Wanita Tua Yang Selalu Mendatangiku
Hampir setiap bulan wanita tua itu selalu datang ke rumahku. Awalnya, dia datang untuk mencari pekerjaan. Tetapi karena di rumahku sudah ada asisten, maka aku menolaknya. Dia adalah seorang wanita tua berumur kurang lebih 60 tahun, sudah Janda sejak beberapa tahun yang lalu. Dia seumuran dengan Ibuku. Perawakannya pun hampir mirip dengan Ibuku. Apalagi caranya berjalan yang kadang terlihat agak terpincang-pincang, mengingatkanku kepada Ibu jika penyakit asam uratnya sedang kambuh.
Wanita tua itu, panggil saja Si Emak, karena aku tak tahu siapa nama sebenarnya. Kuyakin sengaja Allah datangkan kepadaku agar aku selalu ingat, agar aku selalu mengasihi janda-janda tua yang sudah tak mampu lagi mencari nafkah. Setiap dia datang, hatiku selalu berdesir, haru selalu tak dapat kubendung setiap kali Emak datang dan membuatku teringat Ibuku yang di berada kampung. Dengan jalan yang tertatih-tatih, jauh-jauh dari bogor, harus naik kereta dari stasiun cilebut sampai stasiun citayam. Baru dari Citayam jalan kaki ke rumahku. Duh, dengan kondisi fisik yang lemah dan jalan terpincang-pincang seperti itu setapak demi setapak dia jalani demi menyambangiku, mengharapkan pemberian dariku untuk sekedar makan anak dan cucu-cucunya.
Pernah suatu hari, ketika aku sakit dan terbaring di tempat tidur. Emak datang. Kondisiku badanku yang sedang butuh istirahat cukup membuatku malas beranjak dari tempat tidur. Karenanya ketika kudengar suara salam diluar rumah yang kutahu itu suara si Emak, aku langsung menyuruh pembantuku untuk menemuninya, kuserahkan uang secukupnya ke Mbak untuk diberikan ke Emak. Namun ternyata Emak tak puas jika tak bertemu denganku. Akhirnya dengan berat hati aku turun dari tempat tidur dan menemuinya. Ternyata Emak datang untuk menjengukku. Entah apa yang menggerakkan Emak sehingga dia bisa tahu kalau aku sedang sakit kala itu. Setelah kutemui, Emak mencium tanganku, lalu mengajakku doa bersama. Lagi-lagi hatiku dibuatnya gerimis. Setulus itu Emak jauh-jauh dan bersusah payah untuk menjengukku dan mendoakanku
Ya Allah, Kuyakin sengaja kau hadirkan Emak untukku. Terimakasih Ya Allah, telah kau hadirkan wanita tua itu kepadaku. Dengan kehadirannya yang setiap kali mampu menggerimiskan hatiku, aku menjadi lebih peka terhadap derita janda-janda tua yang sudah tak mampu mencari nafkah sepertinya. Dengan kehadirannya, aku selalu diingatkan bahwa masih ada Ibu yang jauh di kampung sana yang membutuhkan bakti dan kasih sayang anaknya ini. Dengan kehadirannya, membuatku tersadar bahwa hidup itu terus berjalan, sekarang aku masih sehat dan kuat, masih bisa mencari nafkah sendiri. Tapi sautau saat nanti aku akan menjadi lemah dan tua , seperti halnya Emak sekarang ini.
Juga saya tulis di sini : http://sya2.multiply.com/journal/item/174/Wanita_Tua_Yang_Selalu_Mendatangiku

