Archive for October, 2008


Published October 7th, 2008

Menulis yang Membebaskan

Aku nulis itu kayak aku ngomong”, kata Aini seorang penulis cilik yang telah menulis buku berjudul Nasi Untuk Kakek yang diterbitkan oleh DAR! Mizan. Aini adalah salah satu contoh dari sekian banyak karya anak di bawah usia dua belas tahun yang berhasil menulis buku. Tidak sedikit karya anak-anak yang terpampang di rak-rak toko buku. Berdasarkan pengakuan Ibunda Aini dalam bukunya Membaca dan Menulis Seasyik Bermain bahwa ia berusaha tidak ikut campur manakala Aini menulis. Ia membiarkan Aini menulis apa adanya secara lepas, bebas, dan tanpa beban. Imajinasinya benar-benar dimanja. Tidak ada “aturan” yang mengikat anak ketika menulis.

(more…)

Published October 7th, 2008

Dan Allah Kuasa Atas Rezeki Makhluk-Nya

Sampai saat ini aku bertanya-tanya kepada Allah, mengapa setiap aku mengucapkan suatu nasehat atau ingin menulis tentang suatu hal, Allah memberikan cobaan dengan kejadian yang aku katakan atau ingin aku tuliskan.

17 September pukul 24.00 aku belum bisa memejamkan mata. Ku ambil kitab suci, kubaca dan kupahami. Malam itu aku hendak mencari kunci penawar hati ketika dirundung duka. Halaman demi halaman, ayat per ayat dalam surat Al Baqarah(2) aku baca. Tentu hanya terjemahannya saja karena ku belum memahami bahasa arab. Beberapa ayat aku lingkari sebagai jawaban atas persoalan yang aku cari.

(more…)

Published October 7th, 2008

Terapi Asyik Menyembuhkan Trauma

Apakah pengalaman masa lalu selalu menghantui Anda? Jika jawabannya adalah “Ya”, maka tulisan ini mungkin akan membawa Anda kepada sesuatu yang luar biasa.
(more…)

Published October 7th, 2008

tulisan bebas ngiras curhat

untuk pembaca, pengunjung, penulis di blog.belajarmenulis, mohon ma’af sebelumnya. tulisan ini sal sengaja posting bukan untuk dibaca. melainkan hanya sekedar ditulis. ya, benar. ditulis. saat hati sal sedang melankolis, mencoba memejamkan mata dan meletakkan jari diatas tuts keyboard komputer, nunggu pulang. hasilnya, entahlah. sal sendiri males mbaca ulang lagi. (more…)

Published October 7th, 2008

Pamer paha di Pasar Ular

Jakarta macet sudah bukan cerita baru. Tiada hari tanpa macet. Apalagi di ruas jalan yang berdekatan dengan tempat berbelanja. Yang megah mentereng maupun yang letaknya nyempil. Sama saja. Macet!

(more…)

Published October 7th, 2008

Kinoysan Naik Ojek 30 rb Demi Salwangga

Kinoysan Naik Ojek 30 rb Demi Salwangga”, bikin penasaran gak sih judul ini. Atau, malah bikin pembaca ‘ybs’ (tahu kan ybs. Itu tuh, -yang bersangkutan-) tersenyum penuh arti. Gak pa pa deh, yang penting tulis aja. Toh nanti juga muncul komentar.

(more…)

Published October 7th, 2008

Perjalanan Iman Cak Mul

Perjalanan Iman Cak Mul

Ayahnya seorang abangan penggemar keris yang menurut ingatan Cak Mul ayah jarang menjalankan salat lima waktu. Di kota kecil Jombang Jawa Timur pada tahun 1965 abangan identik dengan PNI atau PKI, sedangkan kaum santri identik dengan NU atau Muhamadiyah. Agar terlihat santri sang ayah salat Maghrib bersama di Langgar/mushola di depan rumah. (more…)

Published October 7th, 2008

reportase gaya bebas - cara E D A N menjadi penulis hebat

Preambule

“Kenapa maling selalu mengulangi perbuatannya? Karena sukses!” teriak Ikhwan Sopa (IS). Lebih tepatnya enerjik, bukan teriak. Ruangan itu mendadak sempit ketika trainer workshop EDAN ini berbicara. Langkahnya penuh, gebrak meja, menunjuk muka audiens, melempar spidol, pokoknya banyak deh atraksinya. Suaranya lantang, menggema, jelas, gamblang, tak perlu pake mik segala. Gayanya itu loh, full body moving. Pernah lihat Edy Murphy main Man In Black? Enerjiknya seperti itu kurang lebih. (more…)

Published October 7th, 2008

Menulis Essay, Semudah Ngomong

Menulis Essay…

Awalnya aku tak tahu bagaimana format yang baku, apalagi mau ikutan lomba menulis essay. Nekad saja aku menuliskan apa yang ingin aku tulis. Dengan gaya bahasa bercerita aku sampaikan ide dan gagasanku. Alhamdulillah tulisanku itu tulisanku dinilai oleh juri adalah benar-benar tulisan essay.

Essay, memang selama ini tak ada bentuk baku dalam teknik penulisannya. Namun kita bisa belajar dari beberapa tulisan lepas yang pernah dimuat atau ditulis oleh teman-teman penulis. Namanya saja tulisan lepas, jadi gaya bahasa dan teknik penyajiannya benar-benar lepas. Lihat saja tulisan-tulisan EMHA AINUN NAJIB atau lainnya.
(more…)

Published October 7th, 2008

Pesan Bang Napi, Untuk Menyambut Mati!

Ca-Ri ( Catatan Ringkas )

Pesan Bang Napi, Untuk Menyambut Mati!

Oleh: E. Wahyudi

Berawal dari sebuah pertanyaan yang diajukan seorang rekan ketika kumpul bareng pada malam takbiran lalu. Adi, rekan saya yang terkenal pendiam ini bertanya ”Kalau harimau mati meninggalkan belang. Lha, kalau manusia mati meninggalkan apa coba?” sederhana sekali pertanyaan ini. Namun luar biasa, jawaban yang terlontar beraneka ragam. Saya menjawab ”Ninggalin kenangan lah…”, Ari menjawab ”Ninggalin kebaikan! Pasti”, sementara Dicky yang duduk di sebelah saya langsung menyahut dengan gaya kocaknya ”Ninggalin utang, kaleee…” candanya renyah membuat kami ger-geran, ngakak dibuatnya.

(more…)