.. di asep, Mbak!
“.. di asep, Mbak!” perintah teknisi itu mengakhiri serangkaian petunjuk yang dia berikan sebelumnya.
Dua kepala bergerak bersamaan kemudian berpandangan. Saya hanya bisa mengangkat bahu ketika teman saya menggerakkan alis tanda bertanya.
“Itu loh.. yang ada di sebelah kanan di klik!”
Dengan kebingungan yang terlihat jelas di wajahnya, teman saya menatap layar laptopnya dengan serius. Dibukanya matanya lebar-lebar. Dari balik lensa kaca matanya, pandangan matanya menelusuri mencari-cari yang mana yang harus di klik. Keringat tampak merembes di dahinya. Kulit wajahnya yang putih tampak memerah.
Siang yang panas. Kami sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Sudirman. Walaupun dilengkapi dengan pendingin udara namun suasana toko yang ramai dengan pengunjung membuat kesejukan di ruangan itu berkurang. Apalagi ditambah dengan kegugupan menghadapi perintah-perintah si teknisi yang sedang mengecek kerusakan laptop milik teman saya itu.
Saya mencuri pandang ke arah si teknisi. Hmmm… jangan-jangan di dalam hatinya ia sedang membenarkan anggapan bahwa perempuan itu ‘gaptek’ alias gagap teknologi mengenai hal-hal seperti ini.
Mungkin gemas menghadapi ke-gaptek-an kami berdua, si teknisi berinisiatif mengambil alih laptop dari tangan teman saya itu kemudian dengan cepat jarinya mengklik tombol.. ACCEPT.
Oalahhh… jadi yang dia maksud dengan asep itu ternyata ‘accept’
Proses selanjutnyapun berjalan dengan lancar.
“.. di asep, Mbak!”
Dengan sigap jari teman saya menggerakkan kursor ke arah tombol ‘accept’ dan.. klik! Beres sudah..


June 25th, 2008 at 12:20 pm
ha ha ha ha…. asep…
wah itu teknisinya yang gaptek dooong… masa jadi asep.. ha ha ha…
June 25th, 2008 at 1:05 pm
lita,
tulisannya secuil. tapi menggelitik urat ketawa.
sukses, anda sudah membuat saya tersenyum geli.
beli pencil
langsung diraut
cewek centil
suka kentut
hayooo… siapa tuch….