SANG ‘PELAYAN RAKYAT’ DARI NEGERI KAUM MULLAH
Judul Buku : Ahmadinejad David di Tengah Angkara Murka Goliath Dunia
Penulis: Muhsin Labib, Ibrahim Muharam, Musa Alfian Hamzah
Penerbit: Jakarta Hikmah (PT. Mizan Publika)
Cetakan: ke V Februari 2007
Tebal : 303 halaman
Buku ini menyajikan kisah yang menarik dari perjalanan karir dan sepak terjang yang fenomenal dari sosok Ahmadinejad. Dari seorang yang tidak terdengar gaungnya dalam percaturan politik Iran, tiba-tiba menjelma menjadi tokoh yang mendunia. Semua itu berawal dari keberaniannya untuk melawan tekanan berat AS dan kroninya yang menentang keras atas proyek pengayaan nuklir di Iran. Ahmadinejad bergeming atas intimidasi sangsi ekonomi yang ditebarkan oleh negara-negara Barat. Bahkan ancaman serangan militer pun tidak mampu menyurutkan langkahnya. Alasan ketakutan Barat bahwa nuklir Iran akan digunakan untuk kepentingan militer tidak bisa diterima oleh pemerintah Iran. Proyek pengayaan nuklir dimaksudkan untuk pengembangan energi. Selain dikenal dengan keberaniannya, sosok pria kecil dengan cambang lebat ini juga mempunyai kepribadian yang menarik yaitu jujur dan sederhana.
Banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dengan membaca buku otobigrafi ini. Kita mendapat sajian bagaimana seharusnya menjadi seorang pemimpin yang dicintai rakyat. Dalam memimpin, Ahmadinejad memposisikan dirinya sebagai pelayan rakyat bukan sebagai penguasa. Hal ini telah dibuktikan pada saat menjadi walikota Teheran. Dia lebih memilih tinggal di rumahnya yang sederhana dan berada di gang sempit. Rumah dinas walikota dijadikan musium publik. Semua gaji yang diperoleh disumbangkan untuk membantu kaum miskin. Untuk menghidupi keluarganya mengandalkan gajinya sebagai dosen. Tidak segan-segan Ahmadinejad ikut terjun langsung untuk menjaga kebersihan kota dengan ikut menyapu jalanan yang kotor. Gaya kepempinan seperti ini terus dipertahankan saat menjadi orang nomor satu di Iran.
Kekuatan dari buku ini adalah pengalaman para penulisnya yang pernah mengeyam pendidikan di Iran. Informasi yang didapat langsung dari sumbernya dan juga keterlibatan emosional para penulis dalam merasakan denyut nadi politik Iran menjadi warna dan kekhasan tersendiri dari buku ini. Penulis mampu menyajikan secara gamblang dan utuh peristiwa-peristiwa politik yang mewarnai Iran sejak jaman Syah Iran sampai Ahmadinejad memegang tampuk kepemimpinan.
Disampaikan dengan bahasa popular yang mudah dimengerti, sistimatika penulisan yang tertata rapi dan dilengkapi dengan indeks, tidak heran buku biografi ini menjadi best seller, bahkan sudah mengalami pencetakan yang ke V sejak diterbitkan pertama kalinya pada tanggal 1 Agustus 2006. Bagi pembaca yang haus akan informasi tentang Ahmadinejad, sang ikon perlawanan atas ketidakadilan global, buku ini dapat menuntaskan dahaga tersebut. Demikian pula bagi pemimpin negeri ini, buku ini setidaknya dapat menjadi rujukan dan pelajaran yang berharga untuk menjadi pemimpin dicintai rakyat dengan lebih memposisikan sebagai pelayan rakyat bukan sebagai penguasa. Semoga.


June 12th, 2008 at 10:09 am
biasanya sering terlewat kalo mau beli buku ini
baca resensi dari ms heri jadi tertarik baca bukunya..
June 12th, 2008 at 10:52 am
Thanks mbak Rina, mudah2an pimpinan kita mau menerapkan prinsip yang dianut oleh Ahmadinejad yaitu pemimpin adalah pelayan bukan penguasa.
June 12th, 2008 at 4:49 pm
saya belum pernah membaca judul buku ini. tapi, setelah membaca resensi anda, jadi penasaran untuk mampir ke gramedia.
kalaupun saya tidak bisa seperti ahmadinedjad, salah satu keturunanku sangat aku harapkan dapat mengambil tauladan baik dari manusia satu ini.
selamat bung Heri, tulisannya cukup mengundang daya tarik pembaca untuk mengikuti.
June 12th, 2008 at 7:18 pm
Ya, aku setuju dengan komentar-komentar di atas.. (jangan bikin resensi waktu jam kantor ya Pak! Hahaha, becandaa.. ^^)
Mulai dari pembahasan singkat tentang latar belakang buku, dikaitkan dengan realitas sehari-hari, hingga kemampuan penulis.
Selamat, saya kira resensi anda sudah memenuhi prosedur.
Semangat selalu, Pak Heri!