Archive for the ‘Estu’


Published December 2nd, 2008

Tak Lagi Cengeng

Namaku Firman, murid kelas tiga Sekolah Dasar. Aku adalah murid baru di sekolah. Aku senang sekali berada di kelas ini, kelas paling ajaib yang pernah aku alami. Bagiku, memiliki seribu teman masih terlalu sedikit tetapi memiliki satu musuh terlalu banyak untukku. Itulah pesan dari ibu setiap aku berangkat ke sekolah. Oleh karena itu di kelas baruku ini, aku benar-benar menjaga sikapku terhadap semua kawan. Jangan sampai ada satu orangpun yang merasa tersakiti oleh ucapan maupun tindakanku. Ketika teman-teman suka mengejek kepada Khambali, aku tak mau ikut-ikutan.

(more…)

Published October 7th, 2008

Dan Allah Kuasa Atas Rezeki Makhluk-Nya

Sampai saat ini aku bertanya-tanya kepada Allah, mengapa setiap aku mengucapkan suatu nasehat atau ingin menulis tentang suatu hal, Allah memberikan cobaan dengan kejadian yang aku katakan atau ingin aku tuliskan.

17 September pukul 24.00 aku belum bisa memejamkan mata. Ku ambil kitab suci, kubaca dan kupahami. Malam itu aku hendak mencari kunci penawar hati ketika dirundung duka. Halaman demi halaman, ayat per ayat dalam surat Al Baqarah(2) aku baca. Tentu hanya terjemahannya saja karena ku belum memahami bahasa arab. Beberapa ayat aku lingkari sebagai jawaban atas persoalan yang aku cari.

(more…)

Published August 25th, 2008

Kerangka Karangan

Fungsi kerangka adalah sebagai gambaran membentuk tubuh secara utuh. Pun dengan menulis. Hal kecil ini kadang terlewat oleh kita. Kerangka bisa membantu kita untuk fokus. Kerangka bisa kita tuliskan namun ada pula yang masih tertinggal di otak. Kita tinggal pilih mau yang mana.

Beberapa hari yang lalu aku mencoba menerapkan ilmu ini pada anak usia 8 tahun. Aku ajak mereka melihat sebuah gambar seperti di bawah ini:

Lantas aku ajak mereka memberi nama tokoh ketiga beinatang tersebut. Kita sepakat namanya Mr. Brown, Si Tupa dan Si Tupi.
Apa yang mereka lakukan?
Jawaban mereka:
Bermain di pantai
Mr. Brown mendayung perahu (maaf…masih banyak lainnya).
Anak-anakpun mengembangkannya dalam sebuah karangan. Hasilnya:

Anak-anak saja bisa, bagaimana dengan yang dewasa?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


.
.
.
.
.
.
.
.
.

Published August 21st, 2008

Jangan Remehkan Perkara Kecil

Aja sira agepage nandangi pakaryan gedhe utawa ngarep-arep tekane pakaryan gedhe, amarga pakaryan gedhe iku arang tekane. Kang kerep sira sandung iku pakaryan kang cilik-cilik.

Sira aja ngremehake marang pakaryan kang cilik-cilik iku, amarga yen sira durung kulina nandangi pakaryan kang gampang, kepriye anggone sira bakal nandangi pakaryan kang angel.

Mulane samubarang kang tinemu ing tanganira, lakonana kalawan temen-temen ing ati suci. Atasna awit karsaning gusti, amarga ora ana pakaryan ing donya iki kang ora atas karsaning Pangeran, nadyan kang katone remeh pisan ( serat Sasangka Jati )

(more…)

Published March 21st, 2008

resensi- Rule of Law Feeding Frenzy2

feedingfrenzy2.jpgFeeding Frenzy® 2: Shipwreck Showdown
© Copyright 2006 PopCap Games, Inc.
Presented by GameHouse, Inc.

Permainan yang dipublikasikan oleh Game House ini sangat digemari oleh anak-anak. Jika anak-anak melihat permainan ini mereka pasti mudah mengenalinya. Siapapun dapat memainkannya tanpa batasan umur. Peraturannya sederhana yakni ikan yang lebih besar memakan ikan yang lebih kecil. Jangan sampai ikan yang kita jalankan termakan oleh ikan yang lebih besar. Setelah ikan yang kita jalankan makan beberapa ikan kecil maka status ikan akan naik berkembang menjadi lebih besar. Bertambahnya ukuran tubuh ikan yang kita jalankan dapat memakan ikan lain yang ukurannya lebih besar dari ikan yang kita makan sebelumnya.

