Published October 7th, 2008
Menulis yang Membebaskan
“Aku nulis itu kayak aku ngomong”, kata Aini seorang penulis cilik yang telah menulis buku berjudul Nasi Untuk Kakek yang diterbitkan oleh DAR! Mizan. Aini adalah salah satu contoh dari sekian banyak karya anak di bawah usia dua belas tahun yang berhasil menulis buku. Tidak sedikit karya anak-anak yang terpampang di rak-rak toko buku. Berdasarkan pengakuan Ibunda Aini dalam bukunya Membaca dan Menulis Seasyik Bermain bahwa ia berusaha tidak ikut campur manakala Aini menulis. Ia membiarkan Aini menulis apa adanya secara lepas, bebas, dan tanpa beban. Imajinasinya benar-benar dimanja. Tidak ada “aturan” yang mengikat anak ketika menulis.

