Bermanfaatkah Waktu Kita?
Waktu merupakan sesuatu yang bisa dirasakan sangat cepat dan bisa pula menjadi sangat lambat. Hal ini tergantung pada pemanfaatan terhadap waktu tersebut. Pada saat kita mempunyai tugas yang banyak dengan waktu yang sedikit maka saat itu waktu terasa sangat cepat. Begitu pula pada saat kita mempunyai tugas yang sedikit dengan waktu yang banyak maka waktu akan terasa begitu lambat. Jadi cepat tidaknya waktu tergantung aktifitas kita.
Sering sekali kita mempunyai waktu dan tugas yang banyak. Namun dalam memanfaatkannya kita sering berleha-leha dan menunda-nunda pekerjaan yang ada. Kita merasa bahwa waktu begitu panjang, sehingga lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan dalam pemanfaatannya. Akhirnya waktu terus berjalan dan baru tersadar saat sisa waktu tinggal sedikit. Yang terjadi adalah kita akan kelabakan dan mulai melakukan SKS (sistem kebut semalam) dalam mengerjakan tugas yang ada.
Kita semua tahu bahwa dengan sistem SKS tugas dapat terselesaikan juga. Namun perlu disadari bahwa hasil SKS tidak seoptimal yang kita harapkan. Bila kita melakukan pekerjaan dengan sistem SKS, maka yang didapat hanyalah output saja. Tidak ada suatu ilmu yang meresap dalam diri kita, berbeda bila kita melakukannya dengan terus menerus dari awal maka manfaat yang luar biasa akan tertanam dalam diri kita.
Orang yang menggunakan SKS, dia akan segera lupa yang baru mereka kerjakan. Sedangkan orang yang bekerja keras dari awal sampai akhir, daya ingat yang dirasakan akan lama dalam dirinya. Sebagaimana sebuah pepatah ‘bila uang mudah didapat maka uang akan mudah pula hilangnya namun bila kita dengan susah payah mendapatkannya maka uang tersebut akan lebih lama bertahan’.
Disisi lain, kita sering pula menghadapi situasi waktu yang sedikit dengan tugas yang begitu banyak. Menghadapi hal itu kadang kita hanya bisa memikirkan waktu itu sendiri tanpa berbuat apapun. Bahkan kadang kala menyia-nyiakan waktu yang ada dengan berefresing melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat.
Bila kita berada pada situasi di atas, maka langkah yang terbaik adalah lakukanlah pekerjaan yang paling kita senangi terlebih dahulu. setelah energi tumbuh maka bergantilah dengan pekerjaan lain yang lebih prioritas. Dengan demikian maka waktu kita akan termanfaatkan dengan baik.
Bila kita terus terlena melakukan pekerjaan yang bukan prioritas dengan mengabaikan yang lebih prioritas dan mendesak. Maka pada saat waktu hampir habis kita akan merasakan kekecewaan atau stress yang luar biasa.
Ada satu hal yang perlu kita ketahui mengenai kemampuan otak manusia. Menurut penelitian bahwa kemampuan otak manuisa pada umumnya baru memanfaatkannys sekitar 3%. Orang sejenius Albert Einsten baru memanfaatkan kemampuan otak nya antara 10-15% dari kemampuan otak yang ada.
Melihat kemampuan otak yang luar biasa tersebut, pada dasarnya setiap orang mampu melakukan pekerjaan yang ada. Yang membedakan antara satu dengan yang lainnya hanyalah apakan dia mau bekerja keras atau tidak. Bekerja keras itu bisa berupa bekerja dengan menggunakan otak ataupun bekerja dengan menggunakan fisik.
Tidak ada yang namanya bodoh atau pintar. Karena yang membedakan antara orang yang sukses dengan yang tidak suskses hanyalah orang yang mau bekerja keras dan orang yang malas. Jadi intinya yang membedakan antara satu orang dengan yang lain adalah semangat dalam bekerja keras.
Tomas Alfa Edison adalah seorang yang sangat luar biasa, namun keberhasilannya dihasilkan dari usaha dan kerja keras yang pantang menyerah. Dia bekerja keras dengan setengah mati. Berbeda dengan orang yang hanya mengharapkan menjadi orang yang hebat seperti Tomas Alfa Edison tanpa mau mengikuti bagaimana mereka bekerja keras dalam memperolehnya. Orang tersebut hanya berada pada mimpi yang takkan pernah terwujud.
Keinginan kuat untuk bekerja sangatlah berat dibandingkan dengan bekerja itu sendiri. Pada saaat kita mempunyai semangat untuk terus bekerja janganlah hal ini membuat kita menjadi sombong dengan menghinakan orang lain yang bekerja dengan malas. Karena pada dasarnya keinginan kita untuk bekerja keras datangnya dari Tuhan Yang Maha Berkehendak. Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mengilhamkan pada hati kita untuk terus bekerja. Berbeda kalau seandainya kita tidak diberi keinginan untuk bekerja keras maka kitapun akan merasakan berat untuk memulainya.
Oleh karenanya, selalulah bermohon kepada-Nya agar diberi hati yang semangat untuk terus bekerja keras. Karena hanya Dialah yang membolak-balikan hati kita untuk terus berusaha mencapai apa yang kita inginkan. Jadi pada saat hati kita ingin melakukan sesuatu yang terbaik maka ikutilah dorongan hati tersebut. Bila kita mengabaikannya maka lambat laun keinginan hati akan mulai menghilang pada diri kita. Bila ini terjadi maka sangatlah rugi, karena menumbuhkan hati yang penuh semangat itu sangat sulit.
Bila kita mulai merasakan kebosanan, maka beristirahatlah. Istirahat dilakukan hanyalah untuk mengembali tenaga yang mulai menurun. Namun istirahat yang digunakannya harus dibatasi jangan sampai terlena sehingga waktu yang ada habis begitu saja.
Jadi bila kita ingin sukses dalam memanfaatkan waktu di kehidupan kita maka yang harus kita lakukan adalah berserah diri kepada-Nya, mengikuti apa yang hati kita inginkan, melakukan skala prioritas, serta melakukan refresing secukupnya untuk meningkatkan kembali semangat yang ada.(Gantira)


August 17th, 2008 at 3:35 pm
Hmmm… jadi bertanya pada diri sendiri nih, sudah memanfaatkan waktu dengan maksimal belum ya? kaya’nya sih belum, hiks..hiks..
Paragraf 12:
Keinginan kuat untuk bekerja sangatlah berat dibandingkan dengan bekerja itu sendiri.
Maksudnya sangatlah berat untuk ditimbulkan atau bagaimana?
Ditunggu posting-an selanjutnya.
Salam,
August 18th, 2008 at 8:05 pm
Paragraf 12, maksudnya dengan timbulnya keinginan itu sendiri merupakan suatu anugrah yang perlu disyukuri….. mungkin kalimatnya mesti saya ganti agar lebih mudah dipahami, oke deh makasih ya masukannya..salam
August 20th, 2008 at 11:19 am
judul dan paragraf pembuka, bisa lebih “greng” lagi?
mungkin dengan “waktu, pembunuh berdarah dingin”. jadi kiat dari mas jornu “pikat pembaca sejak paragraf pertama” benar-benar digunakan.
August 20th, 2008 at 1:48 pm
Dear Gantira,
judulnya kurang oke. Isinya sangat bermanfaat, tolong lebih irit dalam pemakaian kosakata. Membaca deskripsi tanpa dialog, bagi sebagian orang sangat melelahkan. Nah, kalau mau tulis yang full deskripsi, usahakan singkat, simpel, padat, dan akurat.