Membacalah apa saja
Sejak menetap di Yunani sulit mendapatkan buku bacaan yang bisa dibaca, baik itu buku berbahasa Inggris apalagi buku berbahasa Indonesia yang tidak mungkin didapatkan di negeri asal suami ini. Buku berbahasa Inggris harus dipesan dulu ke toko buku dan toko buku inipun adanya di Athena yang berjarak 40 km dari Megara; lokasi tempat kami tinggal.
Saya membeli buku dengan cara memilih buku di toko buku online, kemudian memesan buku melalui telepon dengan cara menyebutkan kode isbn buku. Harga buku yang dipesan melalui toko buku Papasotiriou milik orang Yunani ini, harganya bisa dua kali lipat lebih jika dibandingkan memesan buku melalui amazon.com. Saya pernah membeli buku di amazon.com ketika butuh beberapa referensi saat menulis buku pertama; topik perkawinan antarbangsa yang akan diterbitkan oleh Restu Agung Jakarta (www.restuagung.com).
Memesan buku melalui telepon tidak dikenakan ongkos kirim, sedangkan membeli di amazon.com walaupun harganya lebih murah dibandingkan Papasotiriu tetapi dikenakan ongkos kirim. Saya ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan tidak punya penghasilan, jika membeli buku harus menabung dari sisa uang belanja. Uang sisa belanja tersebut kadang tidak mencukupi untuk membeli buku-buku sebab harga buku berbahasa Inggris di Yunani paling murah 20 Euro, disamping uang sisa belanja lebih diutamakan untuk dikirim membantu sedikit keluarga yang membutuhkan di Jakarta.
Jadi bagaimana cara saya membaca buku tanpa mengeluarkan biaya?
Di rumah kami ada koneksi internet IDSL dengan kecepatan koneksi berkisar antara 100 Megabitepersecond (Mbps) dan normal 54 Mbps online 24 jam tanpa harus bayar rekening telepon biayanya 18 Euro 50 sen Euro per bulan. Koneksi internet dengan IDSL sangat cepat sekali dibandingkan dengan ketika kami masih menggunakan kartu untuk koneksi internet yang hanya berkecepatan maksimum 64 Kilobps (kpbs). Sejak akses internet sangat cepat saya dapat membaca lebih banyak buku di internet.
Ada banyak website yang memberikan buku-buku gratis dibaca dan didownload, buku agama saya baca di www.islamic-invitation.com sedangkan buku teori dan klasik banyak didapat dari www.questia.com, terkadang saya menantikan review dari teman-teman di www.goodreads.com yang membaca berbagai buku diantaranya buku-buku berbahasa Indonesia.
Saya dan Tina berada di luar Indonesia, saya di Yunani dan Tina kuliah di Mesir. Beruntunglah teman-teman peserta kursus menulis yang menetap di Indonesia negeri tercinta, teman semua bisa membaca banyak buku di perpustakaan dan bisa setiap saat membeli buku-buku baru dan bermutu di toko buku dengan harga yang terjangkau.
Sesuai dengan materi yang diberikan oleh mentor kita Pak Jonru, salah satunya; penulis harus banyak membaca, teman semua membacalah setiap hari, apa saja bacalah dan jadikan kebiasaan sedikit uang disisihkan untuk membeli buku- mumpung harga buku di Indonesia masih terjangkau.
Megara, 19 Agustus 2007


August 19th, 2007 at 5:55 pm
wah… infonya sangat bermanfaat nih mbak
terima kasih ya..
August 19th, 2007 at 9:59 pm
hehehehe… baca tulisan mbak tati saya sedikit merasa senasib nih, (walaupun rasanya saya masih jauh lebih beruntung karena masih ada di indonesia, dimana bungkus nasi uduk pun masih pakai koran yang berbahasa indonesia)
Sejak kecil saya sudah terbiasa membeli buku, dan hobi itu semakin membabibuta sejak saya punya penghasilan sendiri (sebulan min 500rebu… maksimalnya jangan ditanya… hehehe). Tapi setelah alih profesi jadi ibu rumah tangga dan dipercaya suami mengelola seluruh keuangan keluarga… rasanya kok jadi sungkan sendiri mau sering-sering beli buku.
Untungnya saya punya beberapa teman sesama pencinta buku yang bisa diajak tukaran (maksudnya saling pinjam buku, karena kalau orang jawa bisa salah kira. Bahasa Jawa tukaran = berantem). Dan beruntungnya lagi, lokasi rumah saya dekat dengan gramedia yang 4 bulan sekali sering bikin SALE buku besar-besaran… bayangin 1 buku cuma 2 rebu… Waktu masih di surabaya ada persewaan buku namanya asterix, ini juga bisa jadi wahana cari buku murah. Sayang di jakarta belum nemu persewaan buku seperti itu…
Untuk pembaca buku yang masih kolot seperti saya (merasa baru baca kalau lagi pegang buku) hidup seperti mbak tati nun jauh di Yunanni pasti sebuah perjuangan tiada tara…
Cayoooo Mbaakkk
August 19th, 2007 at 11:57 pm
Assalamu’alaikum wrwb,
Makasih Pak Jonru, Ma kasih Dik Kikie. Komennya bikin saya lebih semangat menulis lagi nih…
Pak Jonru tolong dong tulisan kami dibedah satu persatu, sehingga kami mengerti kesalahan dan kekurangan dalam tulisan-tulisan tersebut.
Sampai ketemu di konferensi hari Rabu dan Kamis.
Terimakasih.
August 20th, 2007 at 6:40 am
Hik2…iya ya Mbak!!! Disini bukunya NGe-Arab semua hehehe. Novelnya Kang ABik yang trilogi ja Tina lom pernah baca tuh:D *memalukan plus memilukan banget ya!”
Salam manis dari Lembah Nil special untuk Mbak Tati deh…!
August 20th, 2007 at 9:49 am
wah halo salam kenal mbak2..
boleh kalau mau pinjam buku2 berbahasa indo dari saya mbak, tapi gimana ya ngirimnya ke yunani ?
August 21st, 2007 at 6:29 pm
Terima kasih Mas Sya,
Saya akan pinjam kalau pulang nanti.