<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Sakit Jika Kita Punya Harapan</title>
	<atom:link href="http://blog.belajarmenulis.com/sakit-jika-kita-punya-harapan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.belajarmenulis.com/sakit-jika-kita-punya-harapan</link>
	<description>Komunitas PENULIS HEBAT</description>
	<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 19:34:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Kinoysan</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/sakit-jika-kita-punya-harapan#comment-510</link>
		<dc:creator>Kinoysan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 11:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=267#comment-510</guid>
		<description>Dear Estu,

meskipun urusan mengetik, tanda baca dll yang bersifat teknis itu sepele, tapi pastikan cermati dan usahakan jangan ada kesalahan.

Untuk isi, saya agak nggak nyambung.... dasar-dasar pemaparan antara orang yang dinonjobkan dengan perasaan sakit jika kita punya harapan terasa lepas dan nggak berhubungan. Perlu dasar dan alasan yang lebih runtut sehingga nggak terkesan timpang.

Kinoysan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Estu,</p>
<p>meskipun urusan mengetik, tanda baca dll yang bersifat teknis itu sepele, tapi pastikan cermati dan usahakan jangan ada kesalahan.</p>
<p>Untuk isi, saya agak nggak nyambung&#8230;. dasar-dasar pemaparan antara orang yang dinonjobkan dengan perasaan sakit jika kita punya harapan terasa lepas dan nggak berhubungan. Perlu dasar dan alasan yang lebih runtut sehingga nggak terkesan timpang.</p>
<p>Kinoysan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lita</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/sakit-jika-kita-punya-harapan#comment-475</link>
		<dc:creator>lita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 01:23:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=267#comment-475</guid>
		<description>Ada satu kalimat yang tidak saya mengerti.
... Pegawai yang tidak bisa mengaji dan kinera menjadi alasan utamanya.
Kinera itu apa ya? Mungkin yang dimaksud adalah kinerja?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada satu kalimat yang tidak saya mengerti.<br />
&#8230; Pegawai yang tidak bisa mengaji dan kinera menjadi alasan utamanya.<br />
Kinera itu apa ya? Mungkin yang dimaksud adalah kinerja?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: salwangga</title>
		<link>http://blog.belajarmenulis.com/sakit-jika-kita-punya-harapan#comment-473</link>
		<dc:creator>salwangga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:14:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.belajarmenulis.com/?p=267#comment-473</guid>
		<description>segala yang namanya hidup butuh "process", butuh "sirkulasi". efek dari sirkulasi inipun macam-macam. baik-buruk-senang-susah-sehih-bahagia. hasil, hanyalah efek samping. begitu pula limbah.

memiliki harapan, keinginan, tujuan, memang menyiksa. karena, sekuat tenaga, nafsu pasti tergerak untuk memenuhi keinginan itu. namun, tanpa harapan dan keinginan hidup menjadi mandeg. stagnan. tidak bergerak. statis.

boleh-boleh saja membatasi harapan, silahkan saja membelenggu keinginan demi terciptanya rasa "nrimo". tapi, bukan lantas pasrah. kenapa kehidupan bisa bergulir? seorang intel akan teruji kecerdasannya bila berhasil menjebol pertahanan jaringan mafia. lantas, apakah si mafia ini harus dihujat dan ditumpas? begitu pula polisi akan segera naik pangkat jika berhasil menangkap penjahat. lantas, apakah si penjahat harus musnah?

sakit, jika punya harapan. bisa ya. bisa tidak. tergantung bagaimana cara mengolah "rasa". yang jelas, segala sesuatu akan mati jika tak ada sirkulasi. jantung otomatis berhenti bila darah tak lagi mengalir. harapan si darah ini adalah, sang jantung terus berdegup untuk membuat aliran terus terjadi. hanya saja, aliran darah bukan hanya membawa saripati makanan, racun pun dibawa.

