Narsis, Egois? Please deh ah…
Joni Ariadinata, saya suka. Tidak sekedar tulisannya, tapi juga setiap kritikan ataupun masukan yang disampaikan. Meski kadang terasa pedas, tapi nggak masalah, toh pada akhirnya tulisan tersebut dipernak lebih apik. Pas banget rasanya kalau sekarang mengasuh rubrik galeri Annida. Memberika inspirasi, masukan ataupun apresiasi di setiap rangkaian kalimat. Beruntung sekali naskah yang terpilih untuk diobrak-abrik Joni Ariadinata, lalu dipublikasikan. dalam rubrik tersebut. Tidak hanya si penulis naskah yang dapat belajar, namun pembaca umum pun dapat ikut menimba ilmu dari percikan kritik, masukan ataupun pujian yang masuk.
Nina M. Armando, pengasuh rubrik Ummi kolom Media Kita, tentu saya juga suka. Ide menarik menyajikan kupasan kritik, masukan yang menyorot suasana media Indonesia sangat bermanfaat. Kadang terasa pedas berapi-api saat menyajikan tayang TV – khususnya program anak – yang terasa tak pas. Kadang juga sarat rekomendasi untuk beberapa tayangan yang memang bermuatan ilmu, menambah wawasan. Tentu sulit sekali harus terus menempatkan diri jadi sisi kritikus yang harus memberikan masukan dalam setiap tulisannya untuk dikemas umum, dibaca publik.
Berbicara kritikan ataupun masukan, siapa yang suka? Percaya, dalam diri masing-masing manusia ada sisi egois yang kadang tak suka dengan setiap penolakan diri. Meski ada beberapa orang yang mampu mengontrol sisi egois tersebut, namun ada juga yang kurang bisa, atau bahkan ada yang tak bisa.
Salut bagi mereka yang siap berlapang dada menerima kritikan ataupun setiap masukan – yang kadang tak sepaham - . Yang repot adalah mereka yang egois, membentengi diri dari kritik ataupun masukan. Tak hanya si egois yang muncul, sifat narsis pun kadang ikut-ikutan tampil. Tersenyum-senyum jika mendapat pujian, sanjungan. Berterima kasih pada sang pemuji. Berbeda jika kritikan ataupun dapat masukan tak sepaham diterima. Menganggap sang pemberi kritik adalah musuh, manusia tak berperasaan yang menjatuhkan di depan umum. Tanpa melihat sisi baik dari kritikan tersebut.
Dalam menulis? Bersiaplah untuk tak selalu mendapat sambutan manis. Setiap belokan penanya mungkin akan penuh kritikan, masukan ataupun sentilan. Ambil sisi baik bahwa semua itu adalah wujud untuk menunjukan ke arah jalan yang lebih baik. Bukan untuk menjatuhkan di depan umum, mematikan ide ataupun bermuatan sentimen diri.
Penulis narsis plus egois? Please deh ah… Udah nggak jaman kalau ngga tahan kritikan. Buka pintu buka jendela, buka mata buka hati, ada mutiara hikmah dalam setiap kritikan.
(Renungan buat diri)


June 14th, 2008 at 11:34 pm
he he he…. narsis perlu juga untuk membuat jadi diri di dalam tulisan.
Setuju klo plus egois and ga tahan kritikan gak bakal jadi tulisannya….
jadi sih, tapi ya… untuk konsumsi diri sendiri kale
Padat singkat jelas, asyik banget tulisannya, aku sih suka… tak ada kata yang terlewat
June 16th, 2008 at 10:05 am
buka pintu buka jendela,
buka mata buka hati,
buka baju buka celana.
masuk angin deh….
sip, aku suka.
baca sampe 3X malah.
mana tulisan lainnya?
June 17th, 2008 at 2:01 pm
Busyeeed, dibuka semua sama Sal… ha ha ha!!
Betul, kebijaksanaan seseorang terlihat ketika ia menanggapi kritik, bukan pujian.
Tapi jangan lupa, kritik dari orang lain juga tidak semuanya itu benar, kita harus selalu menerima kritik namun jangan lupa mengkritisinya, kalau tidak, bukankah kita akan mudah diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain yang belum tentu semuanya benar?