<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Karena Pengasuhan Bukan Penampungan</title>
	<atom:link href="http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan</link>
	<description>Komunitas PENULIS HEBAT</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:07:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Lizsa Anggraeny</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan#comment-521</link>
		<dc:creator>Lizsa Anggraeny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 13:02:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=283#comment-521</guid>
		<description>Dear Sri, Lita, Kinoy, Sal
Thanks... smua masukan dibungkus rapi.

Salam
http://aishliz.multiply.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Sri, Lita, Kinoy, Sal<br />
Thanks&#8230; smua masukan dibungkus rapi.</p>
<p>Salam<br />
<a href="http://aishliz.multiply.com" rel="nofollow">http://aishliz.multiply.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salwangga</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan#comment-515</link>
		<dc:creator>salwangga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 04:18:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=283#comment-515</guid>
		<description>tulisan liza kali ini, lebih mirip penggalan cerita. ibarat makanan, baru ambil secuil eh, habis. bikin penasaran.

touch-hearth. menyentuh hati, maksunya. bener gak inggrisku?

kayaknya, cocok berkolaborasi dengan mbak kinoysan. menulis skenario drama yang "mendayu-dayu" hingga menguras air bak mandi (ups, air mata maksudnya).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan liza kali ini, lebih mirip penggalan cerita. ibarat makanan, baru ambil secuil eh, habis. bikin penasaran.</p>
<p>touch-hearth. menyentuh hati, maksunya. bener gak inggrisku?</p>
<p>kayaknya, cocok berkolaborasi dengan mbak kinoysan. menulis skenario drama yang &#8220;mendayu-dayu&#8221; hingga menguras air bak mandi (ups, air mata maksudnya).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kinoysan</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan#comment-504</link>
		<dc:creator>Kinoysan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 11:02:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=283#comment-504</guid>
		<description>Dear Lizsa,

judulnya kurang menarik, tapi kisahnya menyentuh bisa lebih bikin orang nangis lagi kalau eksplorasi dramanya kuat. 

Sedikit catatan, kadang-kadang penulis perlu lebih menyikapi segala sesuatu dengan seimbang, agar tak ikut terbawa arus lalu tanpa sadar 'ngejudge' tokoh tertentu di dalam tulisannya sendiri.

Kinoysan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lizsa,</p>
<p>judulnya kurang menarik, tapi kisahnya menyentuh bisa lebih bikin orang nangis lagi kalau eksplorasi dramanya kuat. </p>
<p>Sedikit catatan, kadang-kadang penulis perlu lebih menyikapi segala sesuatu dengan seimbang, agar tak ikut terbawa arus lalu tanpa sadar &#8216;ngejudge&#8217; tokoh tertentu di dalam tulisannya sendiri.</p>
<p>Kinoysan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lita</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan#comment-500</link>
		<dc:creator>lita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 01:27:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=283#comment-500</guid>
		<description>So touched...
Sekedar masukan, paragraf tiga baris ke-empat:
.. Tegar menjalani peran ibu tunggal bagi dua bocah cilik.
Bagaimana kalau 'ibu tunggal' diganti dengan 'orangtua tunggal' (single parent)? Kalau 'ibu tunggal' kesannya ada 'ibu dua', 'ibu tiga' dst.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>So touched&#8230;<br />
Sekedar masukan, paragraf tiga baris ke-empat:<br />
.. Tegar menjalani peran ibu tunggal bagi dua bocah cilik.<br />
Bagaimana kalau &#8216;ibu tunggal&#8217; diganti dengan &#8216;orangtua tunggal&#8217; (single parent)? Kalau &#8216;ibu tunggal&#8217; kesannya ada &#8216;ibu dua&#8217;, &#8216;ibu tiga&#8217; dst.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sri wahyuni</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/karena-pengasuhan-bukan-penampungan#comment-499</link>
		<dc:creator>sri wahyuni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 00:49:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=283#comment-499</guid>
		<description>Pedih memang jika sudah terlanjur cinta dengan mata mungil tanpa dosa terengut tiba-tiba. Firman Allah memang selalu benar. Dalam bermuamalah dengan manusia kita harus tetap menerapkan prinsip hitam di atas putih. 
InsyaAllah, Allah akan memberi engkau yang terbaik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pedih memang jika sudah terlanjur cinta dengan mata mungil tanpa dosa terengut tiba-tiba. Firman Allah memang selalu benar. Dalam bermuamalah dengan manusia kita harus tetap menerapkan prinsip hitam di atas putih.<br />
InsyaAllah, Allah akan memberi engkau yang terbaik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
