Tuhanku, uang.
musim panas begini, jalan depan kantor banjir. kena rob katanya. tepatnya perempatan jalan kampung bandan. lalu lintas tidak terganggu banget sich, hanya saja, saya biasa jalan kaki lumayan terusik juga. untunglah biasa pake sendal jepit. no problemo.
saat melintasi - menyeberang - jalan itulah, pandanganku tertumpu pada sepasang sepatu merek pacalolo ditenteng seorang pria. celana dicincing sebatas dengkul, jalan berjingkat-jingkat seperti maling ayam ngincer mangsa.
aku coba dekati, padahal tidak kenal. cuek, aku negur.
“sepatunya bagus mas, empat ratus ribuan tuch di mall”
pria itu tak menjawab, risih mungkin atas iseng mulutku. aku nyerocoss aja. dasar emang tukang iseng, belum pernah ketampol sepatu baru. pengin coba ngrasain ah…
“oh, aku tahu. kalau sepatu lecet kan mesti beli pake uang. mana nyari duit makin susah lagi. tapi, klo kaki yang lecet kena kaca atau duri. dibiarin aja, sembuh sendiri. tak perlu keluar uang” kataku. “aku juga tenteng ah sendal jepit ini, meski butut kan belinya pake uang juga. kaki sich gratis dikasih Tuhan” ledekku sambil berlalu mendahuluinya.
pria itu masih diem, hanya raut mukanya saja berubah.


July 2nd, 2008 at 4:59 pm
Berubahnya gimana tuh Sal? Wah, kalo ini berita foto pasti menarik lah..
penasaran lihat ekspresi bapak itu.. 
July 3rd, 2008 at 7:47 am
Pesan untuk si bapak : Pak, Pak.. Jangan lupa sedia kantong plastik. Jadi kalau menenteng sepatu mahal yang terpaksa dilepas karena tidak ingin terkena banjir rob, tidak terlihat oleh orang lain. Apalagi oleh Salwangga yang iseng
Baris ke-6 dari bawah, sepertinya akan lebih enak dibaca kalau seperti ini :
kalau sepatu yang lecet kan mesti beli pake uang.
July 3rd, 2008 at 9:05 am
Wah…nampaknya orang yang diisengi Sal lebih sayang sepatunya dibanding kakinya ya..
July 3rd, 2008 at 9:39 am
he..he..he.. selingan aja sih, biar gak spaneng baca artikel serius melulu. (padahal emang gak bisa bikin tulisan serius)
August 6th, 2008 at 8:49 pm
Judul nggak oke. Rob apa ya maksudnya? Kenapa pake no problemo? Style yang nggak konsisten bikin sakit mata dan susah baca. Nggak ngerti, kenapa mesti jail sama pria lagi jalan tenteng sepatu? Karakter nggak jelas. Judul nggak nyambung sama isinya.