seneng mata, senep ati
Asamu kian terlena
Saat kau tatap bulan penuh cahaya
Kau lupakan pasir di jemari kaki
Tak ingatkah saat kera
Pecahkan cermin saat berkaca
Atau juga
Seorang penari segera berganti sepatu
Mana kala gerakan tak kunjung sempurna
Secantik, seanggun apapun sinar bulan
Hanya dapat kau nikmati lewat pandangan
Sesederhana apapun penghuni rumahmu
Ia tak pernah bosan memberimu kenikmatan
Siap kau reguk kapapun ada kesempatan
~~~~~@&@~~~~
kembalilah menjelma
jangan kelamaan menjadi kera
atau pun penari yang tak pernah percaya diri
tutup mata terkadang perlu
walau sesekali
demi mengasah ketajaman hati


July 30th, 2008 at 12:39 pm
lhoo, abis lihat apa tho Sal?

July 31st, 2008 at 9:07 am
ssst, jangan bilang-bilang ya. sal melihat sandra dewi di pantai ancol. deg, cantik tenan yo. waw, langsung kebayang rembulan dimalam hari.
saat terlena gitu. sal, makan baso di planet baso. eh, beradepan meja sama pok ati. “lah, sandra dewi 20 tahun lagi juga seperti ini loh” batinku.
pesen sal buat diri sendiri, kalau lihat wanita cantik jangan diresapi saat ini. tapi, resapilah 20 tahun lagi. pasti semuanya sama saja. hanya satu yang boleh beda. he..he..he.. gak nyambung yach…
July 31st, 2008 at 9:08 am
Sal, boleh nanya kan?
- tanda ~~@&@~~ itu tanda ganti topik atau sekedar tanda tanpa makna khusus?
- Puisi diatas ada hubungannya dengan ‘rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau’, bener gak?
July 31st, 2008 at 9:10 am
Waduhh.. postingnya bersamaan dengan comment Sal. Cuma beda 1 menit. Pertanyaan yang kedua diabaikan saja deh, hehehe…
August 4th, 2008 at 5:27 pm
Salam,
wah, saya nggak bisa ngomentari puisi ya…. jadi cuman penikmat aja….
October 6th, 2008 at 3:54 pm
Secantik, seanggun apapun sinar bulan
Hanya dapat kau nikmati lewat pandangan
Sesederhana apapun penghuni rumahmu
Ia tak pernah bosan memberimu kenikmatan
Siap kau reguk kapapun ada kesempatan
sepertinya ada unsur mas parno nih