AUTIS BUKAN KUTUKAN
Tiada seorang pun orangtua yang menghendaki anaknya lahir bermasalah. Memiliki anak autis memang berat karena membutuhkan strategi yang berbeda dengan anak lainnya dalam mendidik dan memperlakukannya. Autis diambil dari kata ”Auto” yang memiliki arti berdiri sendiri. Kata autis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ditemukan dalam kata “Autistik” yang berarti tidak mau terganggu orang lain. Seseorang yang menderita autis hanya tertarik kepada aktifitas mental dirinya sendiri. Pendapat lain yang dikutip dari http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/medical_notes/a-b/1259961.stm mengatakan bahwa “Autism is a developmental disability that affects the way a person communicates and interacts with other people.
Istilah autis pertama kali dikenalkan pertama kali oleh Leo Kramer pada tahun 1943. Kramer menemukan gejala aneh dimana anak autis terlihat acuh dengan lingkungan dan cenderung menyendiri seakan-akan hidup dalam dunia yang berbeda. Oleh karena itu autis dapat disebut pula dengan Syndrom Kramer. Penelitian tentang autis menunjukkan bahwa pada tahun 1987 penderita autis 1 : 5000. Penderita autis mayoritas adalah anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Perbandingannya adalah 4 : 1. Para ahli memprediksikan bahwa kuantitas anak autis pada tahun 2010 akan mencapai 60 %dari keseluruhan populasi di dunia.

