<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Jangan Remehkan Perkara Kecil</title>
	<atom:link href="http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil</link>
	<description>Komunitas PENULIS HEBAT</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 09:47:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Kinoysan</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil#comment-620</link>
		<dc:creator>Kinoysan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 05:28:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=335#comment-620</guid>
		<description>Dear Estu,

tulisan ini juga mengingatkan saya pada tulisan Pintu-nya Fira Basuki. Lepas dari anda mengikuti gaya Fira atau enggak, tulisan ini menarik tapi mestinya dikasih terjemahan ya... yang bahasa Jawa ngerti sih nggak masalah, yang nggak ngerti pasti bingung. Terus lagi, jadilah diri sendiri dalam menulis...

Kinoysan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Estu,</p>
<p>tulisan ini juga mengingatkan saya pada tulisan Pintu-nya Fira Basuki. Lepas dari anda mengikuti gaya Fira atau enggak, tulisan ini menarik tapi mestinya dikasih terjemahan ya&#8230; yang bahasa Jawa ngerti sih nggak masalah, yang nggak ngerti pasti bingung. Terus lagi, jadilah diri sendiri dalam menulis&#8230;</p>
<p>Kinoysan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lita</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil#comment-561</link>
		<dc:creator>lita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 07:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=335#comment-561</guid>
		<description>Membaca posting-an diatas mengingatkan saya pada 'Pintu'-nya Fira Basuki. Kok belum ada yang posting dengan menggunakan bahasa daerah selain bahasa Jawa ya?
Sekalian belajar gitu loh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca posting-an diatas mengingatkan saya pada &#8216;Pintu&#8217;-nya Fira Basuki. Kok belum ada yang posting dengan menggunakan bahasa daerah selain bahasa Jawa ya?<br />
Sekalian belajar gitu loh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salwangga</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil#comment-560</link>
		<dc:creator>salwangga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 03:51:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=335#comment-560</guid>
		<description>artinya....

tulisan "jawa" kutipan dari estu:

Jangan kamu menganggap bisa mberesi pekerjaan besar atau berharap datangnya pekerjaan besar, karena pekerjaan besar itu jarang datangnya. Yang sering mengganjalmu itu pekerjaan yang kecil-kecil.

Kamu jangan meremehkan pekerjaan yang kecil-kecil itu, karena kalau kamu belum terbiasa mengerjakan pekerjaan yang mudah, bagaimana caramu akan menyelesaikan pekerjaan yang sulit.

Awal segala sesuatu yang ketemu ditanganmu, jalanilah dengan sungguh-sungguh dari dalam hari suci. Atas-namakan kehendak Tuhan, karena tidak ada pekerjaan di dunia ini yang bukan dari kehendak Tuhan, meskipun yang kelihatannya sepele sekalipun (serat, sasangka jati)


tulisan salwangga,

Dari mana asal dan tujuan hidup
Senantiasa memberikan peringatan
Kepada yang ditakdirkan menjadi manusia
Untuk hidup di alam dunia

Bukan sekedar kaki yang melangkah
Bukan sekedar tangan yang melambai
Bukan sekedar bibir manis yang mengucap nasehat
Bukan sekedar telinga yang mendengar

Segala sesuatu yang telah terjadi sudah ada takdirnya
Begitu juga jalan hidup manusia yang satu dengan lainnya
Semua sudah ada dalam kehendak-Nya
Tergantung, bagaimana cara manusia menyikapi dan menjalani

Segala macam masalah ataupun persoalan, yang membuat resah hati
Bisa menjadi awalan/pembuka tidak bisa-nya menggunakan akal pikiran
Itu bukan semata-mata dari Tuhan
Tapi, akibat dari kelakuan manusia itu sendiri. Yang sering salah.
Karena tidak mentaati aturan yang sudah ditetapkan di jalanmu (manusia)