saya jadi teringat sebuah kalimat dari Ali ra : kehidupan memang kegelapan jika tanpa keinginan, dan segala keinginan adalah buta jika tanpa pengetahuan, dan ilmu adalah kosong jika tanpa disertai kerja, dan semua kerja adalah hampa kecuali ada cinta.

dilanjutkan lagi oleh kahlil gibran dalam bukunya sang nabi : dan bilamanakah cinta itu? saat engkau merajut benang menjadi kain, kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu. saat engkau membangun rumah, kekasihmu yang akan menghuninya...

hmmm, tulisan menarik. langsung membawa ke titik penyadaran saya. "Jika kita ingin bahagia, maka syarat utama adalah melepaskan segala belenggu yang membelit diri", demikian bunyi kalimat dalam postingan ini. 

saya lebih cenderung dengan "jika saya ingin bahagia, maka syarat utama adalah saya urai segala belenggu yang membelit diri, menjadikannya satu kesatuan dengan sirkulasi kehidupan yang saya jalani. karena, hanya dari sinilah proses pembelajaran dan pematangan jiwa terjadi"</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>segala yang namanya hidup butuh &#8220;process&#8221;, butuh &#8220;sirkulasi&#8221;. efek dari sirkulasi inipun macam-macam. baik-buruk-senang-susah-sehih-bahagia. hasil, hanyalah efek samping. begitu pula limbah.</p>
<p>memiliki harapan, keinginan, tujuan, memang menyiksa. karena, sekuat tenaga, nafsu pasti tergerak untuk memenuhi keinginan itu. namun, tanpa harapan dan keinginan hidup menjadi mandeg. stagnan. tidak bergerak. statis.</p>
<p>boleh-boleh saja membatasi harapan, silahkan saja membelenggu keinginan demi terciptanya rasa &#8220;nrimo&#8221;. tapi, bukan lantas pasrah. kenapa kehidupan bisa bergulir? seorang intel akan teruji kecerdasannya bila berhasil menjebol pertahanan jaringan mafia. lantas, apakah si mafia ini harus dihujat dan ditumpas? begitu pula polisi akan segera naik pangkat jika berhasil menangkap penjahat. lantas, apakah si penjahat harus musnah?</p>
<p>sakit, jika punya harapan. bisa ya. bisa tidak. tergantung bagaimana cara mengolah &#8220;rasa&#8221;. yang jelas, segala sesuatu akan mati jika tak ada sirkulasi. jantung otomatis berhenti bila darah tak lagi mengalir. harapan si darah ini adalah, sang jantung terus berdegup untuk membuat aliran terus terjadi. hanya saja, aliran darah bukan hanya membawa saripati makanan, racun pun dibawa.</p>
<p>saya jadi teringat sebuah kalimat dari Ali ra : kehidupan memang kegelapan jika tanpa keinginan, dan segala keinginan adalah buta jika tanpa pengetahuan, dan ilmu adalah kosong jika tanpa disertai kerja, dan semua kerja adalah hampa kecuali ada cinta.</p>
<p>dilanjutkan lagi oleh kahlil gibran dalam bukunya sang nabi : dan bilamanakah cinta itu? saat engkau merajut benang menjadi kain, kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu. saat engkau membangun rumah, kekasihmu yang akan menghuninya&#8230;</p>
<p>hmmm, tulisan menarik. langsung membawa ke titik penyadaran saya. &#8220;Jika kita ingin bahagia, maka syarat utama adalah melepaskan segala belenggu yang membelit diri&#8221;, demikian bunyi kalimat dalam postingan ini. </p>
<p>saya lebih cenderung dengan &#8220;jika saya ingin bahagia, maka syarat utama adalah saya urai segala belenggu yang membelit diri, menjadikannya satu kesatuan dengan sirkulasi kehidupan yang saya jalani. karena, hanya dari sinilah proses pembelajaran dan pematangan jiwa terjadi&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
