Review Film Martian Child
Film ini diangkat dari Novelet sain-fiksi yang ditulis David Gerrold (Penulis “The Trouble With Trebles” yang terkenal dalam episode “Star Trek”. Novel ini mendapat penghargaan The Hugo dan Nebula pada 1995. Di sutradarai Menno Meyjes.
Film yang layak ditonton oleh para penulis maupun calon penulis ini mengisahkan tentang David seorang penulis novel sain-fiksi yang terkenal, telah menjadikan Dennis sebagai sumber inspirasi tulisannya. David melihat Dennis seperti dirinya saat David masih anak-anak. Akhirnya David berhasil menulis novel sambungannya dengan menambahkan tokoh Dennis dalam novelnya.
Sebagai seorang Penulis specialisasi sain-fiksi imajinasi David banyak dipenuhi fantasi diluar lagika yang banyak bersentuhan dengan planet lain. Ketika melihat segala keanehan kelakuan maupun obrolan Dennis, banyak hal yang bisa ditulis maupun dipelajari David dari Dennis. Misalnya ketika David menjumpai Dennis yang sedang asyik menari dikamarnya, dengan gerakan aneh ia segera bergabung menikmati tarian bersama, sampai kemudian, Dennis berhenti dan mengatakan “Nice Talk”. David serta merta berlari ke Laptopnya untuk segera menulis bagian dari Novel barunya.
Saat Acara Presentasi David di Gedung yang di dalamnya ada ruang yang di setting menyerupai Planet Mars dengan segala informasi Ilmiahnya, David mendapati Dennis kecewa mendengar penjelasan bahwa tidak ada mahluk yang bisa hidup di Planet Mars. Dennis mulai meragukan keyakinannya selama ini bahwa orang tua nya berasal dari Planet Mars. Sampai kemudian puncaknya saat Dennis lari meninggalkan rumah David menuju Planetarium dengan alasan di jemput pulang, karena misinya telah selesai di Bumi.
Kisah mengenai Seorang Duda yang mengadopsi seorang anak laki2. Aktor John Cusack bermain sebagai David dan Bobby Coleman sebagai Dennis. David seorang Penulis Novel sain-fiksi merencanakan untuk mengadopsi seorang anak, bersama Isterinya. Sebelum niat itu terlaksana, isterinya meninggal dunia. David mengunjungi Panti Anak Yatim dan memilih seorang anak yang takut dengan sinar matahari (selalu berada didalam box) dan selalu menggunakan ikat pinggang berat dari baterai bekas yang disusun. Dennis tidak seperti layaknya anak2 lainnya. Dia mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya, dan selalu mengaku dirinya dari Planet Mars. Menjadi orang tua angkat sementara (masih dalam pengawasan Departemen Sosial) Digambarkan David cukup lelah menghadapi Dennis dengan perilaku aneh, apalagi Dennis suka mengambil barang temannya disekolah sehingga selalu dikeluarkan dari sekolah. Film ini menceritakan tentang hubungan psikologis antar manusia. Namun akhirnya David dinyatakan lulus sebagai orang tua angkat. Digambarkan secara indah dan close up namun terkesan agak lamban.
Pesan dari film ini menunjukan kepada kita betapa sulitnya bagi beberapa anak untuk beradaptasi di dunia ini, sehingga mereka berfantasi bahwa mereka bukan mahluk dari bumi ini. David memilih untuk memcoba mengerti Dennis dan mendidiknya daripada menjatuhkan vonis Dennis sebagai anak bermasalah. David seorang ayah yang diimpikan anak-anak yang gagal beradaptasi. Dan yang terpenting adalah jangan pernah… pernah… pernah… mengalah dalam hidup ini.


March 10th, 2008 at 9:54 am
Mbak Iis…
Pada alinea kedua ada kalimat “Film yang layak ditonton oleh para penulis maupun calon penulis ini….”
Saya kira, bagian ini bisa lebih ditonjolkan lagi. Mbak Iis bisa memberikan opini atau gambaran, kenapa film ini layak ditonton oleh penulis, apa alasannya, dst. Sehingga resensi ini tidak terkesan seperti sinopsis belaka, Tapi di dalamnya ada juga “timbangan” atau “penilaian” subjektif dari Mbak Iis yang bermanfaat bagi pembaca.
Semoga bermanfaat ya…
Jonru