suit.. suit..
Suit.. Suit.. Suitan menggoda itu terdengar ketika saya melewati koridor sebuah apartemen di daerah Sanur, Bali. Pagi pertama setelah malamnya kami mendarat di bandara Ngurah Rai dengan pesawat yang proses landingnya mirip dengan metro mini yang ngerem mendadak.
Refleks saya menoleh ke belakang. Seorang petugas cleaning service sedang membersihkan lantai. Senyum ramah dan anggukan kepala langsung ia berikan ketika kami bertatapan. “Gak Sopan, tamu kok di suit-suit-in gitu,” gerutu saya dalam hati sambil berlalu menuju kamar teman satu rombongan.
Ketika kejadian itu terulang lagi pada pagi berikutnya, saya mulai menimbang-nimbang dalam hati perlukah melaporkan hal itu pada duty manager.
Malam terakhir di Sanur, kembali dalam perjalanan menuju kamar teman saya, suara itu kembali terdengar. Suit.. Suit.. Keterlaluan! Habis sudah kesabaran saya. Dengan geram saya membalikkan badan dan.. tidak ada siapa-siapa selain diri saya. Yang ada hanya kesuyian malam. Angin yang bertiup semilir membawa harum bunga kamboja.
Tanpa dikomando saya langsung membalikkan badan dan berlari sekencang-kencangnya. Untung pintu kamar teman saya itu dalam keadaan terbuka. Saya langsung jatuh terduduk di kursi ruang tamu dengan nafas memburu. Semua yang ada disitu hanya bisa terbengong-bengong menatap saya.
Jadi.. jadi.. kemarin-kemarin itu bisa jadi bukan petugas cleaning service yang bersikap tidak sopan dengan bersuit-suit tapi….


June 5th, 2008 at 8:49 am
loh, koq berenti? terusin dong ceritanya. apaan tuch yg suit-suit.
ditunggu ya kelanjutannya, aku dah siap baca nich.
lam kenal,
salwangga
June 7th, 2008 at 11:34 am
Lho lho lho.. gak pingsan kan? (jangan-jangan pas cerita malah pingsan, he he he)
Cukup bikin penasaran endingnya, apakah ini cerita berseri ya?
June 9th, 2008 at 7:55 am
Yang suit suit itu.. ditebak sendiri aja deh