Oh God, banyak Yang Bisa Saya Tulis Rupanya…!!!
Kali ini saya ingin bercerita! Bukan tentang cucian saya lagi tentunya:D Tapi tentang malam-malam disini yang begitu berbeda dengan di Indonesia. Berbeda bagaimana? Bukankah malam dimana-mana sama saja?! Gelap dan menjadi waktu beristirahat yang sangat tepat?!! Ditemani nyanyian jangkrik yang merdu?!! Dan hanya beberapa orang hansip yang berjaga-jaga sambil membawa kentongan?!!(setidaknya itulah gambaran malam yang saya rasakan di kampung saya dulu. Maklum gadis kampung, he2)
Kairo, baru kurang lebih setahun saya menginjaknya dan bertempat tinggal di salah satu kotanya. Nasr City tepatnya. Musim dingin waktu itu membuat saya berharap akan tibanya musim panas secepatnya. Dan sekarang ketika musim panas ini tiba, rasa-rasanya ingin kembali ke musim dingin lagi. Tapi memang ada sesuatu yang paling menyenangkan bagi saya pribadi di musim panas, yaitu malamnya. Malam yang singkat ini, yaitu hanya sekitar 8 jam saja membuat saya merasa takjub bahwa saya bisa tidak tidur semalaman. Yah mungkin bagi yang lain biasa saja, tapi tidak bagi saya yang jago tidur. Ini adalah semacam miracle cieeh bahasanya sok keren, hehehe!!! Ah berlebihan memang, tapi kadang seperti inilah cara saya mengungkapkan sesuatu yang saya suka. Saya suka MALAM di MUSIM PANAS.
Yang gak saya suka di musim panas?! Saya benci LALAT *ups dilarang mencaci dan membenci ciptaan Allah* ya maksud saya saya kurang SENANG sama lalat. Meski saya sempat menanyakan keberadaannya ke kakak senior ketika musim dingin. Waktu itu saya pikir gak ada lalat disini*ngaco* “Kak, disini kok gak keliatan ada lalat ya? Apa mang gak ada yah?!” Waktu itu dia cuma jawab sambil tertawa “Kamu liat ja tar klo musim panas ditambahin ama kepinding dehh dijamin wooww…” katanya. Asli tau rasa. Semakin sumpeklah kamar ini. Padahal kalau malam jendela sudah dibuka lebar2…dan kebersihannya juga sudah dua kali lipat. Kapok dehh nanyain dimana si lalat. hehehe, para lalat dilarang tersinggung!!!
Ala kulli hal, alhamdulillah. Malam-malam begini sambil menunggu Subuh saya lebih banyak habiskan waktu untuk merenung, membaca dan menulis. Sayangnya saya kurang terlatih membaca buku-buku berbahasa Arab…baru nyampe mukaddimahnya aja sudah ngantuk. Padahal waktu beli, semangat banget untuk membacanya. Seolah tidak peduli mau pontang-panting buka kamus dengan cara bagaimana demi memaknai isinya! Mau terlentang atau sampe nyungkep atau sampe kamusnya ancurrrr:D!!! Bersyukur ada internet, jadi bisa baca-baca artikel2 penting dan lumayan berbobot dalam bahasa yang bisa lebih mudah saya pahami (bahasa Inggris saya pas-pas an apalagi Prancis) Tapi kalau bahasa Banjar atau Madura…bolehlah.Hehehe.
Banyak sekali yang ingin dan mungkin bisa saya tulis rupanya! Ya, terlalu banyak yang berharga, terlalu banyak yang menyisakan memori. Ternyata seekor lalatpun bisa kita jadikan dongeng, bagaimana dengan puluhan lalat?! Mungkin akan jadi puluhan tulisan! Bagaimana dengan ratusan?! Wah…itu lalat. Bagaimana dengan ciptaanNya yang lain? Semoga saya diberi kesempatan untuk menulis apa saja lebih banyak dan lebih baik tentunya. Mohon doa dari semua.
Beranjak dari hal-hal kecil dan sederhana. Kelak saya berharap bisa menulis hal-hal besar dan bermakna lebih banyak. Amien.
N/B: Makasih banget buat Mbak Tati yang setia dengan motivasinya. Salam sayang buat Aisyah:)

