Telepon Danish
“aduh… Sita kenapa telpon melulu sih, pasti karena suka sama Danish.” Omel Danish sambil tetap saja mengakat dan menerima telepon dari Sita. “Iya… aku sekarang masih di rumah. Iya… nanti kita ketemu di Hotel PIM.” panjang lebar aku dengar Danish ngobrol dengan Sita. Aku hanya bisa tersenyum sendiri melihat tingkah laku anak lelakiku yang baru berusia 4 tahun itu. sehari itu sudah beberapa kali dia mengobrol dengan sita di telepon. Hasyim… tiba-tiba Danish bersin, secara reflek tanganku meraih kotak tisu yang sedari tadi di pegangnya. “Umi, jangan!” protes Danish. “Ini kan telepon Danish.” “Iya, maaf ya, sayangku, buju-bujuku.” sahutku, sambil pergi mengabil tisu dari atas meja, untuk mengelap ingus yang sudah hampir sampai ke mulutnya.


May 24th, 2008 at 4:32 pm
Wah, ceritanya pendek sekali.. Cerita seratus katakah? Hehehe, memang lagi tren ya? ^^
May 26th, 2008 at 11:23 am
Saya sempat baca di MP..
tp saya pengen baca lagi
Danishnya luthuuu tekaliii
May 28th, 2008 at 5:30 pm
ceritanya pendek tapi bagus mengingatkan kita pada kejadian sehari-hari yang kita alami.