Permainan predator habitat sungai ini mengingatkan kita pada kehidupan manusia. Seolah begitulah gambaran manusia saat ini. Siapa yang lebih besar maka dia dapat memakan hak hidup manusia yang lebih kecil. Siapa yang memiliki kekuasaan maka dia beroleh hak atas kaum yang lebih kecil termasuk hak hidupnya. Mereka yang kaya dapat menjadi lebih kaya. Mereka yang miskin  akan terus tertindas dalam kemiskinannya. Tetapi hal ini tidak dapat kita telan mentah-mentah. Perlu kita telisik lebih lanjut. Apakah orang-orang kaya tersebut menjadi lebih kaya karena usahanya ataukah karena merampas hak-hak orang miskin. Apakah mereka orang-orang miskin tetap menjadi misikin karena hak mereka dirampas orang-orang kaya ataukah karena kemalasan mereka?

Semoga permainan ini sekadar permainan. Semoga aturan dalam permainan tidak berlaku dalam kehidupan manusia. Jika memang kenyataan membenarkan bahwa permainan ini ada dalam kehidupan manusia, kiranya PopCap Games akan memunculkan tokoh ikan remora. Biar kecil asal bersama-sama berjuang maka ikan besar pun akan habis dibabatnya.

Published March 20th, 2008

cerpen- Patung itu…

Patung Ganesha dari batu berumur 5000 tahun dari masa kerajaan Majapahit yang laku 28 Juta rupiah itu kini dikabarkan telah raib dari pemiliknya. Muncul seribu pertanyaan dan jawaban akan berita tersebut. Polisi dikerahkan untuk mencari benda paling berharga yang memecahkan rekor dunia peninggalan kuno termahal itu. Namun tiada yang menyangka bila benda tersebut kini berada di hadapanku. Sebuah patung mungil dengan tinggi 15 sentimeter dengan bentuk kepala gajah dan badan manusia. Orang-orang menyebutnya patung ganesha. Salah satu dewa ilmu pengetahuan dalam kepercayaan umat Hindhu. Patung itu dipahat dengan ketelitian luar biasa karena tiada cacat sedikitpun di tiap lekukannya. Lama kupandang patung tersebut sekedar mencari bagian yang membuat harga patung ini mahal. Aku tak tahu kapan dan berapa lama patung ini berada dalam kamarku. Aku hanya tahu bahwa sekarang patung yang dibeli Mr. John Smith dengan harga 28 juta rupiah yang dikabarkan hilang itu kini ada di hadapanku. Apakah aku yang telah mengambil patung itu dari tangan Mr.John Smith? Oh…mengapa aku tidak menyadari bahwa aku ternyata seorang pencuri, tapi…kapan aku melakukannya?. Tidak seharusnya patung ini berada di rumahku atau di rumah orang-orang kaya manapun. Patung sebagai peninggalan sejarah ini layaknya berada di museum. Jika patung ini menjadi koleksi orang-orang tertentu saja, anak-anak pasti tidak akan pernah mengenal keberadaan sejarah mereka. Segera aku berlari keluar untuk menyerahkan patung ini kepada polisi. Apapun yang terjadi aku harus berani menyerahkannya.

bingung….belum ada lanjutannya

Published March 18th, 2008

artikel- Mengurai Masalah Feminim-isme Bagi Gender

Abad XVIII adalah abad yang sangat kaya akan aliran-aliran faham yang simpangsiur memenuhi alam fikiran manusia. Faham-faham ini merupakan akibat dari renaissance dan humanisme di Eropa kala itu. Manusia memiliki kesempatan untuk mengumbar apa saja yang ada dalam pemikirannya setelah berabad-abad lamanya terkekang di abad kegelapan. Berbagai penciptaan dan penemuan mulai mendapatkan tempat pengakuan yang lebih dalam struktur kemasyarakatan. Pada tahun 1763 James Watt memulakannya dengan menciptakan mesin uap. Mesin ini merupakan cikal bakal terjadinya revolusi industri di Inggris. Perubahan cara pembuatan barang-barang yang dulu dikerjakan dengan tangan manusia berubah digantikan oleh mesin. Industri besar-besaran timbul. Muncul para pemilik modal dan kaum proletar yang didominasi rakyat jelata. Pemilik modal ini berbasis materi yang dimiliki sedangkan proletar tidak. Kaum Borjuis muncul menguasai kaum buruh. Kapitalisme tumbuh pesat mengalahkan segalanya. Uang bak dewa yang banyak dipuja ketika segala sesuatunya diukur dari materi. Kapitalisme inilah yang beruntut pada kesenjangan sosial antara golongan kaya dengan golongan msikin. Penindasan dan kesewenang-wenangan kaum kapitalis mendorong munculnya kaum sosialis. Rakyat jelata dilupakan terlebih kaum buruh yang bekerja di pabrik. (more…)

