Archive for the ‘Anien’


Published March 19th, 2008

Selamat Tinggal, Priti!

“Hhh…”

Hari ini desahannya cukup panjang. Walaupun Sharon sudah mulai terbiasa dengan desahan yang selalu mengawali tiap rutinitasnya, mau tak mau ia harus mengakui bahwa desahannya kali ini adalah yang paling berat. Apalagi kalo bukan itu alasannya. Hari pertama kali sekolah setelah dua minggu yang panjang mendekam di rumah karena liburan.

Aku harus siap. Anggap saja mereka seperti sebuah kerikil di sudut pandanganmu yang tak terjangkau mata. Ya, kerikil yang tak pernah minta diperhatikan, juga tak pernah memperhatikan. Aku harus bisa menjalani hari ini.Pasti.

“Tenang, aku pasti di sampingmu..” Sharon tersentak melihat sebuah sosok anak perempuan berbaju hijau kini tengah berdiri di depannya dengan senyum manis.

“Kamu… aduh, aku sampai kaget.” Kata Sharon melayangkan tinju candanya yang kemudian tembus melewati bahu anak itu.

“Kamu kan tahu, aku pasti selalu menjagamu, jangan biarkan anak-anak lain memperolokmu. Yakinlah pada dirimu sendiri. Ingat, hanya aku yang mengerti kamu.”

Hanya aku yang mengrti kamu. Kata-kata itu begitu menyanjung Sharon, yang sepersekian detik kemudian meraih kacamata botol susu sapinya dengan mantap dan berdiri lebih tegak.

“Iya, aku harus yakin, Priti…” begitu gadis bergaun hijau itu dipanggil. “Kamu janji kan nggak bakal tinggalin aku?”

“Priti mengangguk penuh keyakinan. “Aku tercipta untukmu Sharon…” (more…)

Published March 19th, 2008

Galileo

galileoyl11.jpg

Fukuyama Masaharu (39) berperan sebagai dosen jenius salah satu Universitas Terkemuka di jepang, Yukawa Manabu. Yukawa Manabu terkenal sebagai dosen yang banyak digemari oleh mahasiswa wanita, karena selain wajah dan postur tubuh yang ciamik, kepiawaiannya dalam mengajar membuatnya populer di kalangan siapa saja. Kesehariannya diisi dengan berbagai percobaan fisika yang menarik dan begitu mengagumkan. Namun dibalik segala kesempurnaan itu, Yukawa-sensei begitu tidak peduli akan sekeliling, kecuali hal tersebut benar-benar menarik perhatiannya.

Hari-harinya masih berlangsung damai, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang polisi wanita, Utsumi Kaoru, yang diperankan oleh Shibasaki Kou(27). Utsumi adalah seorang polisi berdarah panas yang selalu ingin menegakkan keadilan dan memecahkan kasus dengan penuh semangat namun cenderung ngotot. Suatu hari ia bertemu dengan kasus yang begitu memusingkan, yaitu kasus ketika seorang pemuda yang tergabung dalam kelompok pembuat onar tiba-tiba menemui ajalnya dengan cara kepala terbakar sendiri. Salah satu senior menyarankan untuk menghubungi Yukawa Manabu untuk mengusut kasus ini secara detail, mengingat jasa beliau yang sudah beberapa kali membantu pihak kepolisian.

Satu hal yang menarik dari drama jepang ini adalah kasus-kasus yang selalu terkait dengan ilmu fisika. Setiap kasus selalu dipecahkan secara brilian oleh Yukawa-sensei tanpa memberi kesan membosankan, karena mengingat hampir seluruh episode dikaitkan oleh ilmu alam ini. Salah satu contoh yang sangat menarik adalah ketika sebuah kasus ketika seorang anak mengaku bahwa ruh-nya keluar dari tubuh dan mempu melihat sebuah mobil yang letak-nya terhalang oleh gedung yang notabene menjulang tinggi. Jiwa ilmiah Yukawa-sensei memberontak dan bersikeras memecahkan kasus ini karena sangat tidak mungkin sebuah ruh melayang sendiri dan melihat hal-hal yang tidak mungkin. Contoh lain adalah ketika kasus kepala terbakar sendiri dijelaskan secara detail dan ilmiah, lengkap dengan percobaan yang menguatkan bukti sang pelaku. Penjelasan yang akurat dan percobaan-percobaan yang menarik menjadi salah satu poin positif yang membuat drama ini layak ditonton. Tanpa menimbulkan kesan yang terlalu serius, drama yang melibatkan tiga sutradara handal dan berhasil meraih enam penghargaan sekaligus ini membubuhkan beberapa adegan lucu agar penonton tidak merasa bosan.

Secara keseluruhan drama ini sangat layak ditonton karena di setiap episode menampilkan pesan moral kehidupan yang menggugah hati dan membuat kita ingin terus menonton kelanjutannya.