Segala salah dan lupa sudah sifat manusia
Goblok bin tolol, begitu juga
Dan,
Yang selalu benar, hanya Tuhan.
(maksud dari paragraph terakhir : untuk bisa menjadi benar, manusia harus “merapat” kearah Tuhan)

Coretan, salwangga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artinya&#8230;.</p>
<p>tulisan &#8220;jawa&#8221; kutipan dari estu:</p>
<p>Jangan kamu menganggap bisa mberesi pekerjaan besar atau berharap datangnya pekerjaan besar, karena pekerjaan besar itu jarang datangnya. Yang sering mengganjalmu itu pekerjaan yang kecil-kecil.</p>
<p>Kamu jangan meremehkan pekerjaan yang kecil-kecil itu, karena kalau kamu belum terbiasa mengerjakan pekerjaan yang mudah, bagaimana caramu akan menyelesaikan pekerjaan yang sulit.</p>
<p>Awal segala sesuatu yang ketemu ditanganmu, jalanilah dengan sungguh-sungguh dari dalam hari suci. Atas-namakan kehendak Tuhan, karena tidak ada pekerjaan di dunia ini yang bukan dari kehendak Tuhan, meskipun yang kelihatannya sepele sekalipun (serat, sasangka jati)</p>
<p>tulisan salwangga,</p>
<p>Dari mana asal dan tujuan hidup<br />
Senantiasa memberikan peringatan<br />
Kepada yang ditakdirkan menjadi manusia<br />
Untuk hidup di alam dunia</p>
<p>Bukan sekedar kaki yang melangkah<br />
Bukan sekedar tangan yang melambai<br />
Bukan sekedar bibir manis yang mengucap nasehat<br />
Bukan sekedar telinga yang mendengar</p>
<p>Segala sesuatu yang telah terjadi sudah ada takdirnya<br />
Begitu juga jalan hidup manusia yang satu dengan lainnya<br />
Semua sudah ada dalam kehendak-Nya<br />
Tergantung, bagaimana cara manusia menyikapi dan menjalani</p>
<p>Segala macam masalah ataupun persoalan, yang membuat resah hati<br />
Bisa menjadi awalan/pembuka tidak bisa-nya menggunakan akal pikiran<br />
Itu bukan semata-mata dari Tuhan<br />
Tapi, akibat dari kelakuan manusia itu sendiri. Yang sering salah.<br />
Karena tidak mentaati aturan yang sudah ditetapkan di jalanmu (manusia)</p>
<p>Segala salah dan lupa sudah sifat manusia<br />
Goblok bin tolol, begitu juga<br />
Dan,<br />
Yang selalu benar, hanya Tuhan.<br />
(maksud dari paragraph terakhir : untuk bisa menjadi benar, manusia harus “merapat” kearah Tuhan)</p>
<p>Coretan, salwangga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antonmswardhana</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil#comment-556</link>
		<dc:creator>antonmswardhana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 13:14:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=335#comment-556</guid>
		<description>huaduh..  terjemahannya dong, please (^-^)

bagi saya, rasanya pendapat mas estu dan mas/mbak salwangga sama benarnya. 
bagi manusia normal kayak saya, masalah adalah sesuatu yang sering muncul  padahal, masalah tidak perlu terjadi bila saya ngga meremehkan perkara kecil. tapi intinya masalah itu ada dan mengganggu.
sementara itu  bagi yang mampu tulus berbaiksangka pada Gusti Allah, maka seharusnya ngga perlu ada masalah yang bisa menyusahkan hati.

jadi saya rasa, semua kembali ke ikhlas. kalau kita ikhlas, semua perkara baik besar kecil kita kerjakan/tuntaskan dengan sebaik-baiknya sehingga masalah ngga perlu ada, kalau pun ada juga, masalahnya ngga terlalu menyusahkan hati kita. meskipun masalahnya ngga bikin kita susah, bisa jadi menyusahkan orang atau bagian lain, sehingga tetap harus ditangani dengan baik.. ini kembali lagi ke awal, jangan meremehkan perkara kecil.
nah kalo ujung dan pangkalnya didapat, mungkin kalo berdoa kita bingung mau ngadu apa mau minta apa wong tampaknya sudah "ditangani" semua.. yang ada hanya hati yang penuh bersyukur dan malah berdoa buat orang lain yang memerlukan.

