Are you ready? YES!!!
Are you ready? YESS!!! Itu yel yang diajarkan Ariyanto MB dalam one day training “Menjadi Penulis & Pembicara Produktif yang selalu “dikejar” Peneribit dan Media Massa”. Mengambil tempat di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, seminar ini diikuti oleh lima belas orang peserta yang datang dengan latar belakang berbeda. Ada yang pensiunan, karyawan, editor, dosen, mahasiswa sampai ibu rumah tangga. Jumlah peserta memang dibatasi agar penyampaian materi bisa efektif.
Pelatihan ini terbagi atas tiga session. Diawali dengan perkenalan, ramah tamah dan coffee break yang dimulai tepat pukul 9.30 WIB. Salut untuk panitia yang tidak menerapkan tradisi ‘jam karet’ ala Indonesia yang sudah masyhur itu.
Materi session pertama adalah “Strategi menjadi penulis produktif yang selalu “dikejar” penerbit dan media massa”. Dengan gayanya yang khas Mas Ar (Panggilan untuk Ariyanto MB) memaparkan bagaimana kiat-kiat menjadi penulis produktif. Mas Ar juga menceritakan kisah di balik kesuksesannya. Dengan penyampaian yang menarik dan mudah dipahami, waktu berlalu tanpa terasa.
Sebelum session kedua dimulai, ada kejutan bagi peserta. Pak Bondan Hariono, pensiunan yang juga peserta tertua membagikan bukunya yang sudah terbit. Wuaahh.. benar-benar tak disangka. Rupanya usia tak menghalangi semangat berkarya. Penasaran ingin tahu berapa usia Pak Bondan? Sebagai ilustrasi, tahun 1966 beliau ini lulus FKUI kemudian bertugas dalam pasukan elit RPKAD. Nahh.. kebayang kan?
Pembicara dalam session kedua ini adalah Bang Jonru. Founder Sekolah Menulis-online. Disini Bang Jonru menjelaskan tentang “Jurus jitu menulis, Publikasi dan promosi diri melalui Internet”. Banyak pertanyaan yang diajukan sayang waktu tak banyak tersedia.
Session ketiga kembali di isi oleh Mas Ar. Materinya adalah “Teknik dan kiat-kiat menjadi pembicara publik”. Menjadi penulis memang ada hubungannya dengan Pembicara. Bila kita sudah banyak menghasilkan karya, tidak menutup kemungkinan kita akan mendapat undangan menjadi pembicara sehubungan dengan karya-karya kita itu. Tentu perlu teknik dan kiat-kita tertentu agar peserta tidak mengantuk dan bosan dengan penyampaian materi.
Session terakhir ini lebih banyak di isi dengan permainan. Menjawab tebak-tebakan yang masih ada hubungannya dengan aktivitas menulis, permainan berkelompok, dan menjawab pertanyaan dari Mas Ar. Bagi yang jawabannya benar akan mendapat hadiah buku hasil karya Mas Ar. Dalam permainan berkelompok, Bang Jonrupun ikut ambil bagian. Semua berlangsung penuh keakraban.
Beberapa menit menjelang pukul lima sore acara berakhir. Seluruh peserta berfoto bersama. Dua orang pembicara mendadak menjadi selebriti yang dikerubuti fansnya untuk berfoto. Menurut rencana akan dibentuk milis sebagai wadah berkomunikasi bagi peserta pelatihan dan alumni. Kalau tidak salah, pelatihan angkatan kedua akan diadakan di Surabaya. Jadi masih ada kesempatan bagi rekan-rekan yang tertarik bergabung. Are you ready? YES!!!


August 24th, 2008 at 7:42 pm
Wah seru juga ya acaranya…
Sayang saya gak bisa ikutan.
Terimakasih sudah berbagi cerita.
Sukses buat semuanya!
August 25th, 2008 at 11:51 am
komplit,plit,plit…. ada madu, royal jelly, jahe wangi, ginseng, lah emangnya tolak angin komplit. reportase lita maksudnya.
kebayang, semarak gitu loh. apalagi “dua artis” bersedia photo bareng. bentar lagi, dalam blog-blog pribadi, muncul dech.
contoh game-nya (biar tulisannya makin seru) gak bisa dicantumin ya?
August 31st, 2008 at 8:43 pm
waaaaaaah… Sayang sekali gak bisa ikutan… tau mah nyelinap aja sama Lita, kan sama-sama Lita.. sunLITA gitu lhooo…
(bisa manipulasi tiket peserta tuh harusnya.. :D)
sst sst, kok ada evil thinking gini..
September 3rd, 2008 at 12:41 pm
Dear Lita,
uraian yang runtut. Semoga tidak hanya runtut memaparkan peristiwa yang dialaminya saja, tapi juga terus runtut dalam penulisan2 lainnya….
Kinoysan