Masih ada bintang di langit
Awalnya saya tak menyadari hanya merasa sedikit heran mengapa hampir setiap hari secara bergantian teman-teman se-genk saya meminta tolong ini dan itu. Mulai dari minta diajarkan program komputer, datang ke rumah minta tanaman hias sampai minta ditemani makan bakso. Di akhir minggu itu saya baru menyadari maksud mereka yang sebenarnya. Setelah saya ingat-ingat, keseluruhan pembicaraan kami berbelok ke satu topik : kenapa saya seolah menjauh dari mereka.
Saya memang sedang menghadapi masalah yang sayangnya tidak bisa saya ceritakan. Sungguh saya tidak mengira mereka akan menyadari perubahan sikap saya. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin bersikap biasa-biasa saja dihadapan mereka. Tetap bercanda, tertawa, cengar-cengir. Hanya saja di saat-saat saya merasa tidak mampu menatap hari, saya memang memilih bersembunyi dalam kesendirian.
“Elo emang ketawa-ketiwi tapi pikiran Lo gak ada disini,” begitu yang mereka katakan. Ada perasaan haru yang mencubit-cubit hati saya. Apakah saya akan bisa menyadari bila salah satu dari raga mereka ada bersama saya namun jiwa mereka berkelana entah kemana?
Mungkin tak ada lagi pelangi. Fajarpun tak lagi membawa semangat baru. Langit malam gelap tanpa rembulan. Namun masih ada bintang di langit. Walau hanya berkerlip samar di kejauhan dan tak mampu menemani dalam kesunyian.


June 19th, 2008 at 11:43 am
tulisan pendek, tapi mengena. penggambaran suasana hati sedang menyembunyikan sesuatu agar tidak merusak keceriaan teman. tapi, genk wanita tetaplah genk. bukan sekedar tukang ngumpul. si empunya “perasaan halus” ternyata lebih peka terhadap situasi alam sekitar. termasuk teman tentu saja.
jangan sembunyikan. berbagilah, meskipun lewat tulisan.
membiarkannya mengendap, hanya akan semakin terendam di alam bawah sadar. justeru bahaya bila sewaktu-waktu muncul pada saat tidak diinginkan.
wah… ini ngomentari apa menjadi lawan tokoh cerita nich ?
June 19th, 2008 at 12:27 pm
adukan dan suarakan semuanya…
karena hal itu perlu…
karena kita manusia
asyik, aku suka cerita yang pendek, ga cape bacanya
June 19th, 2008 at 6:36 pm
Buat Mas Salwangga dan Mba’ Kania, terima kasih atas komentarnya
June 20th, 2008 at 7:37 am
Duh.. Lita sedihnya aku jadi terharu menyimak cerita ini. Sudahlah semua masalah pasti ada solusinya. jangan kita tenggelam dengannya. jadikan hiasan dalam hidup ini. Anyway good story lita.
June 21st, 2008 at 2:26 pm
Kalau lita tidak ingin share kepada teman-teman se-genk ya tidak apa, tapi bilanglah kepada mereka, sehingga mereka juga tidak bingung. Ujung-ujungnya malah bisa salah paham nanti..
Kurasa teman-teman se-genk lita juga akan menghargai keputusan lita untuk tidak menceritakan segalanya.
@Kania… Waaaaah, lain kali harus kusunat jumlah kata dalam karya-karyaku nih.. he he he…. lol.