Published March 17th, 2008

cerpen- Kupinang Kau Yang Kaya

 

Tasban Koncer tersenyum di kios tempat dia biasa memperbaiki sol sepatu orang-orang. Bagi lelaki dengan usia 40 tahun mungkin saat ini masih sibuk menimang-nimang anak keduanya. Tetapi bagi Tasban Koncer tidak. Belum pernah seorang pun wanita yang mampir hadir dalam hatinya mengajak membina rumahtangga. Predikat bujang lapuk kini mendekati deadline dalam kehidupannya. Ketika seorang teman menawarkan kepadanya wanita yang bisa dikawininya setelah sekian tahun pergi dari tanahnya di Pekanbaru Riau. Hidup mengelana baginya sudah biasa. Terakhir bekerja di Weleri sebagai buruh bangunan memaksanya bertahan hidup di perantauan. Begitu kontraknya habis, kembali Tasban Koncer menjalani hari-harinya sebagai pengembara yang tak tahu harus tidur dimana. Masuk dari satu masjid ke masjid lain. Itu saja karena takmir mengusir agar tidak tidur di dalam masjid. Hingga suatu ketika Tasban Koncer bertemu dengan Iskandar seorang tukang pijat di Semarang. Melalui Iskandarlah Tasban Koncer akhirnya mendaratkan pengembaraannya di kios pijat Iskandar sebagai tukang sol sepatu. Liku kehidupannya itulah yang membuat Tasban Koncer berambisi memiliki sebuah rumah sendiri. Namun semua itu baginya hanyalah mimpi. Bekerja sebagai tukang sol sepatu dengan penghasilan ala kadarnya memupuskan harapannya.

Tasban Koncer tampak gembira menyadari kesengsaraan hidupnya segera berakhir. Seorang teman menawarkannya seorang wanita. Bukan wanita tersebut yang membuat Tasban Koncer sumringah mengingat wajah wanita yang ditawarkan tidaklah rupawan. Iming-iming bahwa Tasban Koncer akan mendapatkan sebuah rumah dengan mengawini wanita tersebut yang melatarbelakangi Tasban Koncer tersenyum terus berhari-hari. Tak mengapa mendapatkan istri tak rupawan asalkan mendapatkan rumah.

(more…)

Published March 14th, 2008

resensi- CARA BARU MENGASAH OTAK DENGAN ASYIK

cara_baru_mengasah_otak.jpgJudul           : Cara Baru Mengasah Otak Dengan Asyik

Penulis       : David Gamon,Ph.D

Penerbit     : Kaifa

Tahun         : 2005

Tebal           : 292 HALAMAN

 

Penelitian otak pada dasawarsa terakhir ini marak dibicarakan. Keajaiban otak yang menyimpan misteri yang belum terungkap mengundang para ahli untuk mempelajarinya. Temuan-temuan tentang otak ini bagaikan bola salju yang terus bergulir. Salah satu yang menggulirkan bola salju tersebut adalah David Gamon. Bersama dengan Allen Bragdon seorang pendiri majalah games dan teka-teki “playspace” untuk sindikasi New York Times, David mencoba menelurkan cara baru mengasah otak dengan asyik melalui buku ini.

(more…)

Published March 13th, 2008

resensi- TIPS CEPAT MEMBUAT BLOG DENGAN WP

buku-buat-blog-jubilee.jpgJudul Buku: Trik Membuat Blog dengan WordPress

Penulis: Jubilee Enterprise

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Produksi: April, 2007


Membaca perkembangan tersebut, kali ini Jubilee Enterprise menerbitkan buku yang bertajuk Trik Cepat Membuat Blog dengan WordPress. Buku ini hadir untuk kita yang masih awam tentang cara pembuatan blog. Saat ini banyak beredar CMS gratis di internet. Kaitannya dengan dunia blog, CMS adalah aplikasi yang membantu membuat isi blog. Pada buku ini, Jubilee Enterprise mengajak kita untuk belajar membuat blog dengan WordPress. WordPress dipilih Jubilee Enterprise selain menyediakan hosting gratis untuk blog, WordPress juga kaya akan fitur-fitur seperti theme yang bisa digonta-ganti dengan pilihan yang melimpah, jumlah statistik pengunjung yang bisa kita ketahui, banyak plug-in dan sebagainya. Tata cara penggantian theme ini bisa kita temui pada bab 5 halaman 83-91 buku ini.

(more…)