Menebar Virus Entrepreneurship
Judul : Rahasia Jadi Entrepreneur Muda
Pengarang : Faif Yusuf
Penerbit : DAR! Mizan
Halaman : 227 halaman
Harga : Rp 31.500
Oleh: Heri Ispriyahadi
Rahasia sukses berbisnis harus benar-benar dijaga ketat. Keyakinan inilah yang banyak dianut kalangan pengusaha. Oleh karena itu para pengusaha menjadi pelit untuk berbagi. Harapan mereka para pesaing sulit untuk menemukan celah meniru kesuksesan yang mereka capai. Namun para entrepreneur muda dari kelompok Tangan Di Atas (TDA) berani menantang arus. Semua jurus sukses berbisnis diungkap secara gamblang dalam buku ini. Semangat berbagi tidak terlepas dengan prinsip “memberi” alias bersama-sama menebar rahmat. Prinsip tersebut menjadi falsafah yang dipegang teguh bersama kelompok TDA. Melalui bisnis mereka ingin menyebarkan virus entrepreneurship ke segenap lapisan masyarakat. Semakin banyak masyarakat menggeluti bisnis diharapkan menjadi pintu gerbang menekan angka kemiskinan.
Buku yang ditulis oleh Faif Yusuf merupakan kumpulan kisah sukses perjalanan bisnis 17 pengusaha muda dari kelompok TDA. Pemilihan profil dari Kelompok UKM (Usaha Kecil Menengah) merupakan pilihan yang tepat. Masyarakat lebih membutuhkan figur yang ”menjejak bumi”. Sepak terjang pebisnis muda ini memberikan pelajaran yang berharga bahwa berbisnis adalah hak siapa saja. Tidak hanya kalangan berduit, kaum menengah kebawah pun dapat melakukan bisnis. Yang dibutuhkan adalah tekat dan kemauan yang kuat menekuni dunia kewirausahaan. Sukses para pengusaha muda ini diharapkan dapat menginspirasi dan membuka mata hati kaum muda lainnya. Menjadi pegawai atau karyawan bukanlah satu-satunya pilihan hidup. Dunia wirausaha kalau dijalankan dengan serius bisa menjadi pilihan hidup yang menjanjikan. Terbukti banyak orang kaya baik di tataran domestik maupun internasional berasal dari kalangan pebisnis.
Benang merah yang bisa ditarik dari kisah sukses entrepreneur-entrepreneur muda dalam buku ini adalah perlunya keberanian. Memulai bisnis sendiri memang harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi nanti. Seorang entrepreneur harus selalu siap menghadapi semua resiko yang akan menghambat jalan roda bisnisnya. Ini dibutuhkan sebuah “keberanian”. Seperti halnya anak yang belajar berenang. Secanggih apapun penguasaan teori berenang tidak ada gunanya, kalau tidak berani mencebur ke kolam renang. Artinya apabila kita sudah menasbihkan diri menjadi seorang entrepreneur maka harus berani untuk memulai bisnis. Semua energi kita curahkan agar sukses dalam berbisnis. Pemilihan bidang usaha, strategi bisnis, patner usaha, konsumen yang akan dibidik harus dipersiapkan dengan matang. Selain keberanian, para entrepeneur juga dituntut memiliki daya juang yang gigih dan semangat pantang menyerah.
Kegagalan harus disikapi dengan bijak. Bahkan seorang Robert T Kennedy berucap bahwa hanya mereka yang berani gagal yang dapat meraih keberhasilan. Membaca buku ini kita mendapatkan pelajaran berharga bahwa kegagalan akrab dihadapi saat para entrepreneur muda merintis usahanya. Minim pengalaman, ditipu rekan bisnis, salah memilih bidang bisnis, musibah yang tidak terduga dan kendala lainnya membuat mereka harus jatuh bangun dalam menjalankan usahanya. Namun kesemuanya itu tidak melunturkan semangat mereka untuk terus membangun bisnisnya. Kegagalan bukan dijadikan halangan tetapi menjadi kendaraan untuk meraih sukses. Berbagai permasalahan baik internal maupun eksternal yang silih berganti menerpa usaha mereka selalu dicarikan solusinya. Berpikir positif menjadi semboyan para entrepreneur muda untuk terus memperbaiki diri. Buah dari kesabaran dan keuletan membawa sukses bisnis mereka.
