Hadiah Kejutan
Cerita 100 kata
“Kok lama sekali?” tanya Ibu.
“Iya, maaf. Tadi Tana main Timezone dulu, main kuda-kudaan,” Ayah membela Tana, adik Renata yang bersembunyi di balik kemejanya.
“Aduh Pak, ekonomi lagi begini kok malah main terus. Kan mahal!”
Saat itu Renata menghampiri ibunya dan berkata, “Ibu! Rena mau diet, olah raga.. Hadiah ulang tahun Rena besok, sepeda statis saja ya?”
“Walah! Renaa.. Ini anak malah minta macem-macem aja!” sahut Ibu frustasi. Lama ia berpikir sebelum menambahkan,”aha! Ibu punya ide.”
Esok harinya, Renata membuka hadiah kejutan dari orang tuanya.
“Lho! Kok odong-odong!” sahut Renata kaget.
“Kan mau olah raga! Sekalian goes adikmu juga ya!”


July 4th, 2008 at 7:58 am
Ibu yang pintar, pemikiran kreatif si penulis, sepertinya penulis akan menjadi ibu yang cerdik dan sayang dengan keluarganya
BRAVO
July 4th, 2008 at 9:26 am
tanggung amat odong-odong. becak tuch, baru mantab!
July 4th, 2008 at 10:03 am
Kok odong-odongnya cuma satu? kenapa gak empat? Kan bisa di sewa-in ke teman-teman Renata. Memupuk jiwa enterpreneurship sejak kecil
July 4th, 2008 at 1:16 pm
Itu sebenernya adapted from a true story..
@Kania: selain pintar juga sadis tentunya..
@Sal: wuedeeeyy tega amaaad, betisku bisa segede apa nanti?
@lita: kan satu odong-odong atasnya ada empat.. boleh tuh sekalian bawa keliling komplek..
August 6th, 2008 at 9:13 pm
Saya nggak nyambung, kenapa anak diajak main di Time Zone, kemudian main kuda-kudaan terus minta sepeda statis? Apa hubungannya? Lalu kenapa ide ibu ngasih odong-odong? Serba nggak jelas. Kejutan yang tidak mengejutkan.