Rokok dan Pelajar
Cinta adalah hal yang universal. Setiap dari kita lahir atas nama cinta, namun ketika cinta dikaitkan dengan pelajar maka cinta monyetlah namanya. Lho, kenapa jadi monyet? Karena usia pelajar tergolong masih muda maka kemampuan untuk membina hubungan dekat dengan lawan jenis juga diragukan. Pikiran yang labil, pemikiran tergesa-gesa, dan kurang menyadari risiko menyebabkan hubungan cinta antar pelajar rentan dan cenderung berakhir dalam waktu singkat. Trus gimana dong?
Pacaran bukanlah tahap abadi dalam sebuah hubungan. Entah pada akhirnya akan putus atau dilanjutkan hingga menikah, pacaran tetaplah sebuah proses pendekatan diri. Lama berpacaran sangat bervariasi, tergantung cocok atau tidaknya kedua pihak. Rasanya, sebagian besar pelajar yang berpacaran tidak menghendaki hubungan mereka berlanjut ke tahap sebuah pernikahan. Buat apa mikir jauh-jauh? Kalau begitu, untuk apa pula berpacaran? Ada baiknya menyadari motivasi kita dalam melakukan setiap tindakan, bukan?
Terlepas dari semua hal di atas, menghilangkan kebiasaan buruk dari pasangan adalah hal yang positif! Jika hubungan ternyata terus berlanjut, kita juga yang untung! Contoh kebiasaan buruk yang paling fatal adalah merokok. Rokok akrab dengan pelajar, begitu pula akrab dengan kaum Adam. Kalau kamu merokok, stop now! Kamu tahu kan betapa bahayanya rokok itu? Selain dapat membahayakan kandungan kelak, rokok juga menghabiskan uang dan berakibat sangat buruk bagi kesehatan, belum lagi kalau kamu sampai ketagihan. Setelah itu, kamu bisa tunjukkan pada doi tentang pendapatmu mengenai rokok. Kalau doi merokok, selain kamu jadi perokok pasif, kesehatannya juga akan menurun! Tapi doi gue kan kapten klub olah raga di sekolah? Eit, semakin lama seseorang merokok maka kebugarannya juga akan menurun. Biar bagaimana pun seseorang yang tidak merokok akan jauh lebih bertenaga dan fit daripada seseorang yang merokok. Jangan biarkan doi kehilangan lencana kapten yang kamu bangga-banggakan! Terlebih lagi kalau doi sampai ketagihan rokok, harga rokok yang mahal dapat menyudutkan kemampuan finansial ekonominya! Semakin lama bisa-bisa doi lebih sayang rokok daripada kamu! Gak mau, kan?
Sebagai pasangannya, kita bisa berbuat banyak lho! Apalagi katanya doi lagi cinta mati, saatnya menunjukkan rasa sayang nih! Ajak doi bicara, masih banyak hal yang lebih keren dari rokok tuh! Tapi ingat, doi bukanlah murid dan kamu bukanlah gurunya. Dengarkan pendapatnya, hargai apa pun yang ia rasakan. Diskusi sangat membantu, daripada kamu secara tegas melarangnya untuk merokok. Toh dia tetap bisa merokok tanpa menunjukkannya kepadamu kan!
Kalau perlu, perbanyaklah acara yang menyehatkan. Daripada nonton film di bioskop lebih baik jogging berdua atau main wii bersama. Pasti lebih sehat, fresh, dan bebas rokok! Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk kebahagiaan kita bersama, give a healthy smile for you and your couple!


June 17th, 2008 at 3:13 pm
Tulisannya menggugah untuk kita peduli dengan kebiasaan buruk pasangan kita.
Citra boleh sedikit kasih masukan. Menurut saya untuk lebih fokus pada paragrap pertama permasalahan rokok sudah diangkat. Dengan demikian tulisan berikutnya terus mengalir dari tema rokok dan pelajar itu.
Salam
Heri Ispriyahadi
June 17th, 2008 at 3:34 pm
Ooo iya juga ya, supaya lebih tampak permasalahan “rokok”-nya itu… Thanks a lot untuk masukkannya Pak Heri!! ^^
June 17th, 2008 at 10:14 pm
Saya setuju sama Pak Heri… jadi kurang fokus, lebih baik menjadi dua tulisan…
June 18th, 2008 at 12:55 pm
membaca tulisan ini saya kecewa. sun, biasa terstruktur dan rapi. nampak kali, nulisnya tergesa-gesa. diuber siapa nich?
korelasi antara judul dengan isi kurang klop. coba ganti “cinta monyet dan rokok” kayaknya lebih pas.
gaya bahasanya ragu. mau pakai bahasa gaul atau formal? seharusnya tema ini disampaikan secara ringan dan enteng. kalau perlu dengan joke.
paragraf empat, waduh. tegang banget bacanya. terlalu banyak penthungannya tuch. tahu kan penthungan? itu, tanda seru.
hmmmm, sun terlalu banyak formilnya. kesannya jadi malah kaku kalau nulis tema cinta monyet.
June 18th, 2008 at 5:35 pm
*manggut2*, maap mengecewakan. . Thanks Kania sudah membaca. . *manggut2 lagi*, iya memang bingung kalau membahas tema begini, bingung. . Anyway, aku akan brusaha next time. . *smangaat*