Membaca buku torehan pena Faif Yusuf, ternyata kita menemukan banyak peluang bisnis. Hal ini terungkap dari bervariasinya jenis usaha yang digeluti para entrepreneur muda. Hobby, ketrampilan maupun keahlian ternyata dapat disulap menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Seperti halnya Yulia Astuti seorang pengusaha salon muslimah. Kesulitan menemukan salon khusus kaum muslimah dan hobby nya merawat diri membuatnya melihat celah untuk berbisnis salon muslimah. Maheka Yanti, menjadi pengusaha sukses berawal dari ketrampilannya membuat pernak-pernik unik. Sedangkan Ade Aan Wirama keahliannya mengutak atik komputer menjadikan dia dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang software development. Kisah menarik lainnya adalah bisnis yang dilakoni Arya Yoga Rudhita. Kedua kakinya yang lumpuh tidak menghalanginya untuk berbisnis. Dia mampu memimpin roda bisnisnya Bio Motor Sport dari kursi rodanya.
Perjalanan bisnis ke 17 entrepreneur muda disajikan dengan runtut dan menarik oleh Faif Yusuf. Jatuh bangun membangun usaha, kiat-kiat sukses berbisnis, dan prinsip-prinsip yang dianut para entrepreneur muda diceritakan dengan apik dan runtut dalam buku ini. Penulis mampu mengupas tuntas seluk beluk dunia bisnis para etrepreneur muda TDA. Hal ini tak terlepas pengalaman Faif Yusuf selain penulis, juga sebagai pelaku usaha (saat ini memiliki usaha Kafana Distro).
Kekurangan buku ini terletak pada pilihan bahasa tulisan yang masih standar. Sebagai buku pelecut motivasi bahasa yang dipergunakan seharusnya lebih provokatif. Gaya bahasa provokatif ini tentu akan menjadi mesin motivator yang dasyat bagi kaum muda yang tertarik menggeluti bisnis.
Terlepas kekurangan tersebut diatas, buku ini sangat layak untuk dibaca. Penulisan buku yang sistimatis dan runtun membuat buku ini mudah dimengerti oleh siapa saja. Kehadiran buku ini sekan menjadi setetes embun penawar dahaga bagi kaum muda yang tertarik untuk terjun ke dunia bisnis. Kaum muda menjadi tidak seperti berkaca mata kuda yang hanya mengincar untuk menjadi karyawan. Kisah-kisah keberanian para entrepreneur muda TDA dalam berbisnis patut dijadikan rujukan oleh kaum muda. Menimba pengalaman orang lain tentu jauh lebih mudah dibanding pengalaman sendiri. Dari segi kualitas isi buku jelas tidak diragukan lagi. Komentar-komentar dari pelaku bisnis, penulis lain maupun konsultan pada halaman depan buku ini mendukung kesimpulan tersebut. Salah satunya Tung Desem Waringin, penulis buku terlaris rekor MURI Financial Revolution, memberikan pujian bahwa buku ini sangat bermanfaat, wajib punya dan wajib baca.
Menanamkan jiwa entrepreneurship pada kaum muda berarti membuka kesadaran bahwa bisnis dapat menjadi pilihan hidup yang menjanjikan. Semakin berkibar roda bisnis para entrepreneur muda maka semakin banyak tenaga kerja yang diserap. Melalui bisnis kaum muda dapat berperan serta dalam program mengentaskan kemiskinan di negeri tercinta.


July 23rd, 2008 at 7:46 pm
Resensi yang oke
memberikan gambaran yang jelas tentang isi buku.
July 25th, 2008 at 2:47 pm
wah, salut. semakin tak terbendung resensi pak heri. terus mengalir. satu hal, saya rasa belum mencapai titik klimaks dari tulisan pak heri kali ini. penekanan pada “virus entrepreneurship” masih perlu di eskpos lagi.
maju terus pak heri.
July 25th, 2008 at 5:12 pm
Lita dan sal, thank you buanget atas komentarnya. Ya nih..betul kata Sal virusnya kurang ganas he..he.. he
July 27th, 2008 at 4:20 pm
Sepakat, selebihnya saya kira sudah sangat baik.
Ayo Pak Heri! Semangat selalu ya! He he he, semoga nanti saya bisa mengikuti jejak Pak Heri, beralih dari jabatan murid telat-an. 
August 6th, 2008 at 8:54 pm
Judul kurang menarik. Virus selalu referent ke hal yang buruk di otak masyarakat kita. Harus cari kata lain yang divisualkan positif. Cari judul lain yang lebih positif.
Isi udah bagus, runtut. Saya belum baca buku itu, tapi jadi tahu kelebihan, kekurangannya. Cuman bahasa dalam penulisan ini yang kurang dramatis, kurang emosional hingga pembaca cukup ngerasa ya tahu aja, nggak ada penasaran untuk cari buku itu dan ngebacanya.