Roda Kehidupan
Bila kita melihat roda kehidupan ini, maka kita akan menyadari bahwa setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. Masalah tersebut bagi seseorang dapat menjadi beban tapi bagi yang lain tidak, begitu juga sebaliknya.
Agar kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan batin dalam menghadapi roda kehidupan ini, maka kita bisa menghadapinya dengan dua pilihan, yaitu bersyukur atau bersabar.
Pada saat kita ditimpa kesusahaan, maka solusi yang terbaik adalah dengan bersabar. Bersabar dalam menjalani, bersabar dalam menerima serta bersabar dalam berjuang untuk lepas dari penderitaan tersebut.
Ketahuilah bahwa kenikmatan sehat itu akan benar-benar terasa pada saat pergantinya antara sakit dan sehat. Begitu pula kenikmatan batin, akan terasa pada saat bergantinya antara masalah yang kita hadapi dan terselesaikannya masalah tersebut.
Jadi pada intinya adalah pada saat kita mendapatkan penderitaan, maka bersiap-siaplah untuk menyambut kebahagiaan yang akan datang menemui kita. Sebaliknya, pada saat kita mendapatkan kebahagiaan, maka bersyukurlah karena nikmat yang disyukuri akan semakin menambah kenikmatan itu sendiri.
Orang yang menghadapi roda kehidupan dengan cara bersabar dan beryukur kepada-Nya maka siap-siaplah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di kehidupan abadi nanti. Pada saat kebahagian di kehidupan abadi datang pada kita maka yang ada hanyalah rasa syukur tidak ada lagi yang namanya bersabar.
Dan sebaliknya janganlah kita menghadapi hidup ini dengan putus asa atau sombong karena keduanya akan membinasakan kita.
Bila ditimpa malapetaka, kita putus asa bahkan sampai bunuh diri maka yang akan kita terima adalah penderitaan di kehidupan yang abadi nanti. Begitu pula bila kebahagiaan yang kita terima menyebabkan kita jadi sombong, maka siap-siaplah menerima kesengsaraan di dunia dan di kehidupan abadi nanti.
Pada saat kesengsaraan yang abadi itu datang pada kita maka yang akan ada hanyalah putus asa yang abadi, tidak ada lagi yang namanya kesombongan.
Jadi dalam menghadapi roda kehidupan ini, agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di kehidupan abadi nanti hanyalah dengan 2 cara, yaitu bersabar atau bersyukur. (Gantira)


August 14th, 2008 at 7:39 pm
Saya sangat setuju dengan tulisan yang Anda buat. Tidak ada ruginya Tuhan memberikan semua kesulitan, kesempitan, dan kesusahan kepada kita. Semua pasti ada yang dapat kita petik dari kejadian yang menimpa hidup ini. Ketika kita berada dalam situasi yang amat sulit, jalan terbaiknya adalah dengan bersabar dan berusaha mencari jalan keluar. Ketika semua cara telah kita lakukan, untuk selanjutnya adalah dengan berserah diri kepada Sang Pencipta. Dialah Maha Pemberi solusi, tiada kekuatan dan kekuasaan apapun yang dapat menandingi kekuasaannya. Dengan bersabar, semua keajaiban akan menghampiri kita, bahkan diluar ekspektasi kita.
August 15th, 2008 at 11:07 am
gantira, salam kenal. lita, salam kangen
tulisan ini singkat, pemaparan ndak neko-neko. tapi, utuh. pembuka, isi dan kalimat kesimpulan akhir ada semua. sip, mantab.
hanya saja, saat membaca sal merasa begitu datar. tak ada lekuk likunya. bagaimana jika tubuh seseorang datar, tak ada tonjolan sama sekali? ups, sal memang usil ya.
ok. contoh paragraf dua. “Agar kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan batin…”, lebih diekspose lagi melalui komunikasi dengan pembaca “pernah antri tiket kereta saat pulang lebaran? subuh, tiba di loket. lima jam menunggu, begitu dapat giliran tiket habis. gagal pulang hari ini. tiba-tiba seorang lekali menghampiri, menyerahkan tiket pembatalan. harga miring…..” gimana, membuat lebih hidup kan?
begitu pula paragraf berikutnya. penderitaan dan kesusahan, diberikan ulasan kejadian nyata. bisa tokoh, artis, diri sendiri, dalam arti menggugah perasaan. contoh, tak perlu dong. tadi kan udah.
August 15th, 2008 at 4:22 pm
sekedar mengomentari paragraf terakhir:
.. hanyalah dengan 2 cara, yaitu bersabar atau bersyukur.
Karena sebelumnya sudah disebutkan ‘dua cara’ jangan pakai ‘atau’ pakai ‘dan’ saja. Kalau ‘atau’ kan menyatakan pilihan jadi nantinya hanya satu pilihan cara bukan lagi dua cara.
Gimana?
Salam,
Lita
August 20th, 2008 at 1:35 pm
Dear Gantira,
tulisan ini isinya padat dan bermanfaat, tapi entah kenapa penyampaiannya begitu datar dan ada beberapa bagian yang rasanya jadi menggurui. Mungkin karena dibawa pada satu keharusan mesti begini dan begitu….
November 19th, 2008 at 10:20 pm
ok tanks berkat aku baca tulisan ini,aku jadi lebih bisa bersabar dalam menghadapi masalah yang aku alami dan semua yang ada di tulisan ini itu benar klo kita sabar masalah sebesar apapun pasti bisa terselesaikan
and yang pasti berkat membaca tulisan ini aku lebih mengarti tentang makna diri….tanks yups….