Menulis Essay, Semudah Ngomong
Menulis Essay…
Awalnya aku tak tahu bagaimana format yang baku, apalagi mau ikutan lomba menulis essay. Nekad saja aku menuliskan apa yang ingin aku tulis. Dengan gaya bahasa bercerita aku sampaikan ide dan gagasanku. Alhamdulillah tulisanku itu tulisanku dinilai oleh juri adalah benar-benar tulisan essay.
Essay, memang selama ini tak ada bentuk baku dalam teknik penulisannya. Namun kita bisa belajar dari beberapa tulisan lepas yang pernah dimuat atau ditulis oleh teman-teman penulis. Namanya saja tulisan lepas, jadi gaya bahasa dan teknik penyajiannya benar-benar lepas. Lihat saja tulisan-tulisan EMHA AINUN NAJIB atau lainnya.
Manusia dikaruniai oleh Tuhan pancaindera. Pancaindera ini membuat kita bisa memahami kehidupan dengan arif. Mata, telinga, mulut, hidung semuanya memberikan informasi kepada kita. nah, informasi-informasi itu kita endapkan dalam hati kita tuangkan dalam tulisan. Maka jadilah tulisan kita tersebut menjadi sebuah tulisan lepas( non fiksi) atau cerpen, novel, puisi (fiksi).
(from : ulasan tim juri lomba penulisan essay )


October 8th, 2008 at 8:18 am
Selamat ya! Sudah memenangkan lomba penulisan Essay. Sukses selalu!
October 8th, 2008 at 1:54 pm
wawww, terimakasih sudah berbagi. jadi ikutan kecipratan semangat nih buat nulis-nulis lagi.
“menulis essay, semudah ngomong” judulnya boleh juga. boleh di adobt gak nih. (dasar sal, maunya numpang ide melulu)
sal ingat waktu kelas enam sd (saking badungnya sal, kelas 4 baru bisa baca tulis - that’s true story man, don’t ketawain me. okay-) saat pelajaran mengarang.
tema dan judul sudah ditentukan, intinya tentang perjuangan merebut kemerdekaan. kalau gak salah. tapi, kayaknya benar deh. meskipun ingatan sal payah, untuk kali ini benar.
saat sedang pusing mau nulis apa (persis kata estu, sudah 10,15, bahkan 30 menit, kertas masih kosong. sampai kuping sal dijewer sama bu guru “segera mengarang, malah bengong!” katanya) malah dikagetin sama bu guru. saat geragapan gitu, sal melihat dikertas ada gambar tentara pakai topi baja, memanggul senapan.
langsung saja, sal tak pedulikan lagi tuh judulnya apa, temanya apa. pokoknya nulis, nulis, nulis. paragraf pembuka pakai bahasa jawa “iki deloen iki, ana ngisor iki ana tentara sing lagi manggul bedil…”. setelah itu, imaginasi (waktu itu belum ngerti imagisasi, ngertinya dlemingan) melayang ke dalam hutan. karangan berlanjut, akhirnya menjadi cerita. puaaanjaaanggg banget. udah gitu, tulisan sal tuh jueleeek banget.
dari empat halaman folio, full. sampai tidak ada lagi margin atas, bawah, samping kanan, kiri. pokoknya penuh tulisan semua. jangankan bu guru, sal sendiri tidak dapat baca ulang apa yang sal tulis. tapi, kalau disuruh nyeritain, sal tahu.
saat presentasi di depan kelas, sal bilang bahwa karangan sal menceritakan tentang perjuangan seorang petani yang mendadak jadi tentara dan mendapatkan ilmu kesaktian dari brama kumbara (saat itu sedang gila-gilanya sandiwara radio saur sepuh, kerajaan madangkara, dewi mantili si pedang setan, gardika). petani ini, sangat sakti dan tidak bisa mati, wong bisa ngilang segala koq. akhirnya sukses ngusir belanda.
saking bingungnya, bu guru ngasih nilai 6 untuk karangan sal. lumayan, dari pada kertas kosong. dan, betul kata estu. membuat essay, semudah ngomong. hanya saja ngomong yang terkonsep, tidak mudah memang. harus banyak baca.
October 16th, 2008 at 12:29 pm
Dear Estu,
bener banget. Menulislah layaknya bercerita dan ngobrol dengan sobat deket. Semuanya akan gampang.
November 7th, 2008 at 10:25 am
ehm,,,rasanya setiap orang pada dasarnya punya kemampuan untuk menulis..
tinggal pada kemauan untuk mengasahnya saja dan prakteknya.
aku pertama mengawalinya dengan menulis cerpen kemudian esaay dan sekarang berlanjut menulis novel….
bukankah penulis hebat mulanya juga belajar menulis..???
jadi mengapa tidak memulai menulis//….
November 13th, 2008 at 11:24 pm
Betul itu, kalau kita ingin jadi penulis harus terus . .terus . .dan terus menulis dan rajin membaca, baik dalam membaca buku atau membaca diri, atau membaca alam,dll. Seperti pada firman Allah yang pertama kali turun adalah ” IQRA “.
salam kenal,
lee-a
http://www.vikino-collection.com
November 16th, 2008 at 6:47 pm
bisa gag ia din nulis essay?
hehehe
November 16th, 2008 at 6:49 pm
anw,,
gimana ia cara nulis essay yang bagus???