KOPDAR PENULISLEPAS.COM
Dipelopori oleh Jonru, founder’s penulislepas.Com dan owner Sekolah-Menulis Online, pada hari Jum’at tanggal 20 Juni 2008 para penulis yang bergabung dengan milis tersebut menghadiri acara Kopdar (Kopi darat) di Cippes Resto and Sea Food, Tebet Jakarta Selatan. Acara yang digelar selama hampir tiga jam dimulai dari jam 19.00 s/d 21.45 WIB menjadi ajang diskusi yang menarik seputar dunia kepenulisan. Acara ini disambut hangat oleh kalangan anggota milis penulislepas.com. Mereka sangat antusias untuk bertemu langsung dengan Jonru yang selama ini dikenal hanya dari dunia maya. Kesempatan yang langka ini tentu tidak disia-siakan. Terlebih dalam acara kopdar ini hadir pula Ariyanto MB, penulis produktif yang karyanya sudah banyak menghiasi rak toko-toko buku. Kehadiran Ariyanto MB untuk berbagi kiat menjadi full time writer.
Acara yang dikemas dengan diskusi yang santai sambil menikmati lezatnya makanan yang disediakan Cippes Resto and Sea Food berjalan sangat mengesankan. Para penulis mendapat kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menimba ilmu dari para pakar di bidang kepenulisan. Kopdar dihadiri oleh sekitar 20 orang baik yang berprofesi sebagai penulis maupun mereka yang tertarik dengan dunia kepenulisan. Ternyata latar belakang mereka yang hadir bermacam-macam. Pekerjaan mereka bervariasi dari yang menggeluti bidang yang ada kaitannya dengan dunia kepenulisan seperti penerbit buku sampai bidang-bidang yang jauh dari dunia tersebut. Seperti saya sendiri yang berasal dari dunia perbankan. Ada pula yang bekerja di otomotif, asuransi maupun pegawai negeri. Hal ini menunjukkan bahwa dunia kepenulisan digemari siapa saja. Siapapun bisa berkiprah di bidang ini.
Tepat jam 19.30 acara dimulai, terlambat 1 jam dari yang dijadualkan. Pada saat acara dimulai sudah hadir di tengah-tengah komunitas penulis lepas com, Ariyanto MB dan Jonru. Kehadiran kedua pakar jelas menjadi daya tarik acara Kopdar sehingga para peserta yang tinggalnya cukup jauh dari Tebet hadir dalam acara ini.
Dipimpin oleh M. Husni yang bertindak sebagai moderator acara diskusi dimulai. Pada awalnya kedua pakar Jonru dan Ariyanto MB berbagi pengalaman bagaimana mereka bersentuhan dengan dunia kepenulisan. Mengalir dengan runtut kisah yang mengagumkan dari kedua bibir sang pakar kepenulisan. Ariyanto memaparkan perjuangan dia bergelut dengan dunia kepenulisan. Berbagai lakon dalam hidupnya sudah dijalaninya dari seorang dosen, pengusaha bakso, dunia penerbitan dan bidang usaha lainnya yang bisa dibilang gagal. Kegagalan demi kegagalan tidak melemahkan semangatnya untuk terus berjuang. Akhirnya dia beralih menjadi full time writer, bidang yang digemarinya sejak kanak-kanak.
Dunia kepenulisan juga tidak dilalui Ariyanto MB dengan mulus. Penolakan-penolakan penerbit pada tulisan-tulisan yang dikirimkannya tidak membuat dia putus asa. Berjuang dan berjuang yang ada dalam kamusnya. Betapa kerasnya perjuangan untuk menembus penerbit sampai-sampai dia bernazar kalau buku karya pertama kalinya diterbitkan royaltinya akan disumbangkan kepada anak yatim. Ternyata ucapan nazar tersebut sebagai pembuka pintu rezeki. Buku-buku hasil karya berikutnya malah sudah diterbitkan dan menjadi buku yang banyak digemari berbagai kalangan. Begitu berhasil tembus ke penerbit keadaan menjadi berbalik, saat ini para penerbit yang lebih membutuhkannya. Order mengalir deras dari penerbit untuk membuat buku-buku yang lagi menjadi tren. Keberhasilan inilah yang membulatkan tekatnya untuk menjadikan dunia kepenulisan sebagai gantungan hidup untuk menafkahi keluarganya. Saat ini sudah puluhan buku dihasilkan oleh Ariyanto MB dan menjadikannya termasuk dalam jajaran penulis yang produktif.
