Atlet Anti Lumpuh
Kebanyakan atlet akan merasakan detik-detik kehancuran karirnya saat mengalami sebuah kecelakaan berat. Padahal, semua lapisan masyarakat mengetahui betapa kegiatan olah raga sangat rentan terhadap risiko. Tidak dapat dimungkiri, masih banyak pribadi-pribadi yang memiliki jiwa atlet dan rela mengorbankan segalanya. Banyak prioritas khusus yang dapat diterima seorang atlet. Universitas yang sulit dijamah pelajar jenius, sering membuka tangan lebar-lebar bagi para atlet. Alasannya cukup klise: faktor nasionalisme.
Seberapa jauh dampak sebuah kecelakaan terhadap seorang atlet? Mari kita persempit konteks dari kata “seorang atlet” menjadi “pemain basket” sebagai contoh untuk memudahkan semata. Terhitung sejak pertama kali memegang bola, seorang pemain basket harus berlari cepat dan berhenti mendadak untuk melempar bola. Gerakan tiba-tiba tersebut sangat mengancam sendi-sendi kaki dan kekuatan tulang. Saat seorang pemain melemparkan bola secara melambung, kekuatan ayunan pergelangan tangan diuji karena harus menahan beban bola termasuk memberi daya lontar. Contoh di atas hanya sebagian kecil dari risiko ringan yang mungkin diterima pemain basket. Bagaimana dengan yang lainnya?
Sebagai seseorang yang mengandalkan gerak otot tubuhnya, cidera fisik adalah hal yang ditakuti, terlebih lagi kelumpuhan permanen. Namun sekarang, para pemain basket dapat mencoret sebagian dari daftar risiko yang mungkin dikhawatirkannya. Mereka yang lumpuh pun masih dapat bermain basket. Balance Sport Wheelchair, hasil desain dari Eric Larson, Ricky Biddle, Ben Shao, dan Austin Cliffe menjawab semuanya. Prototipe ini baru saja memenangkan Penghargaan Emas dari IDEAs AWARDS 2008 (International Design Excellence Awards). Desainnya diciptakan khusus agar pengguna dapat mendribel, mengoper, hingga melempar bola ke keranjang. Terbukti, kelumpuhan bukanlah akhir dari segalanya.


July 31st, 2008 at 9:37 am
Kata orang bijak : When one door is shut, another is open.. Masih ada cara lain untuk bermain basket. Tapi sepertinya Balance Sport Wheelchair itu harganya mahal ya? hiks..
August 2nd, 2008 at 1:12 pm
Hm… Masalah harga, saya kurang tahu mbak.. Namun sepertinya memang lebih mahal daripada kursi roda biasa, hanya saja tidak mungkin terlampau mahal, mengingat salah satu kriteria penilaian award (kalau tak salah) turut berguna bagi kehidupan orang banyak.. -semacam aspek sosial…-
Thanks untuk komentarnya ya.. 
August 4th, 2008 at 5:24 pm
Salam,
naskah ini saya anggap belum selesai… ketika dia mengemukakan judul ATLET ANTI LUMPUH, masalah anti lumpuh dengan program baru tersebut, kok nggak diulas lengkap. Ini yang pembaca mau tau, di mana program itu bisa diperoleh, siapa pendirinya, bagaimana pelaksanaannya, berapa harga ato biayanya.
Nonfiksi, sekali lagi mesti lengkap dan akurat ya… jangan malah bikin pembaca bingung.
http://www.kinoysan.multiply.com
August 6th, 2008 at 9:56 am
@Kinoysan, terima kasih sekali ya Mbak, sudah berkomentar di tulisan saya ini. Betul, memang tidak diulas lengkap, salah satunya karena saya ragu untuk menyertakan beberapa data tambahan (yang sebenarnya ada) karena belum teruji keakuratannya. Saya akan berusaha meneliti lebih dalam objek yang saya tulis, terima kasih ya Mbak, telah mengingatkan kesalahan utama dalam tulisan saya.
salam.