Archive for the ‘Umum’


Published October 7th, 2008

Perjalanan Iman Cak Mul

Perjalanan Iman Cak Mul

Ayahnya seorang abangan penggemar keris yang menurut ingatan Cak Mul ayah jarang menjalankan salat lima waktu. Di kota kecil Jombang Jawa Timur pada tahun 1965 abangan identik dengan PNI atau PKI, sedangkan kaum santri identik dengan NU atau Muhamadiyah. Agar terlihat santri sang ayah salat Maghrib bersama di Langgar/mushola di depan rumah. (more…)

Published October 7th, 2008

reportase gaya bebas - cara E D A N menjadi penulis hebat

Preambule

“Kenapa maling selalu mengulangi perbuatannya? Karena sukses!” teriak Ikhwan Sopa (IS). Lebih tepatnya enerjik, bukan teriak. Ruangan itu mendadak sempit ketika trainer workshop EDAN ini berbicara. Langkahnya penuh, gebrak meja, menunjuk muka audiens, melempar spidol, pokoknya banyak deh atraksinya. Suaranya lantang, menggema, jelas, gamblang, tak perlu pake mik segala. Gayanya itu loh, full body moving. Pernah lihat Edy Murphy main Man In Black? Enerjiknya seperti itu kurang lebih. (more…)

Published September 15th, 2008

Komunikasi Kuncinya

Mau anak anda memiliki ketrampilan menulis sejak dini? Kunci untuk membangkitkan minat anak menulis adalah komunikasi. Komunikasi adalah aktifitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan menyampaikannya kepada orang lain sehingga mereka dapat memahami dan mengetahui maksud pikiran kita. Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan dalam peradaban manusia. Komunikasi yang baik adalah manakala terjalin hubungan timbal balik antara kedua belah pihak. Komunikasi efektif yang dilakukan secara terbuka memungkinkan anak untuk berani menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya. Anak menjadi lebih percaya diri dalam mengarungi segala bidang kehidupannya. Faktor kepercayaan diri inilah yang menjadi kunci utama mengembangkan kemampuan menulis anak.

(more…)

Published September 10th, 2008

Hadiah dari Hernowo

Mengapa harus menulis dari otak kanan dulu baru otak kiri? Itulah pertanyaan yang menggelayut dalam pikiranku ketika membaca hadiah 1 Sekolah Menulis Online. Aneh memang, kok menulis harus seperti itu.

Namun, pikiranku lalu berputar, mencoba mencari tujuan hadiah ini. Sampai akhirnya, aku teringat tentang apa yang pernah ditulis oleh Hernowo, penulis buku Mengikat Makna, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza, Quantum Reading, Quatum Writing, dan buku lainnya yang berhubungan dengan kemahiran berbahasa, khususnya tentang membaca dan menulis.

(more…)

Published September 10th, 2008

Berbuka dengan yang MANIEZ

Di bulan puasa seperti sekarang ini banyak yang mengadakan acara ‘buka puasa bersama’. Mulai dari instansi, petinggi negeri, sesama rekan seperjuangan, anggota milis sampai keluarga.

Tidak setiap orang bisa berbuka puasa bersama keluarga setiap harinya. Apalagi bila ayah dan ibu sama-sama bekerja di tempat yang saling berjauhan dan jauh dari tempat tinggal. Beban pekerjaan, kemacetan lalu lintas, jauhnya jarak tempuh terkadang membuat acara berbuka puasa terpaksa dilakukan sendiri-sendiri. Sedih? Bisa ya, bisa tidak. Bisa jadi keadaan ini justru menjadi salah satu jalan menghidupkan kembali manisnya cinta yang tertimbun rutinitas kehidupan. “Hari ini gue diajakin buka puasa bersama,” kata teman saya.

(more…)

Published September 10th, 2008

Kesempurnaan di Mataku

“Rasanya, aku sudah lupa. Terlalu banyak cerita di dalam kepalaku hingga aku bingung bagaimana aku akan menceritakannya padamu. Aku lupa caranya bercerita.”

(more…)

Published September 9th, 2008

[Renungan] Motivasi yang (Awalnya) Lemah

Setiap perbuatan yang dilakukan haruslah dengan sungguh-sungguh, tidak peduli apa pun motivasinya. Seperti apa hasil yang akan kita dapatkan, tidak perlu kita pikirkan. Berbuatlah dahulu, maka Anda dapat memetik hasilnya kapan pun Anda inginkan.

(more…)

Published September 5th, 2008

Telepon Danish

“aduh… Sita kenapa telpon melulu sih, pasti karena suka sama Danish.” Omel Danish sambil tetap saja mengakat dan menerima telepon dari Sita. “Iya… aku sekarang masih di rumah. Iya… nanti kita ketemu di Hotel PIM.” panjang lebar aku dengar Danish ngobrol dengan Sita. Aku hanya bisa tersenyum sendiri melihat tingkah laku anak lelakiku yang baru berusia 4 tahun itu. sehari itu sudah beberapa kali dia mengobrol dengan sita di telepon. Hasyim… tiba-tiba Danish bersin, secara reflek tanganku meraih kotak tisu yang sedari tadi di pegangnya. “Umi, jangan!” protes Danish. “Ini kan telepon Danish.” “Iya, maaf ya, sayangku, buju-bujuku.” sahutku, sambil pergi mengabil tisu dari atas meja, untuk mengelap ingus yang sudah hampir sampai ke mulutnya.

Published September 5th, 2008

Pelabuhan Terakhir Kehidupan

Oleh : Heri Ispriyahadi

Belum lama berselang saya kehilangan Ayahanda mertua tercinta yang telah berpulang ke rahmatullah. Ruh pun telah berpisah dengan raga. Yang tersisa hanyalah jasad yang terbujur kaku tak berdaya melakukan apa-apa. Rangkaian kegiatan dilakukan dari memandikan, menyolatkan, mengkafani dan terakhir menguburkan jenasah almarhum ayah tercinta. Tubuh yang sudah tak bernyawa mulai tercerai berai dan menyatu dengan tanah.

(more…)

Published September 5th, 2008

titian di depan mata

95% jalan penulis, terbuka.

“Terakhir, tetapi juga terpenting. Setelah bekal dan semua hal untuk menulis kamu punyai, jangan sampai lupakan tip-tip berikut ini. Meskipun tidak ada hubungannya dengan menulis, tetapi pengaruhnya besar banget terhadap penulisan….” Halaman 171 bab 13.

(more…)