Kisah menarik lainnya digulirkan oleh Jonru. Kesenangannya dengan dunia kepenulisan dan komputer telah mengantarkan dia sebagai penulis yang dikenal dengan tulisan-tulisannya di internet. Walau belum banyak buku yang dihasilkannya, banyak kalangan mengakui tulisan-tulisan Jonru dinilai sangat baik. Bahkan kualitas tulisannya yang sangat baik di bidang komputer membuat banyak kalangan yang menduga dia sebagai pakar yang sangat ahli di bidang komputer. Padahal latar belakang pendidikan Jonru sangat jauh dari dunia komputer, dia seorang sarjana ekonomi. Kesemuanya itu bermula dari keahliannya meramu kata-kata dalam tulisan-tulisannya di internet ditambah hobinya yang menggandrungi hal-hal yang berkaitan dengan komputer. Tulisan-tulisannya membanjiri internet tidak hanya di bidang komputer namun sudah merambah bidang-bidang lainnya. Kegemarannya pada dunia kepenulisan terbukti dengan menggagas berdirinya sekolah menulis online dan forum penulislepas.com. Keahliannya dalam mengolah kata telah menarik minat banyak kalangan untuk belajar menulis dengannya.
Bagi saya yang baru menerjuni dunia kepenulisan banyak sekali pelajaran yang saya petik dari acara ini. Pertama, bergabung dengan milis penulislepas.com dan ikut menjadi siswa menulis online menjadi sarana untuk memperluas jaringan silaturahmi. Kedua, saya bisa menyerap seperti apa lika liku yang terjadi pada dunia kepenulisan yang sampai saat ini masih abstrak dalam pikiran saya. Ternyata, luar biasa banyak hal bisa saya pelajari bagaimana kiat-kiat yang harus ditekuni kalau kita sudah menasbihkan diri untuk menjadi penulis. Tidak ada kata menyerah bagi seorang penulis. Yang ada adalah tekat untuk selalu berjuang menghasilkan tulisan-tulisan yang bermakna. Satu hal yang patut digaris bawahi adalah kalau ingin jadi penulis ya dimulai dengan menulis.
Pengalaman mengalami kebangkrutan dalam berbagai bisnis yang digelutinya, malah menjadi sumber inspirasi bagi Ariyanto MB untuk menghasilkan tulisan-tulisan menarik. Kemampuannya meramu buku-buku bisnis dengan menimba dari pengalaman hidupnya telah mengantarkan Ariyanto MB selain dikenal sebagai penulis juga konsultan bisnis yang populer. Dengan keahliannya tersebut, Ariyanto telah berkeliling berbagai kota di pelosok tanah air dengan gratis. Banyak pihak mengundangnya untuk mendengarkan ceramahnya baik sebagai konsultan bisnis atau bedah buku hasil karyanya. Seiring dengan popularitasnya yang semakin meningkat mendorong banyak pihak menawarkannya untuk bergabung dalam bisnis mereka. Diantaranya menjadi direktur pada penerbitan koran padahal belum pernah sekalipun berpengalaman menjadi wartawan.
Dalam acara tersebut, para peserta juga beruntung mendapatkan kiat-kiat yang untuk menulis buku. Salah satu yang sangat menginspirasi saya pribadi adalah kedisiplinan untuk menyisihkan waktu setiap harinya untuk menulis. Paling tidak kita musti menyisihkan 30 menit untuk menulis. Walau waktunya hanya pendek tetapi kalau kita disiplin melakukannya niscaya akan membawa kita menjadi penulis yang produktif. Jangan takut kehabisan ide tulisan, apapun yang ada disekitar kita bisa diangkat menjadi sumber inspirasi untuk diangkat sebagai tema tulisan.
