Saya Menulis Maka Saya Ada!
Detik ini saya ingin menulis. Entah menulis apa, yang jelas ingin menulis saja. Sepertinya tidak ada yang menarik di sekitar saya, kamar ini ya tetap seperti ini; dengan cat dinding berwarna ungu yang semakin pudar. Rak buku itupun masih berdiam di pojokan, menanti uluran tangan pemiliknya untuk dibaca atau hanya sekedar dibereskan. Tapi…wow itu dia! Apa yang berjajar di pinggir sana?!!
Hehehe, ada tiga buah keranjang pakaian kotor rupanya:D Parahnya keranjang itu penuh dengan benda-benda yang memang sepantasnya disana. Pantas saja isi lemari mulai habis. Hanya tersisa tiga abaya saja sepertinya. Saya nyengir sendiri. Malu. *Mana pake ditulis lagi, payah!*(biarlah yang penting nulis:D)
Pasalnya seminggu ini air yang konon dari Nil itu ngalirnya setitik-setitik di daerah kami tinggal. Kirain kekurangan air hanya akan saya temui di pondok saja. Taunya jauh-jauh ke Mesir juga ada krisis air seperti ini. Kata kakak senior kalau lagi musim panas, air di daerah Hay-10 tempat mayoritas masisir(mahasiswa mesir) tinggal emang suka krisis. Yah begitulah. Banyak sekali cobaan menuntut ilmu. Bla…bla…bla…”Nah lho, harusnya kalau nulis fokus ke cucian tadi, kalau mau bicara tentang ilmu bikin aja tulisan baru lagi. Biar lebih asyik,” seolah-olah ada teguran Bang Jonru terdengar dan menyuruh saya untuk lebih fokus ketika menulis sesuatu.
Ok next…! Kembali ke masalah air yang cukup mengkhawatirkan. Ya itulah, kami terpaksa sabar dan sabar menunggui bak mandi penuh. Belum lagi penghuni di rumah ini ada 5 orang. Masing-masingnya punya banyak cucian. Musim panas dengan debunya yang gila-gilaan bikin pakaian lebih cepat kotor dari biasanya. Jadi solusinya saat ini adalah terus bersabar dan bersabar. Tapi kalau sangat terpaksa ya bisa mengungsi sementara ke rumah teman di daerah lain, seperti di kawasan Rab’ah El Adawea atau daerah Sabi’ sana. Ternyata di luar negeri pun bisa mengalami hal seperti ini ya…huff…!
Terus apa lagi ya? Wah dua orang teman sudah teler di atas kasur. Kecapean gara-gara mengurus perpanjangan visa, mana panasnya memang minta ampyuuuunnn!!! Kalau begitu, sepertinya saya juga mulai tergiur untuk mengistirahatkan badan sejenak. Nanti habis ashar ada tasayakkuran di rumah Bu Yuyum yang hari Selasa akan kembali ke Indonesia Alatthuul (pulang selamanya) alias sudah menyelesaikan studinya disni dan kembali ke negeri tercinta.
Dan sekarang sudah tidak tau lagi harus menulis apa. Ada juga keinginan untuk membatalkan tulisan ini daripada malu-maluin nampang di antara tulisan-tulisan keren lain hik hik. Tapi tidak! Saya harus berani. Lagipula tulisan ini tidak akan membunuh saya karena tidak ada oknum-oknum yang terlibat di dalamnya.*Gak nyambung* Petugas Air di Kairo juga gak mungkin sampai ke blog ini karena mereka bukan anggota belajar menulis, hehehe. Lagipula gak mungkin ngerti bahasa indo:D
Dan akhirnya, saya menulis maka saya ada
Begitu saja. Jazakumullah semua.


August 19th, 2007 at 11:38 pm
Tina seru juga ceritanya, Aisyah putri saya suka bacanya.
Abaya harganya di Mesir berapa?
Enak kalau baca tentang negeri lain, bagaimana situasi pasar disana? Apakah harga barang-barang mahal atau murah?
Ceritain dong tentang Al Azhar yang beken itu, dosen, Syaikh dan mahasiswi/wa-nya…
Kalau harga buku mahal apa murah?
Wah seru kalau Tina tulis…. ditunggu ya.
Wassalam wrwb
August 20th, 2007 at 6:44 am
Makasih Mbak! Wah abaya disini berapa? Pasarnya gimana? Dosen azhar gimana kabarnya…? Mahasiswi/wanya…??? syaikhnya…??? Bukunya mahal pa gak…?!!! Iya2 Mbak…Tina ceritain deh tar satu2. InsyaAllah. Senengnya…ternyata banyak yang mungkin bisa saya tulis ya?Hehehe.
August 20th, 2007 at 10:12 am
“Saya menulis maka saya ada “, hmm.. keren mbak motto nya..
Mbak Tina lagi sekolah di Mesir ya?
http://sya2.multiply.com
August 20th, 2007 at 7:28 pm
Iya nih baru menginjak tahun dua. Doanya ya…!