Eskalasi BBM: UKM Masih Prospektif
Siapakah yang tidak terkena imbas dari inflasi? Kenaikan harga barang yang turut diakibatkan oleh kenaikan BBM dunia ibaratkan sebuah “lingkaran setan” dan tidak memandang bulu. Banyak yang mengeluhkan usaha UKM mereka sudah tidak dapat dipertahankan, mengingat harga bahan baku sulit dijangkau dengan modal yang sedikit. Sedangkan kredit tidak diperoleh semudah yang diberitakan. Kami mencoba menelisik sejauh mana dampak ekskalasi BBM terhadap UKM, dan menemukan sebuah titik terang.
Hasan sempat terkejut ketika Rivan dari kelompok kami berkenalan dengannya. Ya, tidak ada yang lebih mengetahui dampak dari sebuah kebijakan selain para pelaku utama kegiatan ekonomi itu sendiri. Hasan memiliki cukup kualifikasi, mengingat usahanya yang telah dirintis lebih dari 10 tahun yang lalu masih tetap ramai hingga sekarang. Dengan ramah Hasan menyempatkan waktunya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kami.
Motivasi utama Hasan dalam menempuh profesi ini adalah tidak lain karena ia telah mumpuni dalam membuat sate. Ia mengurus semua proses pembuatannya sendiri, mulai dari bahan baku yang dibelinya di Pasar Induk hingga siap dijual kepada konsumen. Tentu, Hasan memiliki strategi sendiri dalam menghadapi kenaikan BBM. “Usaha ini adalah usaha pertama saya, dan semoga menjadi yang terakhir juga,” ungkapnya kepada Andre pada hari Senin (28/7) lalu.
Seberapa jauh dampak kenaikan BBM pada Hasan? Cindy berusaha merumuskan pertanyaan tersebut dalam rangkaian pertanyaan sederhana. Hasan merasa cukup beruntung karena mempergunakan arang untuk membakar sate, namun kenaikan harga bahan baku tidak dapat dielakkan. Rata-rata pengusaha UKM akan memberikan porsi yang lebih sedikit, namun Hasan tidak dapat berlaku sama.
Hasan berjualan di depan SMA Tarakanita 2, hal ini memberikan kesempatan padanya untuk beristirahat pada hari Sabtu dan Minggu. Selain itu, jumlah konsumen juga cukup banyak. Cynthia dapat menarik sebuah benang merah dari kondisi ini. Tidak mungkin Hasan mengurangi porsi sementara konsumennya adalah para remaja yang menghendaki porsi yang banyak. Pada akhirnya, Hasan memutuskan untuk menaikkan harga dengan tujuan menjaga kepuasan konsumen.
Gloriana merasa cukup terkejut atas jawaban Hasan dan mencecarnya karena penasaran. Ternyata, dampak kebijakan Hasan membuahkan tanggapan yang beragam. “Banyak yang ngeluh sih. Apa boleh buat, saya tidak ada pilihan lain,” ujarnya. Hasan memaklumi keadaan tersebut karena para pelajar yang merupakan konsumennya sehari-hari masih bergantung pada uang jajan. Akibatnya, total penjualan Hasan berkurang hingga 20%.
Selalu ada harapan dalam hati seorang Hasan. Ia tetap optimis pada usaha yang dirintisnya dari nol itu. Ketika Sunlita menanyakan pandangan Hasan mengenai kondisi usahanya saat ini, ia menjawab dengan pandangan berbinar-binar. “Usaha ini masih lancar dan menjanjikan.” Ternyata, Hasan tidak menyalahkan kebijakan pemerintah atas penurunan penjualannya. Bahkan ia terus memikirkan solusi yang lebih baik. Mari kita membangun semangat seperti Hasan dan siap menghadapi gejolak ekonomi Indonesia selanjutnya.


August 3rd, 2008 at 4:31 pm
Every cloud has its silver lining.. Jadi, bila keadaan pasca kenaikan BBM adalah ‘awan gelap’ mari kita berusaha mencari ‘garis perak’nya. Daripada terus menerus mengeluhkan dampak kenaikan BBM, mari kita tiru Hasan. Tetap semangat dan bangun optimisme untuk menghadapi hari esok
August 3rd, 2008 at 9:23 pm
Betul betul, saya setuju! Khususnya Hasan, yang telah turut membantu, kalau tidak saya bisa kesulitan mengerjakan tugas itu (yah karena tugasnya tidak boleh mewawancarai orang yang sudah dikenal, sedangkan saya tidak bisa pergi-pergi..)
August 4th, 2008 at 11:14 am
luar biasa sun. tulisan ini sudah bukan lagi “reportase” main-main. strukturnya jelas banget, aliran kata maupun kalimat semakin membuat “iri” sal.
senyum kecut saat membaca paragraf awal. lingkaran setan. enak juga tuch si setan, bisa tenar seketika. gimana tidak? setiap saat dipakai terus ungkapan “lingkaran setan”.
cerdik juga, telah memakai “system kredit” untuk menginformasikan siapa pelaku -interogator- nya. rivan, gloriana dan sun sendiri tentunya.
hati-hati loh, gaya tulisan sun yang semakin bagus ini bisa sal amati diam-diam untuk kemudian sal curi teknisnya. waspadalah, sal menguntit setiap postingan sun di blog ini.
August 4th, 2008 at 4:56 pm
Saya melihat keruntutan tutur dari penulisnya dalam tulisan ini; Oke banget. Tapi sayangnya, data2 yang bisa menunjang kenapa sosok Hasan bisa mengatakan “Usaha ini masih lancar dan menjanjikan.” kurang kuat.
Penulis perlu mengeksplorasi lagi, hingga bagaimana dengan menurunnya bisnis sampe 20 persen, tetap bisa membuatnya survive dan yakin usaha tersebut tetep lancar. Inget lho Friend, 20 persen bukan angka yang kecil, dan ini bisa memotong seluruh akses kegembiraan yang dimiliki oleh pengusaha tersebut.