Penjelasan Jonru yang melekat pada hati peserta adalah pekerjaan menulis harus disikapi dengan rasa cinta. Apapun kalau kita sudah cinta, setiap pekerjaan akan kita lakukan dengan sepenuh hati. Dapat diillustrasikan seorang pemuda yang jauh cinta pada seorang gadis akan mempertaruhkan apapun demi merebut cintanya. Demikian pula, kalau kita sudah mencintai pekerjaan menulis, pasti kita akan mengerahkan segala dan upaya agar dapat mencapai cita-cita kita untuk menjadi penulis. Saking cintanya dengan menulis Ariyanto MB dan Jonru menggambarkan menulis seolah-olah sudah menjadi bagian hidupnya. Menulis sudah seperti kebutuhan untuk makan. Apabila sehari tidak menulis badannya merasa ada yang tidak beres.
Penjelasan-penjelasan yang mengalir dengan runtun dan menarik merangsang para peserta untuk menggali lebih jauh seputar dunia kepenulisan dari dua orang pakar penulis tersebut. Berbagai pertanyaan pun bermunculan dalam acara tersebut. Diantaranya adalah bagaimana mengatasi rasa kurang percaya diri dalam menulis, mengkikis habis rasa malas, membangun kredibilitas seorang penulis, menumbuhkan motivasi, menyusun buku yang diharapkan akan menjadi best seller dan masih banyak pertanyaan lain. Kalau moderator tidak membatasi waktu acara tersebut mungkin masih banyak pertanyaan lain yang akan dilontarkan oleh para peserta.
Mengingat restoran Ceppes akan tutup dan waktu juga sudah menunjukkan jam 12.45 WIB maka acara kopdar diakhiri. Pertemuan-pertemuan selanjutnya akan ditindak lanjuti dan direncanakan akan rutin dilaksanakan setiap bulan sekali. Diharapkan pada pertemuan berikutnya peserta Kopdar yang hadir semakin banyak. Tidak menutup kemungkinan ke depan apabila forum kopdar ini semakin banyak peminatnya maka direncanakan akan dihadirkan para penerbit buku maupun redaktur koran atau majalah. Kehadiran mereka diharapkan akan menjadi mesin motivator yang kuat dan memacu adreanalin para penulis untuk menghasilkan karya-karyanya. Semoga


June 23rd, 2008 at 8:18 am
Laporan yang cukup membuat saya ‘iri’. Bila direncanakan akan menjadi acara rutin, mudah-mudahan waktu pelaksanaannya tidak melulu pada malam hari.
June 23rd, 2008 at 8:53 am
reportase ini semakin muantab kalau desi anwar yang bawakan. tapi, sayang. penulis lepas belum ada tvnya.
saya langsung teringat ucapan ali ra dalam satu-satunya kitab beliau tulis -nahj al balaghh :
“kehidupan memang gelap tanpa keingingan,
dan semua keinginan adalah buta tanpa ilmu,
dan semua ilmu adalah kosong tanpa kerja,
dan semua kerja adalah hampa tanpa cinta.
hmmm, aku cinta menulis.
ya, benar. aku tidak mau hidupku gelap.
aku harus menulis.
karena aku memang cinta menulis.
June 23rd, 2008 at 9:04 pm
terima kasih banyak Pak Hery atas new featurenya… serasa berada di TKP
June 25th, 2008 at 11:50 am
Semakin lama jadi semakin tahu ciri khas penulisan Pak Heri…
(huah, akhirnya berhasil menahan diri untuk nggak nyontek.. ha ha ha ha!! becandaa becandaa..)
ngomong-ngomong ini news feature apa straight news?
saya pikir tadinya ini straight news?
June 25th, 2008 at 5:07 pm
Terima kasih rekans atas komentarnya.
Kalau menurut saya sih ini straight news karena saya hanya melaporkan apa adanya (itu sih kata guru menulis kita he..he..). News features katanya (he..he.. berlindung dibawah mentor) kan cerita sebenarnya hanya dilengkapi dengan sajian fiksi.