Apakah Pisces Senang Bertualang dan Capricorn Pandai Melawak ?
Pernahkah Anda perhatikan apa yang biasanya menjadi bonus awal tahun di setiap majalah ABG wanita? Jawabannya adalah prediksi perjodohan untuk satu tahun mendatang. Untuk yang satu ini, si pembuat tulisan biasanya juga menyisipkan alternatif zodiak yang cocok dijadikan jodoh. Dasar penulisannya sendiri konon dilihat dari karakteristik seseorang. Lantas sebarapa jauhkah keterkaitan antara zodiak dan karakteristik seseorang?
Bagaimana ramalan zodiak di majalah bekerja?
Dari suatu situs berjudul The twelve signs of the Zodiac dijelaskan bahwa karakteristik seseorang ditentukan dari Sun Sign (Tanda Matahari?) ditambah pergerakkan atau kondisi 8 planet selain Bumi. Seringkali sifat dari suatu planet dijadikan pertimbangan utama, misalnya planet Pluto dinilai memiliki pengaruh besar terhadap mereka yang berbintang Scorpio. Dilihat dari kondisi Pluto yang paling jauh, gelap dan masih sulit diteliti, lantas orang Scorpio biasanya dikaitkan sifat-sifat seperti: penyendiri dan misterius. Begitu juga Venus yang didewakan manusia sebagai planet yang ‘hangat’ dan warnanya konon memberikan inspirasi dalam percintaan. Planet ini dianggap memberi pengaruh paling besar terhadap Taurus hingga akhirnya mereka yang berzodiak ‘kerbau’ ini dinilai sebagai orang yang sensitif dan penuh kasih sayang.
Bagaimana planet mempengaruhi karakter seseorang?
Pertanyaan ini sulit sekali dijawab… karena sepertinya memang tidak ada hubungannya! Tidak selalu seorang Leo suka mendominasi suatu kelompok (mentang-mentang simbolnya Singa =P) dan seorang Virgo adalah orang yang sentimentil. Jika diperhatikan lagi, karakteristik yang dijabarkan di kolom zodiak hanya mengambil sifat umum atau karakter yang rata-rata ada di setiap manusia, misalnya suka bekerja keras, pandai bergaul, temparemen, atau dramatis. Jika si empunya zodiak menemukan bahwa ‘tebakan’ tersebut kebetulan tepat, maka ia akan manggut-manggut setuju. Namun, bila terjadi sebaliknya, maka pembaca cenderung mengabaikan atau paling tidak sedikit bergumam ‘hmmm….mungkin sifat saya memang sedikiiiiit begitu’. Pada akhirnya, si empunya zodiak hanya akan mencari bagian-bagian yang pas dengan sifatnya dan membuat pembenaran bahwa keterkaitan antara sifat dan zodiak memang benar adanya.
Kalau saya kembali mengingat pelajaran sosiologi masa SMP dulu, tidak pernah sekalipun Pak Guru saya mengatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh pergerakkan planet dan matahari. Faktor-faktor yang dinilai lebih relevan adalah kondisi keluarga, latar belakang pendidikan atau cara bergaul. Dalam hal ini saya masih setuju dengan Pak Guru =)
Lantas kenapa hal ini diambil pusing?
Hal yang menarik adalah bahwa keterkaitan antara sifat dan zodiak sering dijadikan pembenaran oleh seseorang untuk berbuat sesuai dengan ‘takdir’ zodiaknya. Sebagai contoh, seorang Libra sepanjang pekan jadi sering marah-marah dengan sahabatnya. Lalu sahabatnya memprotes, “Iiih, kok kamu sekarang jadi gampang marah?!”. Si Libra kemudian membalas, “Biarin aja, gue kan Libra!!”. Dengan cara pikir seperti itu, si Libra didoktrin dengan pemikiran bahwa memang sudah sewajarnya seorang Libra pemarah dan itu tidak bisa diperbaiki.
Yang lain lagi…
Kepercayaan semacam itu sering menghantui pola pikir kita dalam menjalin hubungan seseorang, baik hubungan persahabatan atau hubungan yg sifatnya romantis. Contoh konkritnya adalah dari pengalaman teman saya sendiri. Ia seorang wanita Scorpio dan kebetulan memiliki pasangan dengan zodiak Aries. Dilihat dari ‘penerawangan’ ilmu astrologi, Scoprio dan Aries dinilai sebaagi salah satu kombinasi pasangan yang paling tidak disarankan. Alasannya panjang sekali, katanya Scorpio dibentuk dari unsur air, sedangkan Aries dari unsur api yang notabene bertolak belakang sifatnya, sehingga bla-bla-bla…. Hal itu kemudian mempengaruhi teman saya. Ia bahkan pernah mengatakan kepada pasangannya kalau hubungan mereka mungkin tidak akan berhasil karena ilmu astrologi telah mengatakan demikian. Ya ampun!
Pendefinisian zodiak diawali dari ilmu astrologi. Astrologi sendiri memang telah ada sejak zaman Mesir dan digunakan oleh ahli ramal untuk memprediksi masa depan. Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi bahwa ilmu astrologi telah mengajarkan sesuatu yang salah. Namun, sebaiknya kita bisa cukup bijaksana untuk menilai sejauh mana zodiak seharusnya mempengaruhi hidup kira. Zodiak adalah sesuatu yang Anda terima apa adanya karena tanggal lahir. Sedangkan kepribadian adalah sesuatu yang Anda perjuangkan melalui proses hidup dan sosialisasi. Seseroang bisa memiliki kepribadian yg menyenangkan karena proses pembelajaran, bukan semata-mata karena ia seorang Gemini atau Aries!
So, don’t let the zodiak tells who you are, cause you can do it yourself!


November 13th, 2008 at 5:19 pm
Pisces & Capricorn-nya kok gak dibahas?
December 1st, 2008 at 3:07 pm
Hmm.. Aku bukan penggemar ramalan zodiac sih.. Cuma kalau ditanya menurutku ada hubungannya nggak antara pergerakan bintang dengan perilaku seseorang, aku akan menjawab iya. Karena gravitasi mempengaruhi gelombang. Menurutku sih demikian. Cuma ada juga ramalan yang tidak jujur dan bersifat nebak-nebak belaka.
December 18th, 2008 at 1:21 pm
Dear Lely,
ini kayaknya lebih pas kalau judulnya RAMALAN ZODIAK. Capricorn dan Piscesnya nggak dibahas secara mendetail, tapi yang diceritakan tentang zodiak secara umum.
December 23rd, 2008 at 2:15 pm
aku kebetulan emang suka karakter zodiakku sekarang, makanya seneng aja seperti itu. kalo dibilang percaya, ngga juga. kalo ada sifat yang bagus, dipupuk. kalo jelek dibuang.
setiap orang adalah buah dari apa yang dia pikirkan tetang dirinya. iya ngga. sebenernya pengen baca piscesnya. kog ngga ada ya?