teorinya begitu.. tapi terus terang saya sendiri belum bisa melaksanakan..
*gubrak*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huaduh..  terjemahannya dong, please (^-^)</p>
<p>bagi saya, rasanya pendapat mas estu dan mas/mbak salwangga sama benarnya.<br />
bagi manusia normal kayak saya, masalah adalah sesuatu yang sering muncul  padahal, masalah tidak perlu terjadi bila saya ngga meremehkan perkara kecil. tapi intinya masalah itu ada dan mengganggu.<br />
sementara itu  bagi yang mampu tulus berbaiksangka pada Gusti Allah, maka seharusnya ngga perlu ada masalah yang bisa menyusahkan hati.</p>
<p>jadi saya rasa, semua kembali ke ikhlas. kalau kita ikhlas, semua perkara baik besar kecil kita kerjakan/tuntaskan dengan sebaik-baiknya sehingga masalah ngga perlu ada, kalau pun ada juga, masalahnya ngga terlalu menyusahkan hati kita. meskipun masalahnya ngga bikin kita susah, bisa jadi menyusahkan orang atau bagian lain, sehingga tetap harus ditangani dengan baik.. ini kembali lagi ke awal, jangan meremehkan perkara kecil.<br />
nah kalo ujung dan pangkalnya didapat, mungkin kalo berdoa kita bingung mau ngadu apa mau minta apa wong tampaknya sudah &#8220;ditangani&#8221; semua.. yang ada hanya hati yang penuh bersyukur dan malah berdoa buat orang lain yang memerlukan.</p>
<p>teorinya begitu.. tapi terus terang saya sendiri belum bisa melaksanakan..<br />
*gubrak*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salwangga</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/jangan-remehkan-perkara-kecil#comment-555</link>
		<dc:creator>salwangga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=335#comment-555</guid>
		<description>sangkan paraning dumadi
tansah ngawehi pineling
mring tinitah manungsa
gesang ana alam donya

dudu sikil kumlaku
dudu tangan kemlambe
dudu lambe klemis kemucap
dudu kuping kemrungu

sak kabehing lelampahan wis ginaris
semana uga titianing urip siji lan sijine
kabeh wus ana pesthine
gumantung caramu anggone laku

masalah sing gawe ramening ati
mbabahi sepining pikir
dudu seka Gusti
nanging seka pokalmu sing kleru
ora tumiti ana margimu

klenta klentu sipating menungsa
cubluk blekuthuk, semana uga.
dene,
sedaya kaleresan, mung kagungane Gusti

serat, salwangga

hayooo, mudheng ora....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangkan paraning dumadi<br />
tansah ngawehi pineling<br />
mring tinitah manungsa<br />
gesang ana alam donya</p>
<p>dudu sikil kumlaku<br />
dudu tangan kemlambe<br />
dudu lambe klemis kemucap<br />
dudu kuping kemrungu</p>
<p>sak kabehing lelampahan wis ginaris<br />
semana uga titianing urip siji lan sijine<br />
kabeh wus ana pesthine<br />
gumantung caramu anggone laku</p>
<p>masalah sing gawe ramening ati<br />
mbabahi sepining pikir<br />
dudu seka Gusti<br />
nanging seka pokalmu sing kleru<br />
ora tumiti ana margimu</p>
<p>klenta klentu sipating menungsa<br />
cubluk blekuthuk, semana uga.<br />
dene,<br />
sedaya kaleresan, mung kagungane Gusti</p>
<p>serat, salwangga</p>
<p>hayooo, mudheng ora&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
