang-orang yang bermuka dua, perbedaan dan perselisihan selalu terjadi hingga berujung pada kesalahpahaman yang tak berakhir dan selalu saja akulah yang mengalah.
Tak masalah bagiku untuk hal ini, aku masih bisa mengerti lantaran bertambahnya kesibukan dan bertambahnya masalah-masalah yang tak berarti tapi bagiku itu semua karena kesalahan pribadi hingga masalahpun tak berakhir.
Sebenarnya aku senang berada disini karena semenjak pertama aku datang ke Jakarta, aku merasa aku harus bisa menantang betapa kerasnya kota Jakarta yang kebanyakan orang mengatakan bahwa kota Jakarta adalah kota metropolitan yang dimana segalanya menggunakan uang. Memang benar buktinya kalau kita mau buang air kencing saja kita harus bayar Rp. 1000,-.
Sebenarnya aku tipe orang yang suka tantangan dan melakukan hal baru meskipun lebih nampak kalau aku ini orang nya penutup dan minderan. Dulu aku mendapat dukungan penuh dari keluarga terutama dari Ibu ku. Tapi berhubung Ibu harus pergi ke surga, Ibu meninggalkan ku sendiri tanpa jejak sedikit pun untuk kuikuti. Yang ada justru kesendirian dan keterpurukkanku pada jiwaku yang sesungguhnya rapuh. Kerapuhanku bukan berarti aku ini lemah tapi kerapuhanku karena aku ini kurang mendapatkan dukungan dari lingkungan keluargaku.
Aku sadar, aku harus berjuang untuk menghadapi hidup yang berliku-liku ini. Hidup bagiku bukan kejam seperti yang kebanyakan orang bilang tapi hidup bagiku adalah perjuangan dimana kita dituntut untuk terus bertahan walaupun derita tak pernah lepas sepanjang perjalanan. Bagiku itulah cara satu-satunya untuk menemukan kebahagiaan nan abadi.