Kamu dan kamu (puisi)
saat beban di pundak tak lagi kuat kau panggul
Dan kau hanya ingin diam
tertunduk lesu di harimu yang biru
Dan kau tunggu mukjizat memanggul bebanmu dan menggendong dirimu
sampai kau tak lagi lesu dan harimu tak lagi biru
Sambil kau menunggu
sesekali pejamkan matamu sampai hanya gelap saja yang kau lihat
sambil menahan air matamu yang akan runtuh
Bangun imajenasimu
Kembalilah ke masa lalu
Bayangkan kala kau baru beberapa puluh bulan menatap dunia
saat kakaimu belum begitu kuat menahan berat tubuhmu
Dan kau belum tahu bumi ini bukan dunia cuma-cuma pemberi hadiah
tanpa harus bertarung lelah
kau yang polos itu dengan keterbatasan dan lemahmu
tak juga mau mengalah saat harus jatuh berulang kali
hanya demi bisa melangkah tegak seperti manusia lain yang kau lihat
menagis bukan musuhmu
lelah juga bukan halangan untukmu
kamu tak pernah surut untuk sekali lagi mencoba
sampai langkah itu kau buat
Sekarang ingtakah kamu
Tak mungkin kamu kalah dengan makhluk lemah dalam benakpun itu
Kamu tak mungkin kalah dengan dirimu sendiri


March 10th, 2008 at 9:55 am
wah puisinya bikin semangat banget nih
March 10th, 2008 at 6:08 pm
Puisinya bagus,
btw yg dimaksud dengan “Kau” itu siapa sih ?
October 19th, 2008 at 12:10 pm
Puisinya oke punya cing…kapan situ bisa ngisi buat situs puisiku….Kita tukar link,mau gak?